Mengenal Lebih Dekat Dengan Psikologi Abnormal

Posted on

Apa itu Psikologi Abnormal?

Psikologi Abnormal merupakan cabang ilmu psikologi yang mempelajari mengenai abnormalitas pada individu. Abnormal sendiri memiliki arti tidak normal. Jadi, secara harafiah, psikologi abnormal merupakan ilmu psikologi yang mempelajari mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan individu yang tidak normal. Psikologi abnormal sangat erat kaitannya dengan nuansa Psikologi Klinis, dan juga masalah – masalah individu, seperti gangguan mental, dan juga gangguan kepribadian. Dan tentu saja, psikologi abnormal ini juga erat kaitannya dengan DSM, PPDGJ, dan juga ICD.

Apa saja sih yang termasuk ke dalam kategori tidak normal?

Nah, mungkin masih banyak yang bingung mengenai kondisi tidak normal. Berikut ini adalah penjelasan mengenai kondisi tidak normal.

Sebelum memahami mengenai abnormalitas pada psikologi, kita terlebih dahulu mendefinisikan apa itu arti dari kata “normal”. Normal, merupakan nama lain dari rata – rata, atau yang umum, dan biasa terjadi. Manusia lahir dengan dua tangan dan kaki itu normal. Manusia tanpa tangan, itu tidak normal. Lalu, dari sisi psikologis, apa saja yang disebut normal, dan mana yang disebut tidak normal? Kita perlu mengetahui, Psikologi adalah ilmu yang dibangun atas dasar perhitungan statistika (dimana hampir semua disiplin ilmu memegang prinsip ini). dalam statistika dikenal sebuah kurva yang disebut kurva normal. Gambar di bawah ini adalah contoh dari kurva normal.

Seperti bisa kita lihat, dalam kurva normal, terdapat 6 buah bagian, dengan 5 garis. Garis yang berada di tengah adalah garis mean atau rata – rata. Wilayah nomor 3 dan juga nomor 4 adalah wilayah dimana terdapat istilah “normal”, dimana rata – rata atau kebanyakan orang berada pada wilayah tersebut. wilayah 1,2,4, dan juga 6 merupakan wilayah yang disebut abnormal atau tidak normal, yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu :

  1. Ekstrem kiri, dengan valensi negative

Individu yang berada pada wilayah ekstrem kiri, merupakan individu yang tidak memiliki apa yang dimiliki oleh orang normal. Individu seperti ini adalah individu yang cenderung kekurangan, misalnya saja adalah :

  1. Mengalami retardasi mental
  2. Mengalami masalah pada saat kelahiran
  3. Individu yang memiliki kecenderungan kepribadian depresif
  4. Individu yang mengalami masalah – masalah kelainan mental dengan prognosis yagn negatif
  5. Ekstrem kanan, dengan valensi positif

Individu yang ada pada ekstrem kanan merupakan individu yang memiliki apa yang tidak dimiliki oleh orang normal. Sering kita kenal sebagai individu yang gifted. Contoh dari individu abnormal ekstrem kanan antara lain adalah :

  1. Individu yang genius, dengan IQ diatas 150
  2. Anak indigo
  3. Individu yang memiliki indera ke-6

Ya, menurut psikologi abnormal, mereka yang memiliki IQ jenius, atau diatas 150, ataupun mereka yang memiliki kemampuan lebih, seperti indera ke 6 ataupun indigo adalah mereka yang masuk ke dalam ruang lingkup abnormal. Karena itu, baik mereka yang masuk ke dalam ekstrem kiri maupun ekstrem kanan, memiliki kebutuhan khusus dalam hidup mereka, namun banyak yang kurang menyadari hal tersebut. Untuk mengetahui hasil IQ harus melakukan Tes Inteligensi yang sudah pernah di bahas di Psikoma.com ini.

Tujuan dari psikologi abnormal adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai kondisi abnormal yang dialami oleh individu, dan memberikan treatment atau solusi terbaik yang bisa dilakukan kepada mereka yang masuk ke dalam wilayah abnormal. Namun demikian, solusi atau intervensi yang dilakukan BUKAN untuk mengubah individu abnormal menjadi normal, namun lebih ditujukan untuk membuat mereka yang abnormal menjadi bisa berkomunikasi dan juga berinteraksi dengan orang normal dalam konteks kehidupan mereka sehari  – hari.

Apa saja yang dipelajari oleh psikologi abnormal?

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, abormalitas terdiri dari eksterm kiri dan juga ekstrem kanan. Psikologi abnormal mempelajari mengenai kedua bentuk tersebut. selain itu, psikologi abnormal juga mempelajari mengenai gangguan – gangguan yang muncul di dalam diri individu, seperti :

  1. Skizofrenia
  2. Gangguan – gangguan kepribadian
  3. Gangguan disfungsi se__ks__ual
  4. Masalah inteligensi
  5. Dan berbagai masalah lainnya, yang muncul pada DSM, PPDGJ, ataupun ICD.

Manfaat dari Psikologi Abnormal

Psikologi Abnormal sendiri memiliki banyak manfaat. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari psikologi abnormal :

  1. Membantu individu yang normal dalam memahami apa itu abnormalitas, dan bagaimana menghadapi mereka yang berada dalam kategori abnormalitas
  2. Membantu mereka yang mengalami abnormalitas, agar mampu berinteraksi sosial senormal mungkin dengan lingkungan sosialnya
  3. Mengembangkan penelitian, intervensi dan juga alat-alat bantu yang berguna untuk melakukan intervensi secara klinis kepada mereka yang masuk ke dalam kategori abnormal.

Pada Pembahasan Abnormal ini juga banya dibahas di Psikologi Klinis termasuk banyak buku yang sudah kami rekomendasikan.

Ciri – ciri yang menunjukan perilaku abnormal

Psikologi Abnormal

Jika membahas sesuatu yang abnormal maka setiap orang pasti akan memusatkan pikiran pada suatu hal yang jauh dari tingkat kewajaran. Pada umumnya perilaku abnormal dianggap sebagai suatu tindakan yang tidak sesuai norma dan cenderung dinilai negative. Kriteria seseorang yang terlalu agresif bahkan sebaliknya terlalu pasif juga dikategorikan sebagai perilaku abnormal. Dalam dunia psikologi terdapat beberapa ciri – ciri yang menunjukan perilaku abnormal berikut ini :

  1. Melanggar Norma Sosial

Salah satu ciri – ciri perilaku seseorang dikatakan abnormal yakni ketika ia menyalahi atau melanggar norma sosial  yang berlaku. Menyimpangnya seseorang dari hal – hal yang lazim dilakukan oleh orang kebanyakan bisa saja memicu timbulnya perspektif masyarakat untuk menilai orang  tersebut tidak normal. Tentunya telah menjadi suatu kewajaran untuk dianggap benar adalah seseorang yang mengikuti perilaku mayoritas orang serta mentaati norma sosial yang ada.

  1. Merasakan Tekanan Batin Berkepanjangan

Seseorang yang selalu merasakan tekanan batin berkepanjangan biasanya ditandai dengan munculnya rasa cemas, kesedihan mendalam, penyesalan bahkan rasa bersalah secara terus menerus sehingga menyebabkan seseorang tidak peka terhadap realita disekitarnya. Dari sudut pandang psikologi, perilaku negatif yang berlangsung lama dikategorikan sebagai perilaku menyimpang atau abnormal.

  1. Mengejar Kepantasan dan Kematangan

Seseorang mempunyai ambisi tinggi dalam mengeja kepantasan dan kematangan di usia yang tidak seharusnya demi pengakuan sekitar juga dapat dikatakan sebagai perilaku yang tidak normal. Dalam perspektif ilmu psikologi, seorang anak yang merasa demikian pada dasarnya membutuhkan penghargaan untuk setiap perilaku positif yang telah ia lakukan. Tentunya sebelum anak berusaha menarik perhatian orang tuanya dengan perilaku yang tergolong abnormal sebaiknya sebagai orang tua harus bisa meluangkan waktu demi memenuhi ekspektasi atau harapan anak.

  1. Tidak Seimbangnya Zat Biokemis dalam Syaraf Tubuh

ciri – ciri seseorang mengalami perilaku abnormal yakni bisa ditandai dengan datangnya gangguan abnormalitas seperti insomnia, hilangnya nafsu makan, menurunnya sistem kekebalan tubuh serta energi yang semakin menurun. Semua gejala tersebut terjadi karena tidak seimbangnya zat biokemis dalam syaraf tubuh manusia.

  1. Disfungsi Psikologis

Ketika panca indra bekerja secara aktif dan menyebabkan seseorang mengalami trauma kembali atas apa yang telah terjadi sebelumnya merupakan salah satu gejala perilaku abnormal. Fase ini disebut dengan istilah disfungsi psikologis dimana setiap kali seseorang mengingat kejadian yang membuatnya trauma kembali maka pada saat itu juga akan muncul keyakinan dalam dirinya bahwa ia tidak lagi sanggup melewati suatu keadaan atau kenyataan hidup.

  1. Rasa Iri Akan Kebahagiaan Orang Lain

Jika dilihat dari aspek sosial, maka ketika seseorang merasakan iri atau ketidaksukaan terhadap kebahagiaan orang lain merupakann gejala awal yang berpotensi menyebabkan seseorang  tersebut melakukan tindakan abnormal. Bahkan pada beberapa kasus, orang yang merasa iri ini akan berusaha dengan cara apapun untuk mengganggu atau merebut sumber kebahagiaan bahkan merusaknya supaya orang lain juga turut merasakan perasaan tidak suka. Hal ini tentunya merupakan contoh tindakan abnormal dengan cara menyimpang atau melanggar dari aturan norma sosial yang umumnya berlaku.