Pengertian, Jenis, Gejala dan Penyebab Skizofrenia adalah?

Posted on

Skizofrenia adalahSkizofrenia adalah salah satu gangguan psikologis berat, atau bisa dikenal dengan istilah psikosis. Ciri dan Karakteristik dari skizofrenia ini bisa muncul karena banyak hal, dan bisa muncul pada siapa saja. Namun demikian, beberapa penelitian mengatakan bahwa skizofrenia lebih sering terjadi karena faktor atau pengaruh genetik. Jadi, apabila ada anggota keluarga yang mengalami riwayat skizofrenia, maka ada kemungkinan keturunannya pun akan mengalami gangguan skizofrenia ini.

Bagaimana Melihat apakah seseorang mengalami skizofrenia atau tidak?

Untuk dapat melihat apakah seseorang mengalami skizofrenia atau tidak, maka ada beberapa kriteria dan juga karakteristik dari skizofrenia yang bisa anda pahami dan amati. Berikut ini adalah beberapa ciri dan karakteristik dari skizofrenia :

  1. Mengalami delusi

Delusi atau waham merupakan salah satu karakteristik utama dan juga penting yang muncul pada mereka yang mengalami gangguan skizofrenia. Delusi sendiri mengacu pada pemahaman yang salah pada mereka yang mengalami skizofrenia. Contoh dari delusi atau pemahaman yang salah ini misalnya adalah merasa bahwa dirinya adalah seorang nabi, merasa bahwa dirinya adalah Tuhan, merasa bahwa dirinya mampu untuk berpindah – pindah tubuh, dan lain sebagainya.

Delusi lebih dianggap sebagai suatu pemahaman yang tidak masuk akal dan jauh melenceng dari pemahaman dan juga kondisi normal yang biasanya ada pada manusia. Namun demikian, delusi juga bisa saja muncul sebagai suatu gangguan tersendiri, tanpa melibatkan adanya gangguan skizofrenia.

  1. Mengalami halusinasi

Secara sederhana, ciri dan karakteristik dari skizofrenia yang satu ini adalah melihat sesuatu yang tidak ada. Misalnya melihat bayangan – bayangan aneh, yang sebenarnya memang tidak ada sama sekali. Halusinasi yang muncul pada mereka yang mengalami skizofrenia, bukanlah disebabkan karena adanya pengaruh obat – obatan tertentu, ataupun kondisi penyakit medis lainnya yang sering menyebabkan halusinasi.

  1. Pola berbicara yang aneh dan tidak terorganisir

Mereka yang mengalami skizofrenia memiliki karakteristik cara bicara yang khas, yaitu tidak terorganisasi dengan baik. Bisa jadi berbicara asal dan tidak sesuai dengan akal sehat, atau berbicara tidak teratur seperti layaknya orang yang mengalami gangguan bahasa. Seringkali berbicara tanpa adanya lawan bicara, dan yang paling sering adalah tidak nyambung ketika diajak bicara. Anda mungkin membahas A, namun mereka yang mengalami skizofrenia akan membalas percakapan anda dengan Z.

  1. Perilaku yang aneh dan tidak biasa

Orang yang mengalami skizofrenia atau ODS (Orang dengan Skizofrenia) biasanya mengalami pola perilaku yang aneh dan juga seringkali tidak masuk akal. Sering berdiri mematung (seperti pada tipe katatonik), berjalan jalan di tempat yang sama dan muter – muter disitu saja, memungut sampah dan barang – barang di jalan, dan perilaku aneh lainnya yang tidak sesuai dengan akal sehat.

  1. Gejala – gejala negatif lainnya

ODS juga memiliki banyak gejala–gejala negatif. Yang dimaksud dengan gejala negatif adalah gejala yang seharusnya dimiliki oleh orang normal, namun tidak dimiliki oleh ODS. Misalnya saja afek yang datar (tidak tertawa ketika melihat hal yang lucu), atau malah tertawa ketika ada hal yang menyedihkan, dan sebaliknya. Tidak memiliki pola pikir yang rasional, dan masih banyak lagi. Gejala negatif ini banyak muncul pada mereka yang mengalami tipe skizofrenia disorganisasi.

Itu adalah beberapa ciri dan karakteristik dari skizofrenia yang perlu anda ketahui. Ciri dan karakteristik skizofrenia tersebut bisa menjadi dasar juga bagi psikolog atau psikiater untuk melakukan penegakan diagnosis bagi para ODS.

Yuk, Kenali Jenis – Jenisnya

Skizofrenia merupakan salah satu gangguan psikologi, atau dikenal juga sebagai gangguan psikopatologis yang memiliki gejala yang cukup rumit dan juga membingungkan. Mereka yang mengalami skizofrenia, alias ODS (Orang Dengan Skizofrenia) biasanya memiliki realitas yang kacau, dimana mereka tidak dapat membedakan mana yang benar, mana yang salah.

Selain itu, biasanya ODS juga memiliki gejala emosi yang datar, dan juga afeksi yang tidak sesuai, misalnya tertawa sendiri, ataupun tertawa saat harusnya bersedih dan menangis. ODS seringkali kita sebut dengan istilah orang gila (meskipun sebenarnya istilah orang gila ini cenderung kasar). Nah, skizofrenia sendiri ternyata memiliki beberapa jenis – jenis yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa jenis dari skizofrenia yang harus anda ketahui :

  1. Jenis Skizofrenia Disorganisasi / Disorganized

Jenis skizofrenia yang pertama ini merupakan salah satu jenis skizofrenia yang paling umum, dan juga cukup banyak ditemukan kasusnya. Anda pernah melihat ODS yang sering berjalan tak tentu arah di jalanan kota, tanpa pakaian, atau terlihat seperti gelandangan? Itulah jenis skizofrenia disorganisasi atau disorganized. Mereka yang mengalami skizofrenia tipe ini biasanya memiliki realitas yang benar – benar kacau, afek yang tidak sesuai, dan juga tentu saja sangat tidak sesuai dengan karakteristik manusia normal pada umumnya. Berikut ini adalah beberapa contoh karakteristik dari skizofrenia disorganisasi yang bisa anda amati :

  • Asal bicara dan tidak terorganisir, misalnya berteriak – teriak sendiri tanpa ada yang menjadi penyebab
  • Hilang realitas, tidak tahu siapa dirinya, tidak tahu waktu dan tanggal, serta seolah tidak merasa bahwa orang lain ada
  • Emosi yang datar dan tidak sesuai
  1. Jenis Skizofrenia Katatonik / Catatonic

Jenis skizofrenia ini merupakan jenis skizofrenia yang bisa dikatakan unik dan juga lucu. Mereka yang mengalami skizofrenia jenis ini, memang masih memiliki realitas yang cukup baik (tentu saja dalam kategori ODS), namun salah satu keunikannya adalah, ODS yang mengalami jenis katatonik ini memiliki kebiasaan atau kecenderungan untuk freezing, alias membuat dirinya kaku. Mereka dengan sengaja membuat bagian tubuh mereka menjadi kaku dan tidak bergerak, seperti bagian – bagian sendi, otot, dan sebagainya. Mereka yang mengalami gangguan skizofrenia katatonik ini, akan sangat terlihat, karena mereka tidak banyak bergerak, dan lebih mirip patung.

Misalnya saja si ODS yang mengalami skizofrenia jenis katatonik ini sering berdiri di perempatan jalan dan berdiri saja tanpa bergerak sama sekali. Apabila anda pernah melihat ODS yang berperilaku seperti itu, maka itu adalah ODS yang mengalami gangguan skizofrenia jenis katatonik.

  1. Jenis Skizofrenia Paranoid

Jenis skizofrenia paranoid mungkin merupakan bagian dari gangguan skizofrenia yang paling sulit dilihat. Apabila anda hanya sekedar mengobservasi saja, maka mereka akan terlihat biasa saja tanpa adanya gangguan. Namun, biasanya, gejala dari skizofrenia jenis paranoid ini akan terlihat ketika anda mengajak mereka mengobrol dan juga melakukan interaksi dengan mereka.

ODS yang masuk ke dalam jenis skizofrenia paranoid ini, memiliki ketakutan yang sangat berlebihan akan suatu hal yang tidak nyata, alias halusinasi. Misalnya saja, ODS paranoid ini mengaku dikejar – kejar oleh alien dari masa depan, namun faktanya, memang alien yang mengejar dia tidak ada, dan hal tersebut hanyalah halusinasi saja. Tentu saja kemunculan halusinasi tersebut bukan karena efek obat – obatan yah.

Sebenarnya, ada satu tipe dari skizofrenia lainnya, yaitu tipe residual. Tipe residual ini sebenarnya bisa saja dikategorikan sebagai jenis dari skizofrenia, namun demikian, skizofrenia residual ini merupakan ODS yang sudah “sembuh” dan sudah mengalami terapi untuk menghilangkan gejala skizofrenianya. Meski demikian, gejala skizofrenia di dalam diri ODS tersebut masih ada, dan bisa saja kambuh apabila mengalami pemutusan medikasi / farmakoterapi.

Gejala – Gejala Skizofrenia Adalah

Individu dengan Gejala Skizofrenia biasanya mendengar suara-suara yang tidak didengar orang lain. Beberapa penderita bahkan menyakini bahwa orang lain membaca pikiran mereka, mengendalikan bagaimana mereka berpikir, atau merencanakan hal yang jahat terhadap mereka. Pada pasien yang menderita skizofrenia akut, hal ini membuat mereka menjadi panik dan menyendiri.

Gejala dan tanda-tanda skizofrenia sendiri bervariasi, tergantung pada masing-masing individu. Gejala-gejala tersebut diklasifikasikan menjadi empat kategori, yaitu gejala positif seperti delusi, gejala negatif seperti acuh pada orang lain, gejala kognitif seperti memiliki konsentrasi yang buruk, dan gejala emosional seperti tidak mampu menunjukan simpati.

Berikut ini adalah Gejala Skizofrenia:

  1. Delusi – Pasien skizofreni merasa teraniaya, sekaligus merasa tidak berdaya. Dia mungkin merasa bahwa ada aktor di luar sana yang mengendalikan segala Mereka juga mungkin berpikir bahwa mereka memiliki kekuatan dan bakat yang luar biasa. Beberapa pasien dengan skizofrenia dapat menyembunyikan perasaan dan pemikiran dari banyak orang untuk melindungi diri dari penganiayaan yang hanya ada dalam khayalan mereka.
  2. Halusinasi – mendengar suara-suara, melihat, merasakan, mencicipi, atau berbau hal-hal yang sebenarnya tidak ada atau tidak terjadi, tapi tampak sangat nyata untuk pasien.
  3. Gangguan berpikir – penderita bisa melompat dari satu hal ke yang lain tanpa alasan yang logis, yang membuatnya sulit untuk diikuti. Apa yang dikatakan pasien mungkin kacau dan membingungkan. Dalam beberapa kasus, pasien percaya bahwa seseorang memainkan pikirannya.

Gejala Skizofrenia lain yang mungkin meliputi:

  1. Kurangnya motivasi – pasien lupa melakukan kegiatan rutin, seperti mencuci dan memasak. Karena itu, sangat penting bagi kerabat atau teman dekat untuk memahami bahwa hal ini terjadi karena sakit, dan tidak ada hubungannya dengan kemalasan.
  2. Miskin emosi – mereka salah menempatkan diri untuk menanggapi sagal sesuatu, seperti salah tempat untuk tertawa atau bersedih.
  3. Menarik diri dari lingkungan sosial – pasien dengan skizofrenia yang menarik diri secara sosial sering biasanya karena dia percaya bahwa seseorang akan menyakiti mereka. Alasan lain bisa diakibatkan ketakutan berinteraksi dengan manusia lain karena keterampilan sosial yang buruk.
  4. Tidak menyadari penyakitnya – halusinasi dan delusi tampak begitu nyata bagi pasien, banyak dari mereka yang bahkan tidak percaya kalau mereka sakit. Mereka mungkin menolak untuk berobat yang sangat bisa membantu mereka karena takut efek sampingnya.
  5. Kesulitan kognitif – kemampuan pasien untuk berkonsentrasi, mengingat hal-hal, merencanakan ke depan, dan untuk mengatur dirinya sendiri sangat menurun.

Penyebab Skizofrenia Adalah?

Tak seorang pun mampu menentukan satu Penyebab Skizofrenia . Para ahli percaya beberapa faktor umumnya terlibat sebagai penyebab timbulnya Skizofrenia . Di bawah ini adalah daftar faktor-faktor yang diduga menjadi Penyebab Skizofrenia:

  1. Gen Keluarga Anda

Penyebab Skizofrenia yang pertama adalah faktor Gen keluarga. Jika tidak ada riwayat skizofrenia dalam keluarga Anda, maka resiko Anda untuk menderita skizofrenia hanya kurang dari 1%. Namun, risiko menderita skizofrenia akan naik 10% jika salah satu orangtua Anda adalah penderita.

Sebuah penelitian di Swedia menemukan bahwa skizofrenia dan gangguan bipolar memiliki penyebab genetik yang sama.  Peneliti utama, Profesor Patrick Sullivan, dari Universitas Kedokteran North Carolina mengatakan  bahwa penelitian tersebut memberikan gambaran jelas untuk memahami lebih lanjut tentang skizofrenia. Tujuannya adallah mencari cara menonaktifkan penyakit mental ini.

  1. Ketidak-seimbangan kimia di otak

Para ahli percaya bahwa ketidakseimbangan dopamin sangat berpengaruh sebagai penyebab timbulnya skizofrenia. Mereka juga percaya bahwa ketidakseimbangan ini kemungkinan besar disebabkan oleh gen yang membuat Anda rentan terhadap penyakit. Beberapa peneliti mengatakan lain kadar serotonin juga mungkin menjadi penyebabnya.

Perubahan fungsi otak yang terkunci, seperti persepsi, emosi dan perilaku, membuat para ahli menyimpulkan bahwa otak adalah situs biologis skizofrenia. Skizofrenia dapat disebabkan oleh sinyal yang rusak di otak, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular Psychiatry.

  1. Hubungan yang tidak harmonis keluarga

Tidak ada bukti untuk membuktikan atau bahkan menunjukkan bahwa hubungan keluarga dapat menyebabkan skizofrenia. Beberapa pasien dengan penyakit percaya bahwa ketegangan keluarga dapat memicu kekambuhan.

  1. Lingkungan Sekitar

Meskipun belum ada bukti yang pasti, banyak yang menduga bahwa trauma perinatal (sekitar 5 bulan sebelum dan sampai satu bulan setelah lahir)  dan infeksi virus dapat berkontribusi terhadap perkembangan penyakit.

Skizofrenia sering ditemukan muncul didahului oleh stres. Sebelum gejala akut yang jelas, orang dengan skizofrenia dapat menjadi pemarah, pencemas, dan tidak fokus. Hal ini dapat memicu masalah hubungan, perceraian dan pengangguran. Faktor-faktor ini sering disalahkan atas timbulnya penyakit, meski yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu penyakit lah yang menyebabkannya. Oleh karena itu, sangat sulit untuk mengetahui apakah skizofrenia disebabkan tekanan tertentu atau terjadi sebagai akibat dari tekanan tersebut.

  1. Obat-Obatan Tertentu

Ganja dan LSD diketahui dapat menyebabkan skizofrenia kambuh. Menurut Pemerintah Negara Bagian Victoria di Australia, untuk orang-orang yang memiliki skizofrenia, penggunaan ganja dapat memicu kekambuhan penyakit yang bisa menjadi kondisi yang melumpuhkan dan berlangsung selama sisa hidup mereka. Selain itu, beberapa obat yang diresepkan juga dapat menyebabkannya.

Apakah Saya Saat Ini Memiliki Gejala Skizofrenia?

Nama : arief xxxx
E-mail : lh080446@gxx.com
Judul : Apakah Saya Saat Ini Memiliki Gejala Penyakit Skizofrenia?
Isi Konsultasi : Umur saya 30 waktu itu saya ngerasa otak saya tegang sebelah kanan terus kalau buat berfikir susah sekali saya. Ngerasa cemas kenapa ya otak saya jadi gini, terus tiap malam gak bisa tidur hati rasanya gak tenang. Terus juga di otak saya kenapa selalu terpintas atau teringat ingat kegiatan yang nanti saya lakukan ini itu.

Terus kayak hati sama pikiran kok gak sejalan juga otak rasanya gak fokus terus ngerasa saya selalu terbayang bayang terselip di otak saya. Kenapa saya kok gak bisa berpikir jernih terus mau ngelakukan sesuatu jadi bingung dan rasa timbul otak saya rasanya gak bisa berfikir. Saya coba periksakan di psikiater lalu di kasih obat kalxetin dan clobazam. Saya minum kok efeknya saya kok rasanya kayak bingung linglung. Agak lupa dan sekarang saya minum abilify efeknya tenang tapi ngerasa otak saya kok rasanya sulit berfikir juga agak lupa terus kayaknya otak saya kalau berfikir kok gak spontan

Jawaban: Skizofrenia merupakan salah satu gangguan psikologis, atau dikenal juga sebagai gangguan psikopatologis yang memiliki gejala yang cukup rumit dan juga membingungkan. Mereka yang mengalami skizofrenia, alias ODS (Orang Dengan Skizofrenia) biasanya memiliki realitas yang kacau, dimana mereka tidak dapat membedakan mana yang benar, mana yang salah. Selain itu, biasanya ODS juga memiliki gejala emosi yang datar, dan juga afeksi yang tidak sesuai, misalnya tertawa sendiri, ataupun tertawa saat harusnya bersedih dan menangis

Kriteria Diagnosis Skizofrenia

Mendiagnosa mengalami gejala-gejala skizofrenia atau tidak, diperlukan suatu kriteria-kriteria tertentu. Berikut ini adalah kriteria umum dalam diagnosa skizofrenia :

  1. Adanya waham atau delusi (pemikiran dan pemahaman yang salah, misalnya merasa bahwa dirinya adalah titisan dewa, nabi, dan sebagainya)
  2. Munculnya halusinasi
  3. Perilaku yang disorganisasi (tidak teratur, terutama dari aktivitas umum sehari-hari, seperti makan, minum, berpakaian)
  4. Adanya gejala negatif, seperti misalnya afeksi yang datar, tidak memiliki minat sama sekali, dan sebagainya.
  5. Terdapat disfungsi sosial, tidak dapat berfungsi secara optimal di dalam lingkungan sosial, seperti pekerjaan, hubungan interpersonal, dan dalam hal merawat diri
  6. Observasi selama beberapa bulan

Melihat dari keluhan yang ditanyakan, sepertinya anda tidak perlu khawatir, karena diri anda tidak masuk ke dalam ciri-ciri gangguan skizofrenia.

Namun demikian, melihat adanya rasa sakit pada bagian otak (kepala), dan adanya keluhan merasa cemas. Maka ada kemungkinan anda mengalami gangguan kecemasan umum dan juga pain disorder.

Gangguan Kecemasan Umum / Generalized Anxiety Disorder

Gangguan kecemasan umum merupakan bagian dari spektrum gangguan kecemasan (dalam DSM-IV TR), sebagai suatu kekhawatiran yang berlebihan dan meresap dan disertai oleh berbagai gejala somatic. Gejala somatic salah satunya adalah kemunculan rasa nyeri atau sakit pada bagian tubuh tertentu, seperti pusing, sakit kepala, masalah pencernaan dan masalah fisik lainnya.

Ada beberapa ciri-ciri umum dari gangguan kecemasan umum ini, seperti :

  1. Munculnya kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan tentang aktivitas atau pun kejadian tertentu di dalam hidup
  2. Sulit mengendalikan ketakutan
  3. Munculnya beberapa gejala lain, seperti:
  • Gelisah
  • Mudah merasa lelah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Pikiran terasa kosong
  • Sensitif dan mudah tersinggung
  • Munculnya ketegangan otot
  • Seringkali muncul masalah tidur
  1. Kadang rasa khawatir ini akan menyebabkan anda menderita atau mengalami masalah klinis, atau juga menghambat anda dalam lingkungan sosial

Untuk gangguan kecemasan umum, disebabkan oleh banyak hal. Yang harus anda lakukan pertama kali adalah coba mengkonsultasikan hal yang membuat anda menjadi cemas. Identifikasikan hal apa saja yang bisa menyebabkan kecemasan tersebut muncul. Untuk melakukan hal ini, anda bisa dibantu oleh psikolog untuk melihat lebih jauh, sebenarnya apa yang menjadi penyebab munculnya kecemasan tersebut, dan memastikan apakah anda benar-benar mengalami gangguan kecemasan umum, atau mengalami gangguan kecemasan lainnya.