Perasaan Orang Introvert Saat Berada Di Lingkungan Kerja

Perasaan Orang Introvert Saat Berada Di Lingkungan Kerja

 

Perasaan Orang Introvert Saat Berada Di Lingkungan KerjaPerasaan Orang Introvert Di Lingkungan Kerja – Lingkungan kerja terkadang menuntut seseorang untuk dapat berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Hal ini disebabkan antara satu orang akan mendukung orang yang lainnya dalam hal pekerjaan. Begitu pula dengan penyelesaian pekerjaan satu orang dapat menjadi pembeban atau peringan pekerjaan orang yang lainnya.

Bagi orang yang luwes dan mudah untuk berinteraksi ataupun berkomunikasi seperti halnya orang yang ekstrovert mungkin hubungan komunikasi tidaklah sulit untuk dilakukan, namun hal berbeda akan dirasakan oleh orang yang memiliki kecendrungan kepribadian yang introvert.

Bagi anda yang memiliki rekan, maka pehamilah mereka apabila mereka cendrung irit dalam berbicara dan menanggapi sesuatu. Bukan karena mereka sakit gigi ataupun mulut yang alami terkunci, melainkan mereka hanya lelah jika harus terlalu banyak berkomunikasi.

Berikut ini dapat menjadi gambaran yang biasana dirasakan oleh orang yang memiliki kepribadian introvert di tempat kerja. Untuk anda yang menjadi rekan kerjanya hal ini menjadi cara untuk dapat memaklumi mereka agar kekompakan terus terjaga.

  1. Lelah

Aktifitas sosial di tempat kerja terkadang membuat mereka lelah. Kecendrungan seorang introvert yang lebih senang untuk quality time dalam suasana tenang akhirnya membuat mereka seringkali merasa tidak nyaman jika pada saat bekerja diajak untuk berbasa-basi membicarakan hal-hal tidak penting.

Kelelahan ini juga sering dirasakan seorang interovert dikala teman-teman sekantor mengajak mereka untuk berkegiatan diluar, semisal jalan-jalan, shoping, atau nggosip bareng sembari nongkrong di warung kopi. Kelelahan yang terjadi ini, paling banyak akibat konflik dalam dirinya dimana ia hendak menolak namun karena tidak enakan akhirnya mereka mengikutinya.

Jika anda memiliki rekan kantor yang cendrung berkepribadian introvert seperti ini maka sebaknya sebelum anda mengajaknya keluar atau nongki-nongki, tanyalah keadaan dirinya terlebih dahulu, hindari untuk menjustifikasi dengan prasangka negative seperti kuper, sosok yang apatis tidak mau ngumpul-ngumpul/bersosialisasi, dan julukan negative lainnya.

Untuk anda yang cendrung introvert maka jangan sungkan untuk mengungkapkan rasa keengganan anda dengan alasan yang masuk akal atau memang anda rasakan. Tak perlu untuk mengarang cerita yang berlebihan jika memang anda tidak ingin berkumpul di luar jam kerja. Ada kalanya memang anda sebaiknya untuk berkumpul dan berkatifitas dengan mereka karena, dengan berkumpul dan berinteraksi maka anda akan lebih memahami orang-orang di sekitar anda.

  1. Merasa Di Bicarakan

Entah hal ini memang kenyataan atau pun hanyalah perasaan namun rasa-rasa di bicarakan dari belakang sering dirasakan oleh orang yang introvert. Hal ini disebabkan karena mereka yang introvert cendrung lebih nyaman jika mengerjakan pekerjaan secara sendirian. Akhirnya rekan sekantor yang membutuhkan anda namun enggan untuk meminta bantuan anda membuat cerita yang tidak-tidak dengan rekan yang lainnya.

Apakah anda pernah mengalami hal seperti ini?

Jika anda memiliki rekan yang introvert seperti ini, maka tak perlu ragu untuk mengkomunikasikan setiap pekerjaan yang memang harus dikerjakan sembari berkomunikasi. Urusan nanti ia menanggapi sekedarnya tidak mengapa, karena memang tipikal orang denga kepribadian introvert membuthkan tenaga ekstra jika harus melakukan pekerjaan sembari berinteraksi. Jadi bukan karena mereka sombong ya, positif thinking saja.

Jika anda sendiri orang yang memiliki kepribadian introvert seperti ini, maka untuk mengurangi prasangka yang tengah berkecamuk di dalam diri anda, cobalah untuk mengkonfirmasikan dengan orang yang dekat dengan anda tenatang gosip yang beredar tentang diri anda. Hal ini dilakukan agar anda lega dan tidak merasa dibicarakn terus menerus.

Berprasangka baik adalah hal yang mudah dikatakan namun terkadang perlu perjuangan jika menjalankan. Namun jika anda berprasangka baik dengan siapapun, apapun yang terjadi akan membuat hati anda tenang dan tentram.

  1. Merindukan Orang yang Dapat Memahami Pola Pikir Anda Dalam Bekerja

Perasaan orang introvert yang terakhir yaitu merasa rindu. Menemukan orang yang dapat memahami diri kita memang menjadi saat-saat yang dirindukan. Terlebih lagi di lingkungan kerja. Bagi seorang introvert. Kecendrungan seorang introvert yang terkadang sulit dipahami oleh rekan lainnya membuat mereka merasa lingkungan sekitarnya menekan dirinya. Hingga ia membutuhkan seseorang yang mampu memahami pola pikirnya untuk dapat menyelaraskan pola kerja yang dimilikinya.

Saat-saat ini juga merupakann saat dimana orang introvert akan merasa tidak betah dan memutuskan untuk resign jika lingkungan kerjanya terus menerus tidak mampu memahami pola pikir yang dimilikinya.

Bagi anda sebagai rekan atau atasan, maka evaluasi secara berkala menjadi sangat penting untuk di lakukan. Seorang rekan mungkin dapat melakukan evaluasi dengan cara santai saat istirahat, sembari menanyakan kendala apa yang dirasakan selama bekerja. Tak usah melulu memulai dengan ngobrol kerjaan, namun di mulai dengan topic ringan, hingga keluarga pun juga bisa dilakukan.

Jika seorang atasan anda dapat melakukan evaluasi dan mencoba mereka mendiskusikan hasil pekerjaannya. Tanyakan pula perasaan selama ia bekerja, atau beberapa kesulitan yang tengah di hadapinya.

Itulah 3 hal mendasar dari perasaan orang introvert dalam suasana kerja, terlebih suasana kerja yang membutuhkan intensitas dalam berinteraksi dengan rekan kerja ataupun orang lain.

Bekerja bukan hanya berbicara mencari nafkah dan membahagiakan keluarga di rumah. Namun bekerja juga menjadi ajang perantara seorang manusia untuk memaksimalkan potensi diri dan sarana beribadah kepada yang maha kuasa By: Muhamad Fadhol Tamimy

________________________________________________________________________________

Segera dapatkan buku Sharing-Mu, Personal Branding Mu langsung di Psikologi Indonesia, atau di toko Buku Terdekat

Sharing-mu, Personal Branding-mu
Pemesanan melalui Psikologi Indonesia akan mendapakan tanda-tangan penulis langsung (Rp 65,000)