Pertanyaan Seputar Personal Branding Di Era Media Sosial Masa Kini

Dunia kini telah berubah, begitu pula perubahan yang terjadi mengenai tata cara memperkenalkan kemampuan diri dan personal diri pada khalayak. Bukan hanya untuk caper (cari perhatian) semata namun memperkenalkan diri agar dikenali dengan kompetensi spesifik sangatlah dibutuhkan di era saat ini untuk kesuksesan di masa yang akan datang.

Pertanyaan-pertanyaan mengenai personal branding pun lantas mengemuka. Dan pertanyaan tersebut dirangkum dalam ulasan berikut ini.

  1. Dalam perkembangan era digital saat ini, sering kita mendengar istilah personal branding, nah menurut pak Fadhol sebenarnya apasih personal branding dan apa perbedaan personal branding dengan online personal branding?

Personal branding merupakan sebuah usaha untuk memberikan ciri khas diri, agar ia dapat dikenali oleh target sasaran yang hendak di tuju baik itu orang secara personal, lembaga, organisasi, dan koorporasi hingga mampu memberikan respon emosional mengenai kapasitas dan kualitas pribadi kita.

Perlu kita pahami bahwasanya personal branding adalah sebuah usaha yang dilakukan untuk membentuk sebuah kesan tentang diri, baik itu secara online maupun offline. Sementara untuk online personal branding adalah medianya yang digunakan untuk membangun personal branding misalnya dengan menyebarkan informasi diri, menyebarkan kemampuan diri lewat media online (facebook, instagram, linkedin, twitter, blog etc) jadi jika ditanya perbedaannya antara personal branding dengan online personal branding itu tidak apple to apple

2. Apakah setiap orang melakukan online personal branding melalui media sosialnya atau bagaimana? Apakah pembentukan personal branding harus ada spesifikasi atau keunikan tersendiri?

Jawaban: Online personal branding itu bisa bermacam-macam tak hanya lewat media sosial semata, namun setiap media yang terkoneksi dengan internet itu dinamakan online personal branding. Jadi jika ditanya apakah tulisan blog, wordpress, kompasiana itu bagian dari online personal branding, jawabannya Ya.

Namanya juga personal branding yang tujuannya untuk menciptakan keunikan agar dapat dikenal, tentu saja harus ada keunikan tersendiri dong. Pun sama dalam hal tertentu ia harus tetap bin wajib untuk memberikan kekhasan dirinya.

3. Bagaimana terjadinya pembentukan online personal branding seseorang melalui gambaran identitas di media sosial? Karena sering kali personal branding dikaitkan dengan tampilan secara fisik yang berhubungan dengan gaya dan juga penampilan?

Jawaban: Personal branding secara online terbentuk jika ia konsisten berprilaku yang bernilai lewat media online. Hal itu bisa dalam bentuk tulisan, produksi kontent foto/ video yang memperlihatkan kemampuannya hingga komentar dan sudut pandang yang ia bagikan di media sosial.

Personal branding itu berbeda loh dengan citra diri (personal image) Personal branding itu mengacu pada value khas dari kekuatan dan kompetensi diri. Sementara citra diri atau personal image itu berkaitan dengan gambaran kepribadian yang terbentuk dari gaya busana, penampilan fisik.

4. Menurut pak Fadhol, Apakah tujuan dari pembentukan online personal branding seseorang? Dan bagaimana kaitannya dengan fenomena penggunaan media sosial yang menjadi sarana dalam membentuk personal branding?

Jawaban: Awal mulanya media sosial itu diciptakan untuk mempermudah seseorang berkomunikasi dan terhubung walaupun diantara ruang dan waktu yang berbeda. Jika kita tarik dengan fenomena saat ini dimana media sosial digunakan sebagai media untuk membangun personal branding, karena media sosial mudah, dan murah untuk digunakan. Sementara untuk impak pun luar biasa dasyat. Kita bisa melihat banyak seseorang yang bukan siapa-siapa pada akhirnya menjadi terkenal dan sukses hanya karena viral di media sosial.

Melihat kesuksesan tersebut tentu hal tersebut mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama agar ia pun menuai dan merasakan kesuksesan.

Tujuan pembentukan online personal branding tentu saja karena di media online jejak digitalnya sulit di hapus. Sehingga dengan sulit di hapus jejak digitalnya itu membuat informasi kelebihan dan ciri khas kita akan lebih mudah di akses kembali oleh diri kita maupun orang lain. Tujuan lain mengapa orang membentuk online personal branding karena melalui online kita dapat meraup untung baik secara financial ataupun kepuasan pribadi.

5. Apakah personal branding itu erat kaitannya secara personal saja atau ada hal lain yang menjadi penyampaian personal branding, seperti konten yang di unggah di media sosial? Ataupun aktifitas melalui fitur Instagram story dan lainnya?

Jawaban: Segala hal yang kita lakukan baik melalui media online maupun offline, baik itu secara langsung maupun tidak langsung dapat membentuk personal branding kita. Untuk membuat personal branding kita terbentuk secara kuat, maka tunjukan kemampuan, kebolehan, dan berbuat secara positif secara konsisten.

6. Bagaimana cara yang dilakukan agar cerminan seseorang melalui online personal branding dapat tersampaikan secara baik?

Jawaban: Lakukan dengan konsisten, manfaatkan media sosial, blog, forum diskusi online dan buat konten (teks, gambar, video) menarik.

7. Saat ini banyak orang yang secara ngga sadar telah membentuk personal branding di media sosial, dan memberikan dampak pada followersnya dari pesan maupun konten yang di unggah, bagaimana tanggapan bapak dalam hal ini? Apakah proses dari terbentuknya personal branding merupakan suatu kesengajaan atau memang di sadari oleh pelakunya?

Jawaban: Pembentukan personal branding di media sosial sejauh ini lebih banyak yang tidak sadar. Buat konten sesuai hobi ga taunya di nikmati rekan hingga rekannya dengan senang hati membagikan kontent yang kita buat di media sosial. Dan dari aktivitas rekan tersebut pada akhirnya tersebar. Jika sudah tersebar tentu saja membuat orang lain penasaran dengan sang empunya karya hingga ia melakukan follow terhadap akun media sosial kita.

Namun ada pula yang memang telah menyadari bahwasanya apabila ia memproduksi kontent tertentu secara konsisten maka akan membentuk personal brandingnya dan berharap kontent yang ia buat di bagikan orang lain hingga followersnya bertambah.

8. Jika seorang content creator menyatakan bahwa melakukan personal branding dengan menjadi diri sendiri yang apa adanya tanpa di membentuk image lain, apakah itu merupakan personal brandingnya sendiri?

Jawaban: Seperti yang sudah saya katakana di awal bahwasanya personal image dan personal branding itu berbeda. Jika seorang content creator membuat kontent berdasarkan apa adanya, ya itu tidak masalah. Toh apa yang ia buat berkaitan dengan kemampuan dan value diri dan ini termasuk bagian dari pembentukan personal branding.

9. Banyak orang yang berpikiran bahwa personal branding hanya dibentuk untuk kalangan tertentu seperti selebriti, politikus, atau orang yang mempunyai karir dan jaringan networking yang luas, apakah sebenarnya memang seperti itu? Bagaimana tanggapan bapak Fadol?

Jawaban: Tidak mesti, karena siapa saja bisa melakukan personal branding dengan tujuan visi misi sesuai dengan keinginan diri sendiri. Dan melakukan personal branding itu banyak manfaatnya, yang pertama tentu saja anda dikenal, mendatangkan rezeki, hingga memberi tau seseorang tentang kemampuan yang anda miliki.

Personal branding dilakukan ya memang untuk memperluas jaringan networking dan dikenal.

10. Apa dan bagaimana mengukur kesuksesan seseorang dalam membentuk personal branding pak Fadhol?

Jawaban: Kesuksesan seseorang membangun personal branding adalah saat orang lain dapat merasakan adanya ikatan emosional dengan anda walaupun sebenarnya anda tidak saling mengenal.

Itulah beberapa jawaban dari pertanyaan seputar personal branding saat ini. Semoga kita dapat lebih cerdas dalam menampilkan personal branding di manapun kita berada dan dapat lebh bijak melihat peluang di media sosial.

Ket: wawancara yang dilakukan oleh mahasiswa magister salah satu sekolah tinggi swasta jurusan managemen and social di jakarta pada penulis.