Menyingkap Rahasia Mekanisme Pikiran Dalam Kehidupan

Menyingkap Rahasia Mekanisme Pikiran Dalam Kehidupan

Posted on

Sebagaimana contoh, misalkan saja tahun lalu anda pernah naik angkutan umum, dan anda mengalami kecelakaan sehingga Anda pun akhirnya takut untuk naik angkutan umum. Keesokannya Anda naik taksi, namun sialnya anda mengalami kecelakaan yang serupa, sehingga akhirnya anda takut naik taksi juga. Lalu anda memutuskan untuk naik ojek keesokan harinya, namun naas lagi, anda mengalami kecelakaan yang sama.

Apabila semua kejadian yang telah terjadi tersebut menjadi suatu hal permanen bagi diri anda dan tidak di filter, pastinya anda tak akan pernah berani naik kendaraan apapun.

Meskipun demikian, ada sebuah hal yang mampu untuk menembus filter tersebut. Salah satunya yaitu repetisi atau pengulangan. Suatu informasi, pikiran, ucapan, dan juga tindakan yang telah diterima serta dilakukan sebuah pengulangan sangat memungkinkan sekali untuk menciptakan suatu nilai yang permanen.

Selain itu, dapat pula dilakukan dengan melakukan pendekatan hypnosis, baik itu yang dilakukan oleh para hypnotist ataupun hypnotherapist bahkan jika anda melakukan sendiri, yang disebut sebagai self hypnosis.

Repetisi Yang Mempengaruhi

Menyingkap Rahasia Mekanisme Pikiran Dalam KehidupanData data yang berasal daripada informasi, ucapan, pemikiran, dan juga kebiasaan-kebiasaan yang akan dilakukan setiap hari akan dapat tersimpan dengan baik di dalam memori pikiran alam bawah sadar. Lalu hal tersebut teraplikasi di dalam pkiran bawah sadar hingga lama kelamaan memungkinkan untuk terciptanya akumulasi yang dapat terjadi akibat suatu pengulangan (repitisi) data secara terus menerus, yang lantas dapat menciptakan nilai nilai yang mana mampu mempengaruhi perilaku dari seseorang.

Disini saya akan memberikan sebuah contoh paling mudah, bagaimana suatu kebiasaan tersebut, baik itu pemikiran dan ucapan dapat mempengaruhi dari perilaku dan juga karakter seseorang.

Perhatikanlah orang yang pernah hidup di desa dengan melakukan aktivitas bercocok tanam, secara turun temurun (dalam kata lain warisan dari budaya orang tua dan juga leluhur). Pada saat mereka memutuskan untuk pindah dari desa ke kota dan akhirnya menjadi sukses, biasanya ia suatu saat kembali lagi ke kampong halamannya dan membangun rumah ataupun membeli sebidang tanah untuk asset di hari tuanya. Atau apabila ia tetap tinggal di kota, mereka akan membeli sebuah rumah yang memiliki halaman sangat luas di depan ataupun belakang rumahnya.

Dengan hal itu lalu mereka pun melakukan aktivitas yang pernah mereka jalani di waktu kecil (pengalaman pribadi ataupun keluarganya), yaitu bercocok tanam meskipun hanya sekedar bunga. Mereka teringat pada nilai-nilai yang sudah tertanam semenjak masa kecil, meskipun tak mutlak semua kejadiannya sama persis.

Ciri dan juga karakter sangatlah dipengaruhi oleh nilai-nilai yang tertanam di dalam pikiran bawah sadarnya, baik hal itu melalui pikiran, ucapan, ataupun dari tindakannya sehari-hari, sehingga daripada itu, tanpa disadari ia akan mempengaruhi perilaku dari mereka di dalam kehidupan.