Titik Terang Kehidupan

Titik Terang Kehidupan

January 26, 2018 Off By Admin

Titik Terang KehidupanMenjalani masa sulit merupakan ujian yang akan dijumpai oleh siapa saja. Baik itu laki maupun perempuan. Tua maupun muda. Tukang bakso hingga bakul sayur. Semuanya memiliki cerita masing-masing dalam menghadapi masa sulit.

Masa sulit menjadi ladang penggojlokan seseorang yang dipersiapkan oleh Yang Maha Kuasa bagi para hambanya untuk menjadi lebih berkapasitas dan berkapabilitas tinggi di bandingkan masa sebelumnya. Dan tentu saja Yang Maha Kuasa memberikan suatu ujian berupa kesulitan sesuai dengan kadar kemampuan hamba-hambanya.

Mereka yang berhasil lulus dari ujian dan mensyukuri apa yang telah diberikan, akan berkesempatan untuk mengecap manisnya perjuangan. Begitu pula sebaliknya, bagi mereka yang lelah dan tumbang dalam perjuangan, hanya akan menderita dan memandang sinis mereka yang diberikan kebahagiaan. Maka tak heran jika kita acapkali menemukan para pembenci yang kehidupanya selalu diliputi dengki dan kesulitan yang hakiki.

Dalam sebuah kesempatan saya bertemu dengan seorang pemuda berusia 28 tahun asal dari Sulawesi, yang diketahui ternyata ia baru saja lulus menjadi CPNS di kementrian hukum dan ham. Ia bercerita tentang kehidupan kerasnya yang ia lalui tanpa kenal menyerah.

Praktis setelah ia lulus sekolah menengah atas, hidup yang ia jalani untuk mencari sesuap nasi dengan berprofesi sebagai kuli bangunan dan tukang ngeret pasir di sekitaran sungai Mahakam. Selama 8 tahun ia kerjakan, hingga pada suatu waktu dibukalah sebuah pengumuman. Sebua pengumuman yang barangkali tidak disangka akan merubah pula kehidupan dirinya di masa yang akan datang.

Awal mula dirinya mendaftar cpns sempat dirinya disepelekan karena memang kondisi dirinya yang tidak memiliki background pendidikan mumpuni layaknya calon pelamar lain yang bisa diprediksi para sarjana pun ikut berjibaku untuk mendapatkan posisi dengan formasi penjaga tahanan. Maklum jika berhasil status PNS sudah di depan mata, yang artinya kesejahteraan kan terjaga.

Begitu ketatnya perasaingan ini memang terlihat manakala posisi penjaga tahanan yang notabenenya menggunakan ijazah SMA pun sudah dapat mendaftarkan diri, dengan jumlah pendaftar mencapai 200ribu pelamar seperti rilis BKN. Dan dari 200 ribu pelamar tersebut akan di perebutkan sebanyak 14 ribu posisi. Artinya akan ada 186ribu orang yang tersisih dan ia berhasil menjadi salah satu yang lulus dari 14 ribu posisi tersebut.

Dari kisah tersebut ada sebuah pelajaran hidup yang dapat kita ambil hikmah daripadanya. Sebuah hikmah tentang mengoptimalkan potensi yang dimiliki dan mengerjakan setiap pekerjaan sebaik yang bisa kita lakukan. Mungkin tidak ada seorang pun dilingkungan sekitar pemuda tadi, yang akan menyangka bahwa seorang tukang cangkul pasir sungai selama 8 tahun yang mana pendidikan hanya sebatas lulusan SMA berhasil mengalahkan para sarjana yang tentu saja diatas kertas akan lebih unggul secara akademis.

Sebagai bahan informasi, walaupun posisi penjaga tahanan setiap peserta yang hendak menjadi Pegawai Negeri Sipil harus mampu lulus dalam passing grade di tes CAT (Computer Assisted Tes) Standard BKN. Setelah lulus CAT pun tak serta merta peserta akan mudah melenggang lulus di tahapan tes selanjutnya. Dimana para peserta akan menjalani tes kesamaptaan. Ia berkisah bahwa tidak mudah bagi dirinya untuk mempersiapkan segalanya, secara ia tak memiliki perangkat untuk mendaftar secara online, dan waktu yang cukup untuk belajar. Ia pun berkisah bahwa saat ia hendak bermaksud untuk meminjam laptop guna mendaftar pada saudaranya sempat dirinya di ejek “Ngapain sih elu daftar yang begituan, udahlah ga ada gunanya nda bakalan lulus”

Namun berkat keinginan yang kuat untuk merubah diri, hasil itu pun berbuah manis. Ia berhasil menjadi CPNS (Calon pegawai negeri sipil) di lingkungan Kemenkumham RI. Ada sebuah nasihat yang menarik dan menjadi bahan evaluasi diri “Nasib mu tidak akan berubah sampai engkau berusaha merubah nasibmu”.

Lakukan setiap pekerjaan apapun yang engkau kerjakan dengan sebaik-baiknya. Tekun dan uletlah dalam mengejar sebuah cita. Yakinlah bahwa engkau bisa, karena tidak ada tempat pantas yang bisa didapatkan tanpa dilalui dengan perjuangan. Karena dalam kesulitan pada masanya akan menemukan titik terang dalam kehidupan.

 

Berbohong Ala Selebgram Zaman NowPenulis

Muhamad Fadhol Tamimy

Co-founder Psikoma.com | Penulis Buku Sharing-mu Personal Branding-mu