Belajar Membaca Kondisi Psikologis Lewat Ekspresi Wajah Yang Ditampilkan

Posted on

ekspresi wajahMembaca ekspresi wajah – Siapa pun tentu menginginkan kehidupan harmonis di laluinya. Baik dalam keluarga, persahabatan, karir, bisnis, hingga hubungan asmara. Semua hal tersebut dapat berjalan dengan baik melalui sebuah komunikasi yang saling terhubung dengan baik.

Namun yang menjadi permasalahan adalah, terkadang dalam komunikasi pun tak semua orang mampu untuk memahami maksud antara para komunikan yang terjadi. Untuk itu maka penting sekali kita mempelajari cara membaca gestur seseorang. Dalam kesempatan kali ini kita akan belajar menerka pesan bahasa tubuh sebagai bagian cara membaca gesture.

Seperti dilansir dalam buku berjudul gesture karangan ramdani (2015) sebelum membaca gesture kita perlu untuk memahami Ekspresi Makro dan Mikro.

Ekspresi Wajah Makro Dan Mikro

Membaca ekspresi wajah – Bahasa yang mana paling banyak memberikan sebuah informasi seseorang adalah melalui ekspresi wajah. Nah, di dalam Ilmu psikologi, terdapat dua jenis dari ekspresi yang ditunjukkan oleh wajah, yaitu makro dan mikro.

Ekspresi makro yaitu adalah ekspresi mimik wajah yang dapat dengan mudah kita mengamatinya dan membedakan. Misalkan saja, tersenyum atau menangis. Sedangkan ekspresi mikro yaitu ekspresi yang tak disadari dan terjadinya biasanya cenderung dalam waktu relatif yang singkat. Itu sebabnya ekspresi mikro lebih sulit untuk di amati.

Dari mikro ekspresi inilah, kita dapat menerka apakah lawan bicara kita sedang berbahagia, sedih, takut, kaget, muak, marah atau bahkan menganggap remeh kita. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana cara menilai dan apa indikatornya? Hal tersebut dapat berupa gerakan sudut mulut, gerakan sudut mata, dan pergerakan otot pipi.

  1. Bahagia/ senang

Ekspresi singkat yang mana dapat menunjukkan seseorang itu, sedang bahagia ataukah senang dapat ditunjukkan melalui senyuman. Senyuman merupakan sebuah ekspresi positif yang dapat menunjukkan seseorang tersebut sedang merasakan kebahagiaan ataukah menyenangi sesuatu. Lalu bagaimanakah raut wajah orang yang berbahagia tersebut?

Kita dapat melihat indikatornya yaitu di bagian otot pipi yang bergerak naik dan juga kedua sisi atau tepi bibir membentuk senyuman.

  1. Marah atau Jengkel

Ekspresi wajah jengkel ini biasanya akan muncul dikarenakan rasa ketidaknyamanan atau pun timbul dari kesesuaian antara apa yang diharapkan dengan sebuah kenyataan. Kita pun dapat melihat ekspresi ini dari pada sisi alis di bagian dalam yang menyatu dan ia condong ke bawah, lalu bibir yang menyempit, dan juga pandangan mata yang menajam.

  1. Sedih

Mungkin kita juga sering melihat wajah yang sedih. Kesedihan ini dapat muncul daripada kekecewaan ataupun rasa kehilangan sesuatu. Ekspresi wajah sedih ini dapat ditinjau daripada bagian mata yang kehilangan fokus, lalu pada bagian bibir tertarik ke arah bawah, dan juga kelopak mata atas terkulai.

  1. Takut

Perasaan ini terkadang muncul secara tiba – tiba, namun hal ini adalah bentuk ekspresi yang manusiawi. Ketakutan yang dirasakan biasanya muncul karena ia mengalami ketidakmampuan untuk mengatasi segala sesuatu hal. Pun juga, pada saat ia berada dalam suasana yang ia anggap seram. Ekspresi dari rasa takut ini dapat dilihat dari kedua alis yang mana naik secara bersamaan, kelopak mata menegang, dan juga bibir yang terbuka membentuk horizontal.

  1. Muak

Orang yang sedang dalam keadaan muak biasanya timbul dikarenakan melihat segala sesuatu yang tak pada tempatnya ataupun mendengar yang tak layak ataupun mau untuk di dengar. Ekspresi orang yang sedang muak dapat kita baca di area batang hidung yang berkerut dan bibir atas naik.

  1. Kaget atau terkejut

Ekspresi kaget ataupun terkejut dapat muncul saat seseorang memperoleh pesan yang belum ia ketahui sebelumnya. Pesan ini pun biasanya bersifat mendadak, di luar dugaan atau penting. Raut wajah yang kaget ini dapat diidentifikasi dari kedua alis mata yang naik, mata terbuka lebar, serta mulut yang refleks terbuka.

  1. Menganggap remeh

Tak jarang pula kita menemui orang – orang yang sombong. Sehingga ia kerap menganggap remeh oleh orang lain, seolah – olah taka da perasaan hormat sama sekali pada lawan bicaranya. Ekspresi ini dapat ditunjukkan dari gerakan yang menaikkan salah satu sudut bibir.

Itulah pernak-pernik cara membaca kondisi psikologis lewat ekspresi wajah yang ditampilkan oleh seseorang. Membaca kondisi psikologis lewat ekspresi akan sangat menguntungkan jika kita dapat menguasainya. Keuntungan dari membaca ekspresi wajah tersebut dapat  dirasakan dari segi cinta, ekonomi, lain sebagainya. Namun diperlukan untuk proses belajar yang mendalam guna menguasai dan sensitive terhadap tanda-tanda ekspresi tersebut.

Mengapa Tertawa Menular?

Mengapa Tertawa Menular?Mengapa Tertawa Menular? Sepertinya emosi seorang manusia memiliki dampak yang sangat menular. Misalnya, tawa satu orang disambut segera oleh orang lain. menurut penelitian oleh Finlandia Universitas Aalto dan Turku PET Pusat penelitian yang telah dipublikasikan di dalam sebuah Proceedings of The National Academy of Sciences

Menurut penelitian yang dimuat dalam Prosiding The National Academy of Sciences, emosi yang kuat terjadi karena sinkronisasi aktivitas otak dari individu yang berbeda. Melihat ekspresi emosional seperti senyum maupun tawa dalam diri seseorang sering memicu respons emosional pada orang lain yang sesuai pada pengamatan tersebut. Hal ini pun kemungkinan menjadi elemen dasar interaksi sosial: sinkronisasi keadaan emosi yang umum di semua anggota kelompok yang otaknya memproses dari yang mereka telah lihat di lingkungan sekitar themin dengan cara yang sama.

Bagaimana Cara Hal Itu Diteliti?

Para peneliti Finlandia yang mengukur aktivitas otak dengan pencitraan resonansi magnetik fungsional sementara peserta melihat sebentar hal yang menyenangkan, netral, dan menyenangkan peneliti. Mereka menemukan bahwa emosi yang kuat dan menyenangkan disinkronkan jaringan pengolahan peserta otak emosi di frontal dan garis tengah wilayah sementara film yang sangat membangkitkan disinkronisasi aktivitas dalam jaringan otak mendukung visi, perhatian, dan rasa sentuhan.

Mengapa Tertawa Menular?

Menurut Profesor Lauri Nummenmaa dari Universitas Aalto, berbagi kondisi emosional membantu memahami keinginan dan tindakan orang lain dalam mendengarkan atau menyesuaikan dengan mereka. Penyetelan otomatis ini seperti halnya memfasilitasi interaksi sosial dan juga proses kelompok.

Hasil ini pun memiliki implikasi besar bagi model neural saat emosi manusia dan juga perilaku kelompok, tetapi hasil ini pun juga memperdalam pemahaman kita tentang gangguan mental yang melibatkan proses sosio emosional abnormal.

Menjelaskan Tertawa yang Menular

Dr Sophie Scott, yang merupakan salah satu dari peneliti senior di Institute of Cognitive Neuroscience mengatakan bahwa ketika kita berbicara dengan seseorang, kita sering bercermin dengan perilaku mereka, menyalin kata-kata yang mereka gunakan dan meniru gerak tubuh mereka. Sekarang kami telah menunjukkan bahwa muncul sama berlaku untuk tertawa, terlalu – setidaknya pada tingkat otak.

Peneliti mengukur respon otak menggunakan scanner fMRI. Beberapa suara positif, misalnya tawa atau kemenangan, dan suara yang tidak menyenangkan, seperti menjerit atau muntah. Semua memicu respon di daerah premotor kortikal otak, yang mempersiapkan otot-otot wajah untuk merespon sesuai yang didengar. Namun, respon yang lebih besar muncul untuk suara positif, menunjukkan bahwa hal yang menyenangkan ini lebih menular dari contoh negatif. Para peneliti percaya ini menjelaskan mengapa terkadang kita menanggapi tawa atau sorakan di sekitar kita dengan senyum yang terpaksa.

Tipe Kepribadian Seseorang Dilihat Berdasarkan Foto Profile Sosial Media

Tipe Kepribadian Seseorang Dilihat Berdasarkan Foto Profile Sosial MediaSosial media saat ini sudah berkembang dengan sangat pesat dan hampir tidak terbendung. Semua orang menggunakan sosial media, baik secara aktif maupun secara pasif (silent reader). Hal ini memunculkan banyak penelitian baru yang berhubungan dengan sosial media, salah satunya adalah penelitian mengenai tipe kepribadian seseorang berdasarkan foto profil sosial media yang dimiliki / digunakan.

Liu, Pietro, dkk (2016) menerbitkan sebuah jurnal penelitian mengenai 66.000 foto profil sosial media, yaitu twitter, dan melihat kepribadian seseorang berdasarkan twit yang diposting oleh mereka. Analisa kepribadian dilakukan dengan cara melihat ciri-ciri kepribadian dari teori Big Five Personality, yang disampaikan melalui bagaimana seseorang memposting twit di dalam akun twitter mereka. berikut ini adalah hasil penelitian tersebut:

  1. Openess To Experience

Tipe kepribadian pertama dari Big Five Personality adalah openess to experience. Tipe kepribadian ini cenderung memiliki intelektual yang tinggi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa tipe dari kepribadian ini cenderung memiliki foto profil yang tidak berbentuk wajah, bisa jadi objek, atau foto dari belakang. Kebanyakan, orang dengan tipe kepribadian ini menggunakan teknik yang sifatnya estetis dan dinamis, seperti menggunakan efek-efek foto yang menarik, hitam putih, contrast tinggi, blur, dan sebagainya, dengan proporsi yang menarik dan tentu saja estetik (tidak terkesan asal-asalan, dan terlihat artistik).

  1. Conscientiousness

Tipe kepribadian berikutnya adalah conscientiousness yaitu tipe kepribadian yang berhubungan dengan keteraturan dan sesuatu yang terorganisir dengan baik. Orang dengan tipe kepribadian ini cenderung menggunakan foto profil sosial media yang menunjukkan satu wajah saja (foto sendirian dengan wajah yang terlihat jelas dan besar). Kebanyakan mereka menggunakan foto profile yang berwarna / colorful, dan jarang menggunakan foto profile hitam putih/grayscale.

Kebanyakan ekspresi wajah mereka menunjukkan ekspresi emosi yang positif, seperti tersenyum tertawa, bahagia, dan cenderung sangat ekspresif.

  1. Extraversion

Extraversion merupakan tipe kepribadian yang berhubungan dengan kelekatan dengan dunia luar. Mereka yang memiliki tipe kepribadian ini cenderung memiliki foto profil yang sangat cerah dan berwarna. Biasanya jarang menggunakan efek yang berlebihan, dan cenderung tidak estetis, yang penting foto tersebut cerah dan bisa terlihat.

Kebanyakan orang dengan kepribadian extraversion menggunakan foto profile yang tidak sendirian (beramai-ramai). Hal ini membuat orang dengan kepribadian extraversion cenderung memiliki rasio ukuran wajah yang kecil di dalam sebuah foto.

  1. Agreeableness

Tipe dari kepribadian berikutnya, yaitu agreeableness merupakan tipe kepribadian yang berhubungan dengan harmoni dan kooperatif. Mereka kebanyakan memajang foto profile dengan wajah yang ditunjukkan, colorful (namun tidak secerah/secolorful extraversion). Mereka juga tidak menunjukkan nilai artistik dari foto profil.

  1. Neuroticism

Tipe dari kepribadian ini merupakan tipe kepribadian yang berhubungan dengan emosi dan perasaan negatif, seperti kecemasan. Mereka yang memiliki kepribadian ini cenderung menggunakan foto profile yang simple, bahkan sangat simple dengan pilihan warna yang negatif (cenderung hitam putih). Mereka juga tidak menunjukkan sisi artistik/estetik dari foto profile mereka sama sekali. Dan cenderung tidak menunjukkan wajah di dalam foto profil mereka.

Nah, itu adalah beberapa tipe kepribadian big five berdasarkan foto profil yang digunakan di sosial media. Apakah anda bisa melihat kecocokan antara foto profil anda dengan hasil penelitian tersebut?