Ternyata Istri Menjadi Penyebab Kemiskinan Dalam Keluarga

Ternyata Istri Seperti Ini Menjadi Penyebab Kemiskinan Dalam Keluarga

Posted on

Seringkali perceraian disebabkan oleh keadaan pendapatan yang kurang, sementara kebutuhan terus menerus meningkat dengan pesatnya. Kondisi seperti itu akan semakin terasa pertengkarannya, manakala salah satunya terus menerus menyaahakan yang lainnya.

Jika dirunut lebih lanjut, ternyata penyebab kemiskinan ini bukan hanya terletak pada kondisi pendapatan yang tidak mencukupi kebutuhan. Namun ada sebuah perilaku yang tanpa disadari dilakukan oleh sebagian istri yang membawa keluarganya pada jurang kemiskinan.

Perilaku tersebut adalah, perilaku tidak cermat dalam melakukan pengelolaan keuangan keluarga.

Asal menggunakan tanpa perencanaan yang matang adalah sumber dari segala petaka yang akhirnya membuat runyam segala urusan keuangan.

Pun begitu pula kebiasaan bergosip, ngumpul-ngumpul rumpi, yang menjadi sabab musabab ide-ide mengeluarkan uang tidak penting terjadi. Entah itu arisan yang memanjakan di awal dan merana saat melakukan pembayaran cicilan, kredit perkakas barang rumah tangga yang sebetulnya belum mampu dibeli, hanya disebabkan tak mau kalah dengan kulkas baru tetangga, hingga membeli barang atau makanan hanya karena tidak enakan telah ditawari oleh teman rumpinya.

Kejadian ini akan semakin terasa dikalangan para anak perempuan yang berasal dari keluarga menengah atas, yang menikah dengan lelaki biasa-biasa saja. Gaya hidup yang sudah terbiasa di “adakan” oleh orang tuanya, merembet di gaya kehidupan setelah menikah. Alhasil, sang suami yang seyogyanya sudah memberikan segala gajinya hingga hanya menyisahkan uang bensin, pun ambyar tanpa tersisa di seperempat bulan awal. Percekcokan ini pun akhirnya mafhum menjadi sabab musabab pertengkaran keluarga jurusan masalah keuangan.

Tuntutan dapur yang sudah nyesek di seperempat bulan, berpotensi menjerumuskan sebuah keluarga pada pengambilan jalan pintas, entah itu perbuatan kriminal, hingga yang lebih umum adalah terjerat pada rentenir atau pinjaman online.

Jika melakukan tindak kriminal, maka konsekuensi yang akan didapat adalah hukuman penjara, amuk masa, hingga stigma buruk masyarakat yang akan melekat seumur hidupnya. Namun jika memilih pinjaman ke rentenir dan pinjaman online, hidup anda tidak akan lebih baik, bahkan sebelum anda membayar, anda akan terus dihantui dan diteror oleh para penagih hutang yang meresahkan. Bahkan kehadirannya seperti kita melihat setan hendak mengancam kehidupan kita.

Banyak sudah cerita dimana ia terlilit hutang pinjol yang akhirnya justru menghampiri maut secara sukarela dengan bunuh diri dibandingkan harus menghadapi teror dari debt collector.

Merubah Kebiasaan Menghindarkan Penyebab Kemiskinan

Begitu penting dan sentralnya perilaku dan kebiasaan istri terhadap kesejahteraan keluarga ini sangatlah besar. Mereka yang mampu merencanakan keuangan bahkan pandai menyimpan untuk selanjutnya diputar atau diinvestasikan sudah dipastikan, arah gerbong kesejahteraan keluarga akan didapatkan.

Namun ini bukanlah hal mudah, mengingat, kesejahteraan selain daripada turunan, juga disebabkan oleh pengubahan terhadap maindset dan gaya hidup.

Adapun langkah yang bisa dilakukan untuk menghindarkan keluarga menjadi miskin diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Mulai Merencanakan Sebelum Mengeluarkan

Merencanakan ini sangat penting, agar and tau dana yang super duper terbatas itu akan dialokasikan kemana ia nantinya. Dengan merencanakan, akhirnya membuat anda paham dan tau barang-barang apa saja yang bisa digantikan oleh barang yang lainnya dengan harga yang lebih murah, demi menghemat pengeluaran anda.

Mencatat dan merencanakan ini juga menjadi garis tegas penghalang agar tidak Loss, manakala ada gangguan yang menggoda anda untuk mengeluarkan uang demi hal tidak penting.

Anda bisa melihat postingan dari para expert tentang financial planner wanita yang relate seperti prita hapsari ghozie, dan Ligwina hananto. Anda bisa follow instagram mereka, karena sejauh ini saya melihat postingan mereka sangat menumbuhkan insight baru tentang masalah planning keuangan.

.

Ada pula akun yang bagus mengenai pembahasan keuangan seperti Jauska, dan Moccaplanner. bahkan untuk Moccaplanner sendiri selain membagikan mengenai wawasan financial, juga menyediakan media yang membantu anda dalam merencanakan. Anda bisa follow langsung instagram MOCCAPLANNER

2. Menyisihkan

Langkah kedua adalah kebiasaan untuk menyisihkan. Menyisihkan tidak harus langsung banyak, hingga menyita sebagian besar dari jatah uang belanja. Yang penting konsisten, karena menyisihkan ini intinya adalah membudayakan sebuah kebiasaan.

Dengan menyisihkan sedikit atau banyak jatah uang belanja, dapat menyelamatkan anda dari masa-masa genting yang mengharuskan anda untuk mengeluarkan uang. Sisihkan barang 50 ribu- 100 rb atau lebih adalah lebih baik daripada tidak sama sekali dalam kurun waktu per dua minggu atau perbulan.

Misalnya anda mampu hanya 50 ribu dalam waktu sebulan, maka anda bisa membagi lagi menjadi dua 25ribu untuk persiapan dana darurat, 25ribu lagi dikumpulkan untuk investasi atau mencoba peluang usaha. Tidak ada hal yang saklek jumlahnya untuk menyisihkan ini, lakukan sesuai dengan kemampuan anda dan jangan dipaksa harus besar jumlahnya. Yang terpenting itu adalah membiasakan untuk mulai menyisihkan dan mengalokasikan pada investasi dan usaha.

3. Investasi dan Usaha

Setelah anda menyisihkan tadi, sebagian dari uang yang anda sisihkan cobalah untuk segera mengalihkan ke investasi atau usaha. Investasi tak harus besar, anda bisa mencoba untuk mengalokasikan pada platform reksadana. Jika anda seorang muslim carilah yang reksadana syariah. Anda juga bisa mengalokasikan dana usaha yang sudah terkumpul untuk mencoba memulai.

Misalnya saja dari 25rb anda bisa mencoba mengambil kerupuk ke supplier dan mencoba menjualnya dari warung ke warung. Margin untung yang didapatkan bisa anda simpan untuk di putar, sehingga usaha yang dilakukan bisa semakin membesar. Anda juga bisa melakukan dropship antar marketplace, bahkan untuk dropship anda tidak membutuhkan modal sama sekali, namun syaratnya anda butuh belajar. Modal 25rb tadi bisa dipakai untuk biaya iklan.

4. Berusaha Menata Diri

Menata diri berkaitan erat dengan keikhlasan dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Tidak ada pakem yang pasti, namun menata diri di sini adalah sebuah sikap anda untuk berusaha menjadi pasangan yang baik. Suasana rumah, terkadang adalah representasi dari kondisi seorang ibu rumah tangga. Manakala kondisi hati ibu rumah tangga kacau atau buruk, maka buruklah kondisi rumah tangga. Jika suasana hati seorang ibu rumah tangga baik, maka baik pula lah kondisi rumah.

Baiknya kondisi rumah ini juga mempengaruhi, kondisi dan semangat seorang suami. Jika kondisi baik, maka diskusi apapun akan menyenangkan. Hati yang senang, akan memunculkan daya kreatifitas suami untuk berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Begitu pula sebaliknya, kondisi buruk akan semakin menurunkan kualitas dan kreatifitas seorang suami dalam mencari nafkah untuk keluarganya. Semoga hal-hal di atas dapan menjadi sebuah gambaran dan pelecut semangat untuk memperbaiki kondisi kesejahteraan rumah tangga. Karena sebagai wanita tidak hanya harus cerdas, namun juga harus cerdik dalam mengatur permasalahan keuangan rumah tangga. Jika seorang suami adalah kepala rumah tangga yang mengarahkan, maka seorang istri adalah sentral dari episentrum kehidupan rumah tangga.

Oleh: Muhamad Fadhol TamimyFounder lautanpsikologi.com