Ini Dia Rahasia Agar Anda Dapat Lolos Tes Psikotes Dengan Mudah

Ini Dia Rahasia Agar Anda Dapat Lolos Tes Psikotes Dengan Mudah

Tes Psikotes

Tes psikotes kerap dikenal dengan beberapa istilah salah yaitu assesmen psikologi dan juga psikotes. Keduanya mungkin memiliki makna yang hampir berdekatan dan hampir sama, meskipun keduanya memiliki perbedaan yang sangat besar. Perbedaan tersebut yaitu assesment psikologi bersifat lebih komprehensif dengan melibatkan beragam pendekatan lain di luar dari tes psikologi secara umum, seperti pada pengamatan, penggalian informasi dari beberapa pihak, dan wawancara yang terkait dengan klien.

Tes psikologi itu sendiri menjadi salah satu kebutuhan yang amat penting dalam berbagai ruang lingkup manusia. Tak semata terkait dengan hal – hal yang bersifat klinis saja, namun tes psikologi juga digunakan di dalam lingkup ruang kerja.

Tes psikologi juga disebut dengan psikotes. Psikotes merupakan salah satu hal yang pasti sering anda dengar bukan? Ketika anda akan melakukan proses perekrutan karyawan baru, penjurusan di sekolah, dan lain sebagainya.

Sebelum itu penting terlebih dahulu kita mengetahui apa itu psikotes itu sendiri.

Pengertian dari psikotes yaitu merupakan serangkaian tes yang bertujuan untuk memahami sebuah kondisi mental dan juga perilaku seseorang yang berdasarkan pada kaidah – kaidah psikologi. Secara umum, tes ini juga menggunakan beberapa metode dan juga serangkaian instrumen yang mana ia dijalankan guna mengukur aspek – aspek yang tak teramati secara langsung dalam diri manusia yang menyangkut aspek psikologi.

Tes ini menggunakan konstruksi tertentu guna mengukur kondisi tertentu pada manusia. Sebagai mana contoh, serangkaian tes yang digunakan untuk mengukur IQ manusia. Telah diketahui IQ adalah konstruk yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari kognitif manusia. Maka guna mengukur hal ini, kita tak mampu mengukur secara langsung, diperlukan serangkaian tools dalam mengungkapkannya, yaitu psikotes.

Tes ini bukanlah barang yang aneh, akan tetapi ia memiliki kepentingan yang spesifik dan juga educated seperti yang di jelaskan diantaranya yaitu; psikotes bukanlah alat untuk “menyingkirkan” kandidat yang tak diinginkan bahkan sebagai sarana “berlindung” bagi para penyelenggara atau tester. Psikotes dapat di pelajari secara realistis dan juga konsisten dan educated. Psikotes iut sendiri telah menjadi standar yang sangat lazim untuk mengintepretasikan dan juga memetakan kompetensi akademik dan psikis, khususnya di dalam dunia kerja.

Soal psikotes terdiri dari tes logika aritmatika, tes logika penalaran, tes analogi verbal, Kreapllin/ Tes Pauli, Wartegg Test, Draw a man Test, EPPS, ARMY ALPHA INTELEGENCE TEST, dan menggambar pohon

Nah, berikut ini adalah beberapa fakta menarik yang harus anda ketahui mengenai psikotes. Yuk simak beberapa fakta menarik mengenai psikotes di bawah ini:

  1. Fungsi utama dari psikotes adalah sebagai alat bantu pemeriksaan psikologis

Hal pertama yang harus anda ketahui mengenai psikotes adalah fungsinya. Psikotes sebenarnya memiliki fungsi utama hanya sebagai alat bantu dan tambahan dalam pemeriksaan psikologis. Psikolog dan praktisi di bidang ilmu psikologi harus kompeten dalam bidang wawancara dan observasi untuk melaksanakan pemeriksaan psikologis, dan psikotes hanya sebagai alat bantu saja yang dapat menambahkan kondisi psikologis seseorang.

  1. Psikotes terdiri dari beberapa macam tes psikologi yang dirangkai menjadi satu

Psikotes biasanya dilakukan dengan cara merangkai beberapa macam tes psikologi di dalam satu sesi. Misalnya saja psikotes untuk rekrutmen, dimana terdapat beberapa alat test psikologi yang digunakan dalam satu sesi. Banyaknya penggunaan alat test ini tidak lain adalah untuk melengkapi data dan memastikan bahwa data yang diperoleh sudah cukup.

  1. Psikotes dibuat berdasarkan hasil penelitian yang cukup panjang

Nah, ternyata psikotes dibuat dan disusun melalui proses penelitian dan pengembangan yang cukup panjang loh. Bahkan beberapa psikotes membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun untuk pengembangannya. Beberapa psikotes populer, bahkan masih mengalami pembaruan dan pengembangan hingga saat ini. Hal ini membuktikan bahwa ilmu psikologi adalah ilmu yang dinamis.

  1. Berbeda psikotes, maka berbeda pula hasilnya

Banyak orang, mungkin termasuk anda yang hanya mengasosiasikan psikotes dengan nilai IQ saja. Padahal, berbeda psikotes, akan berbeda pula hasilnya. Tes inteligensi pun tidak semuanya menghasilkan nilai atau skor IQ. Jadi, kenali dulu psikotes apa yang akan diberikan kepada anda, supaya anda nantinya tidak salah dan tidak kecewa dengan hasil yang akan anda peroleh.

  1. Psikotes bisa menjadi acuan kondisi psikologis seseorang, tapi tidak bersifat mutlak

Psikotes mungkin bisa mengukur IQ, kepribadian, atau masalah psikologis seseorang. namun hal ini tentu saja tidak bersifat mutlak. Maksudnya adalah, bukan berarti semua hasil psikotes harus dipercaya 100%, karena ada faktor lain yang bisa mempengaruhi hasil psikotes, misalnya ketika mengikuti psikotes, anda sedang sakit atau mengalami masalah. Pasti hasilnya akan berbeda ketika anda berada dalam kondisi yang fit.

  1. Beberapa psikotes membutuhkan penyesuaian supaya bisa digunakan di negara tertentu

Ternyata, meskipun memiliki dasar teori yang sama, atau fungsi yang sama, bukan berarti psikotes ini sifatnya universal. Banyak psikotes yang harus mengalami perubahan dan penyesuaian terlebih dahulu sebelum bisa digunakan di sebuah negara. Mulai dari proses penerjemahan, hingga penyesuaian pertanyaan, soal, gambar, dan lain sebagainya dengan budaya dari negara yang akan dituju.

Itulah 6 fakta menarik mengenai soal psikotes yang harus anda ketahui. Semoga fakta – fakta ini dapat membantu menambah wawasan anda mengenai ilmu psikologi dan juga psikotes

Tips dalam Menghadapi Psikotes

Tips dalam menghadapi psikotes. Psikotes atau test psikologi merupakan sebuah alat bantu yang mampu mengukur trait – trait psikologis yang ada di dalam diri individu. saat ini , penggunaan psikotes atau alat test psikologi sudah sangat luas dan universal, dan biasa digunakan untuk kepentingan :

  1. Assesmen klinis
  2. Rekrutmen dalam bidang industry, organisasi dan perkantoran
  3. Penjurusan, Minat dan bakat
  4. Pengukuran Inteligensi di sekolah – sekolah
  5. Dan masih banyak lagi

Penggunaan alat test pada dasarnya tidak mengikat, yang artinya psikolog, psikiater, ataupun institusi terkait bebas menggunakan alat test apapun sesuai dengan kebutuhannya, tanpa dibatasi oleh aturan – aturan tertentu, selama administrasi dan juga interpretasi dari masing – masing alat test tersebut sudah sesua dengan ketentuan.

Banyak orang berusaha keras dalam menghadapi psikotes, agar mendapatkan hasil yang bagus. Hal tersebut sebenarnya kurang diperlukan, karena pada dasarnya psikotes akan mengungkap potensi apapun yang ada di dalam diri individu itu sendiri, sehingga hasil dari psikotest adalah representasi atau proyeksi dari diri inidividu atau peserta itu sendiri. Ada beberapa tips dalam menghadapi psikotest, baik untuk kepentingan rekrutmen ataupun kepentingan klinis, yaitu :

  1. Istirahat yang cukup sebelum mengikuti psikotes

Tips pertama yang bisa anda lakukan adalah istirahat yang cukup, dan penuhi asupan nutrisi anda dengan baik. Perlu anda ketahui, psikotes merupakan salah satu kegiatan yang sangat menguras tenaga, baik secara fisik maupun emosi. Konsentrasi dalam mengerjakan psikotes adalah hal yang penting. Karena itu, anda haruslah memiliki kondisi tubuh yang fit pada saat mengerjakan psikotes, agar anda bisa mencapai hasil yang optimal. Tidur yang cukup, makan makanan bergizi dan jaga kesehatan adalah tips pertama ketika anda akan menghadapi psikotes.

  1. Mengerjakan psikotes sesuai kemampuan, jangan memaksakan diri

Tips kedua yang bisa anda lakukan adalah dengan mengerjakan psikotest tersebut sesuai dengan kemampuan diri anda. anda bisa melewati soal – soal yang anda anggap sulit (pada test – test inteligensi), dan menjawab sesuai dengan apa yang anda rasakan atau anda pikirkan (pada test – test kepribadian). Hal ini akan membantu anda dapat mengerjakan psikotes dengan baik dan tanpa adanya tekanan.

  1. Hindari adanya praktik faking good

Salah satu hal yang paling penting, adalah menghindari faking good. Faking good merupakan kondisi dimana individu atau peserta psikotest secara sengaja mengerjakan soal atau tugas dalam psikotest mendekati kesempurnaan, dan bukan sesuai dengan kondisi dirinya sendiri. Alat test psikologis yang sering dijadikan sebagai ajang faking good adalah test grafis, yaitu DAP, BAUM, HTP, dan juga Wartegg. Hal ini disebabkan karena sudah banyak beradar buku mengenai interpretasi dari test tersebut, sehingga banyak yang menipu, agar diri mereka terlihat bagus dan baik melalui hasil interpretasi test.

Padahal hal ini malahan bisa menjadi boomerang bagi mereka sendiri, karena apa yang mereka buat di dalam psikotest tidak sesuai dengan kepribadian mereka, yang tentunya hal ini akan dengan mudah terlihat pada saat pelaksanaan observasi dan juga wawancara. Hal ini wajib untuk dihindari, agar hasil dari psikotes tersebut memang benar – benar merupakan representasi dari diri anda sendiri.

Ketiga tips tersebut sudah cukup bagi anda agar bisa mengerjakan psikotes dengan baik. Yang terpenting adalah anda harus menjadi diri anda sendiri pada saat mengerjakan psikotes, dan memfokuskan diri anda pada soal, tugas, dan juga pernyataan yang diberikan kepada anda, dan menjawab sesuai dengan kemampuan dan keinginan anda, tanpa adanya pengaruh – pengaruh dari stimulus eksternal.

Mengapa psikotes atau tes psikologi ?

Apakah anda hendak melamar kerja ? Atau melamar beasiswa ? Jenis pekerjaan seperti apa yang akan anda dapatkan ? Apakah anda melalui berbagai jenis seleksi ? Seperti apa sajakah seleksi yang diberikan oleh pihak perusahaan ? Apakah bagian HRD atau Human Capital menyebut – nyebut nama tes psikotes dalam rangkaian seleksinya ?

Biasanya tes psikologi ini banyak dipakai dalam pemilihan atau seleksi. Baik seleksi karyawan, seleksi pegawai, seleksi masuk ke sekolah, seleksi masuk ke perguruan tinggi, seleksi beasiswa, seleksi sekolah akademi seperti militer dan kepolisian dan seleksi instansi professional lainnya. Mengapa harus dilakukan tes psikologi atau psikotes ?

Banyak kasus yang menyebutkan, bahwa secara intelegensi atau kognitif ia memenuhi syarat. Secara fisik dan ketahanan tubuh ia lolos. Namun secara psikologi yang diseleksi menggunakan psikotes tidak. Mengapa hal tersebut bisa terjadi ? Sesulit apakah soal psikotes ini ? Dan mengapa banyak sekali orang yang akhirnya harus gugur dalam menjalani tes psikologi ini ?

Dalam artikel kali ini akan kita bahas tentang apa itu psikotes, dan tips yang dapat anda coba agar anda dapat lulus psikotes, cobalah cara berikut ini yang dapat membantu anda lolos melewati tes psikologi berikut ini

Tes psikologi atau juga dikenal dengan psikotes merupakan salah satu bentuk seleksi yang dilakukan oleh pihak yang berkepentingan. Misal dari yayasan, perusahaan, sekolah, dan lain sebagainya. Tujuannya adalah untuk mengukur beberapa aspek individu yang dinilai secara psikis.

Pemberian psikotes ini bisa dilakukan pada anak –anak sampai orang dewasa. Bentuknya berupa tes tertulis, evaluasi verbal, atau proyektif yang bisa digunakan untuk mengukur fungsi kemampuan kognitif dan emosional dari calon yang direkrut.

Tentu saja tes ini berbeda dengan tes potensi akademik atau TPA. Secara mendalam, psikotes ini mengarah pada seleksi kepribadian seseorang. Jadi tidak dilihat siapa yang pintar. Karena banyak kasus, seseorang dengan inteligensi biasa namun lolos psikotes justru malah bisa diterima dari calon yang memiliki inteligensi sangat tinggi.

Bagaimana bentuk tes psikotes itu ?

Tentu saja para HRD atau human capital memiliki berbagai cara untuk menyeleksi karyawan yang masuk. Bukan hanya diukur dengan satu alat psikotes saja. Namun berbagai alat untuk melihat keakuratan yang ada. Seperti apa sajakah tes psikologi atau tes psikotes itu ?

Ada banyak jenis tes yang digunakan saat tes psikotes. Beberapa diantaranya tes wartegg, tes pauli, tes kraeplin, dan lain sebagainya. Tentu saja sudah banyak rumor yang beredar mengenai tes – tes tersebut. Tentang bagaimana cara pengerjaannya, tentang bagaimana cara agar hasilnya lebih baik, dan lain sebagainya.

Lantas bagaimana cara agar anda bisa lolos ? Persiapkan hal berikut ini :

  1. Sebelum mengerjakan, baca doa dahulu

Sangat disarankan anda untuk berdoa ketika memulai tes. Berdoalah menurut keyakinan anda agar tesnya bisa dimudahkan oleh Yang Maha Esa.

  1. Siapkan alat tulis lengkap dan cadangannya

Penting untuk menyiapkan alat tulis lengkap. Seperti bolpoin 2, pensil, penghapus, tipe x, dan penggaris. Sangat disarankan untuk membawa bolpoin dan pensil cadangan.

  1. Agar bisa me – manage waktu, bawalah jam

Beberapa orang merasa bahwa jam menjadi alat yang wajib digunakan saat mau ujian tes. Sebab anda akan diminta mengerjakan dalam tenggang waktu tertentu. Agar bisa di – manage dengan baik, bawalah jam.

  1. Perhatikan instruksi dengan serius

Perlu anda garis bawahi, bahwa instruksi adalah hal yang paling diminta oleh pihak HRD. Maka yang perlu anda lakukan adalah konsentrasi dan memperhatikan seperti apa instruksi yang diberikan. Jangan sampai salah langkah. Karena setiap tes, bahkan setiap nomer memiliki instruksi yang berbeda – beda.

  1. Kerjakan dengan tenang

Paling penting saat anda mengerjakan tes adalah tetap tenang. Meskipun anda diburu waktu, sebisanya mengatur detak jantung agar stabil. Semakin anda bisa mengontrol emosi, semakin tenang otak anda mengerjakan.

6. Perbaiki Diri

Karena sifatnya psikotes adalah tes yang mengukur diri sendiri, maka sebaiknya anda mengerjakan sendiri dengan sebaik-baiknya. Perbaikilah diri dan konsistenlah dalam bersikap, karena saat anda telah konsisten dalam bersikap, maka jawaban anda dalam psikotes akan otomatis/ anda tau apa yang harus anda jawab.

7. Jangan Lupa Sarapan

Sebelum berangkat untuk mengikuti tes psikotes, maka sebaiknya anda sarapan dahulu. Karena mengerjakan psikotes membutuhkan tenaga yang prima dan fit, dengan tingkat konsentrasi tinggi. Jika anda tidak sarapan, maka kondisi anda tentu tidak baik.

8. Istirahat Yang Cukup

Usahakan malam sebelum andamengikuti serangkaian tes psikotes, hindari kebiasaan begadang/ tidur larut malam. Karena istirahat yang cukup adalah upaya kita agar dapat berkonsentrasi dengan baik saat mengerjakan tes psikotes itu sendiri.