Psikologi Perkembangan, cabang Ilmu Psikologi Yang Mempelajari Perkembangan Manusia Sejak Lahir Hingga Akhir Hayat

Salah satu cabang ilmu psikologi yang sangat luas cakupannya adalah psikologi perkembangan. Cabang ilmu ini dianggap luas karena mencakup berbagai aspek kehidupan manusia sejak manusia tersebut lahir hingga kematian. Psikologi perkembangan mempelajari banyak hal terutama yang berhubungan dengan perkembangan manusia, bagaimana aspek kehidupan manusia terbentuk dan berkembang di usia tertentu.

Aspek Perkembangan Manusia

Paling tidak, ilmu psikologi perkembangan memiliki 3 macam aspek penting perkembangan manusia. Berikut ini adalah 3 aspek perkembangan manusia yang dikutip dari Buku Perkembangan Manusia (Papalia, Olds, Fieldman):

  1. Aspek Fisik

Aspek perkembangan manusia yang pertama adalah aspek fisik. Seperti namanya, aspek fisik mencakup segala bentuk perkembangan fisik manusia, sejak pertama kali lahir hingga lansia. Aspek fisik erat sekali kaitannya dengan ilmu biologi, fisiologi, dan juga ilmu lainnya yang mempelajari fisik manusia.

Selain itu juga membahas tentang aspek kelainan fisik yang ada di dalam diri manusia, misalnya cacat secara fisik, ketidakmampuan fisik, dan berbagai macam hambatan fisik lainnya yang umum dan bisa terjadi pada diri manusia.

  1. Aspek Kognitif

Aspek kognitif adalah aspek yang mencakup tentang perkembangan kognitif manusia. Aspek ini memiliki kaitan yang erat dengan perkembangan otak manusia, dan bagaimana proses berpikir manusia sejak kecil hingga lansia.

Masalah intelegensi, hambatan dalam belajar, pola pikir, pemecahan masalah, dan juga persepsi manusia adalah beberapa hal penting yang dibahas dalam aspek perkembangan kognitif dalam ilmu psikologi perkembangan.

  1. Aspek psikososial

Aspek berikutnya yang dipelajari dalam ilmu psikologi perkembangan adalah aspek psikososial. Aspek psikososial ini mempelajari tentang perkembangan kemampuan seseorang dalam bersosialisasi, seperti melakukan interaksi sosial, hubungan pertemanan, dan berbagai aspek yang berhubungan langsung dengan kemampuan sosial seseorang.

Dalam aspek ini juga akan dibahas mengenai hubungan dengan orangtua, keluarga, teman, pasangan hidup, hingga bagaimana seorang lansia mulai mempersiapkan kematian. Itu adalah ketiga aspek perkembangan manusia yang dipelajari.

Tugas Perkembangan Manusia

Selain melihat aspek perkembangan manusia, psikologi perkembangan juga mempelajari tentang tugas perkembangan seseorang dari ketiga aspek tersebut. Tugas perkembangan dibagi berdasarkan kategori usia perkembangan manusia, yaitu:

  1. Usia perkembangan balita dan anak-anak
  2. Usia perkembangan anak-anak
  3. Usia perkembangan remaja awal
  4. Usia perkembangan remaja akhir
  5. Usia perkembangan dewasa awal
  6. Usia perkembangan dewasa akhir
  7. Usia perkembangan lansia

Beberapa tokoh juga membagi lagi usia perkembangan menjadi beberapa bagian, misalnya anak-anak menjadi dua, yaitu usia perkembangan anak-anak madya dan usia perkembangan anak-anak akhir.

Tugas perkembangan dari masing-masing usia perkembangan di atas tentu saja berbeda. Tugas perkembangan diperoleh dari hal-hal yang secara umum harus berkembang di masing-masing usia perkembangan, berdasarkan tiga aspek yang sudah disebutkan sebelumnya.

Misalnya seperti tugas perkembangan seorang remaja awal adalah mengalami masa pubertas, melakukan pencarian identitas, dan juga mengembangkan pola pikir analitis. Sedangkan tugas perkembangan dari dewasa madya misalnya adalah sudah mulai mapan dalam karir, memiliki keluarga, sudah bisa menjadi panutan dan pemimpin, dan lain sebagainya.

Itu adalah beberapa gambaran mengenai hal-hal apa saja yang akan dipelajari di dalam bidang ilmu psikologi perkembangan. Untuk lebih jelasnya mengenai tugas perkembangan manusia selama rentan usia tertentu akan dijelaskan pada artikel lainnya. Semoga penjelasan mengenai psikologi perkembangan ini dapat membantu anda lebih memahami tentang ilmu psikologi secara garis besar.

Remaja, Masa-Masa Pencarian Identitas yang Krusial

Dalam ilmu psikologi, terdapat sebuah masa atau usia perkembangan yang sifatnya sangat krusial bagi perkembangan seseorang. Tahap tersebut atau masa tersebut adalah masa remaja.  Di dalam masa remaja ini, bahwa seseorang banyak mengalami gejolak di dalam hidupnya. Semua ini didasari oleh tugas penting yang harus dituntaskan pada masa remaja ini, yaitu pencarian identitas.

Remaja Dalam Psikologi Perkembangan

Remaja, menurut psikologi perkembangan secara teoritis merupakan sebuah masa transisi, antara anak-anak dengan dewasa. Mereka yang berada dalam usia remaja sudah memiliki tubuh fisik dan juga pola pikir yang bukan anak-anak lagi, namun mereka belum memiliki tanggung jawab sebagai orang dewasa. Karena itu, banyak yang menganggap bahwa usia remaja adalah usia tanggung, dimana masih banyak yang harus dikembangkan di dalam masa remaja ini.

Ilmu ini mengatakan bahwa dalam masa ini, pencarian identitas adalah salah satu hal yang sangat penting untuk dikembangkan, dalam fase atau masa remaja ini, seorang remaja bisa mencapai dan memperoleh identitasnya, namun bisa juga mengalami kekaburan, atau kebingungan dengan identitas dirinya.

Who am I? Siapakah aku ini adalah pertanyaan krusial yang harus bisa diungkap dan dijawab oleh para remaja dalam menghadapi kehidupan mereka. Maka dari itu, anda tidak perlu merasa heran apabila para remaja sering bertingkah dan berperilaku yang aneh, dan terkadang di luar akal sehat. Tawuran, kenakalan remaja, pacaran, sering berjalan-jalan, berkumpul dengan teman-tema, sering pulang malam, adalah salah satu cara yang mereka lakukan dalam menjawab pertanyaan filosofis who am I tersebut. Mereka akan berusaha untuk mencoba segala macam hal baru untuk memuaskan hasrat mereka, dan hal ini juga didukung oleh kondisi fisik mereka yang sangat prima.

Jadi, apabila anda menemukan banyak remaja yang mungkin perilakunya membuat anda geleng-geleng kepala, bingung, dan mungkin miris, maka hal tersebut bisa dikatakan sebagai hal yang wajar, karena merupakan bagian dari pencarian identitas mereka sebagai manusia seutuhnya. Ini akan menjadi modal besar yang akan mereka tanam untuk menghadapi masa dewasa. Selain itu banyak juga masalah remaja ini di bahas di psikologi remaja.

Pengawasan Perlu Ditingkatkan

Meskipun menurut ilmu ini, pencarian identitas bisa muncul dalam berbagai macam bentuk, bahkan muncul dalam situasi atau perilaku antisosial sekalipun, namun pengawasan tetap harus ditingkatkan. Masa remaja adalah masa yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai moral dan nilai sosial di dalam masyarakat.

Berbuat nakal boleh-boleh saja, namun tetap harus ada batasannya. Jangan sampai perbuatan yang mereka lakukan dalam rangka mencari identitas dan jati dirinya malah berubah menjadi bumerang, yang dapat merugikan dirinya sendiri dan juga orang lain. Peran orangtua dan juga pihak berwenang sangatlah penting dalam melakukan pengawasan kepada remaja ini. Karena itu, tidak ada salahnya anda sebagai orangtua, atau mungkin guru bisa mengawasi dan menanamkan nilai moral yang baik kepada remaja.

Jangan sampai perilaku para remaja ini menjadi sangat tidak terkontrol, dan akhirnya malah merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Itulah sedikit penjelasan mengenai proses pencarian identitas.By: Eduardus Pambudi