Ini Dia Cara Mengatasi Insomnia Efektif Tanpa Resiko

Ini Dia Cara Mengatasi Insomnia Efektif Tanpa Resiko

Posted on

Ini Dia Cara Mengatasi Insomnia Efektif Tanpa Resiko Cara mengatasi insomnia efektif. Insomnia merupakan salah satu bentuk gangguan tidur, dimana mereka yang mengalami insomnia biasanya akan sangat sulit untuk memulai dan mempertahankan tidur. Hal ini berkaitan dengan banyak hal, mulai dari masalah kesehatan dan kebugaran tubuh, masalah psikologis, dan juga gaya hidup yang kurang teratur.

Mereka yang mengalami insomnia akan sangat sulit fokus dan berkonsentrasi pada aktivitasnya di keesokan hari, dan tentu saja akan berdampak buruk pada kondisi kesehatannnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Insomnia?

Cara mengatasi insomnia sebenarnya adalah susah – susah gampang. Dibutuhkan keinginan yang kuat dan kedisiplinan dalam pola hidup, supaya insomnia bisa hilang dan juga teratasi. Nah, berikut ini ada beberapa cara mengatasi insomnia yang bisa anda coba:

  1. Hindari mengkonsumsi makanan atau minuman yang menyebabkan sulit tidur.

Minuman mengandung kafein seperti kopi adalah salah satu hal yang menyebabkan munculnya insomnia. Bagi anda yang ingin mengatasi insomnia hingga tuntas, anda harus mampu untuk berhenti mengkonsumsi apapun itu yang menyebabkan sulit tidur. Salah satunya adalah kafein, yang terdapat pada berbagai macam minuman populer, salah satunya adalah kopi.

  1. Selalu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh dengan berolahraga rutin

Olahraga rutin adalah salah satu cara mengatasi insomnia yang cukup efektif dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Tidak perlu pergi ke gym tiap hari, namun cukup dengan berjalan kaki setiap akan pergi ke kantor, bermain badminton atau futsal pada akhir pekan, atau melakukan jogging selama 1 hingga 2 jam sebanyak 2 atau 3 kali dalam seminggu. Olahraga ringan seperti itu akan membantu anda mendapatkan kebugaran tubuh yang baik, sehingga akan sangat membantu anda dalam mengatasi masalah insomnia

  1. Makan secara teratur

Makan teratur juga dapat membantu anda mengatasi insomnia. Makan pagi, siang, dan juga malam pada waktu yang sudah fix akan membantu anda tidur lebih cepat. Apabila memungkinkan, anda bisa meminum susu putih tawar pada malam hari sebelum anda tidur. Hal ini akan sangat membantu anda dalam mengatasi masalah insomnia.

  1. Melakukan relaksasi dan meditasi

Meditasi dan relaksasi akan membantu pikiran anda menjadi lebih tenang dan juga rileks. Hal ini juga akan membantu anda secara psikologis dalam mengatasi masalah insomnia. Penelitian mengatakan, bahwa banyak kasus insomnia terjadi karena adanya masalah psikologis, mulai dari masalah psikologi ringan, hingga gangguan psikologis yang sangat berat. Karena itu, relaksasi secara psikologis sangat cocok untuk anda lakukan guna mengatasi insomnia.

  1. Menghindari tidur siang

Ada baiknya, bagi anda yang mengalami insomnia, anda melakukan skip pada tidur siang, alias melewatkan tidur siang. Hal ini akan membantu anda menjadi lebih lelah pada malam hari, dan memungkinkan anda untuk bias tidur lebih baik. Banyak orang yang seringkali sulit tidur karena pada siang harinya melakukan kegiatan tidur siang.

Nah, itu adalah 5 cara mengatasi insomnia alias sulit tidur yang bisa anda coba lakukan. Cukup mudah bukan? Selamat mencoba, semoga berhasil mengatasi insomnia anda.

Wanita Yang Kurang Tidur Beresiko Menderita Depresi Kronis

Wanita yang mengalami dampak kurang tidur selama satu malam beresiko mengalami depresi di hari berikutnya. Tapi penelitian menyebutkan bahwa jika hal tersebut sering terjadi, maka wanita memiliki resiko mengalami depresi kronis.

Wanita Yang Kurang Tidur Beresiko Menderita Depresi KronisHasil Penelitian

Peneliti David A. K. dari Universitas Kedokteran Michigan di Ann Harbor,  menyebutkan bahwa sebenarnya hasil penelitian tersebut tidak mengejutkan. Kurang tidur berpengaruh pada suasana hati yang buruk, yang, pada gilirannya, memperburuk kualitas tidur pada malam-malam berikutnya.

Lebih penting, ia menambahkan, adalah bahwa hubungan ini yang dapat dialami wanita muda yang sehat, bukan hanya penderita insomnia atau orang depresi.

Para peneliti mempelajari 171 mahasiswa perempuan selama dua minggu, dimulai dengan penilaian kuesioner yang menilai tingkat kecemasan dan depresi, lalu langkah-langkah yang dilaporkan harian terkait suasana hati dan kecemasan. Para wanita juga melaporkan total waktu tidur mereka, waktu benar-benar tertidur, dan peringkat kualitas tidur setiap malam.

Rata-rata, wanita tidur selama tujuh jam dan 22 menit setiap malam, mengambil 21 menit untuk tertidur. Secara keseluruhan, mereka dinilai kualitas tidur mereka “cukup baik.” Pada awal penelitian, sepertiga dari perempuan dinilai “berisiko” untuk depresi dan 17 persen memiliki kecemasan klinis yang signifikan.

Resiko Yang Merujuk Pada Depresi

Wanita yang rata-rata kurang tidur per malam selama periode dua minggu cenderung melaporkan gejala depresi yang lebih besar, atau ketidakmampuan untuk menikmati hal-hal yang menyenangkan. Tapi mereka juga cenderung melaporkan lebih dari gejala-gejala ini sehari setelah tidur malam sangat panjang.

Suatu malam yang kurang tidur dapat menurunkan suasana hati pada hari berikutnya. Namun sayangnya, “efek terapi dari malam kurang tidur biasanya bersifat jangka pendek, dan karena kurang tidur berulang meningkatkan resiko depresi, manfaat terapi kurang tidur pada depresi sederhana dapat jadi pilihan.

Ketika wanita merasa tertekan, mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur dan tidur yang berkualitas. Tingkat gejala depresi yang lebih tinggi cenderung membuat wanita tidur lebih larut, total waktu tidur yang lebih pendek. dan kualitas tidur yang lebih miskin.

Namun, tergantung pada penyebab masalah tidur, David menyebutkan kepada Reuters Health melalui email, bahwa pengobatan untuk depresi dan kecemasan dapat meningkatkan kualitas tidur.

“Sayangnya,” tambahnya, “individu yang mengalami depresi dan/ atau kecemasan yang telah berhasil melewati perawatan psikiatris dan tidak lagi mengalami saat itu, dapat kembali mengalaminya jika pola masalah tidur sering berulang. Akhirnya, masalah pun tidak bisa terselesaikan.”

Rela Case problem yang sampai menyebabkan gangguan ini

Permasalahan Psikologis Mahasiswa Yang Bekerja dan KuliahNama : Rania
E-mail : atikasxxx@gmail.com
Judul : Perkembangan dan klinis (Bekerja dan kuliah)
Isi Konsultasi : Dok, aku seorang mahasiswa yang kegiatan nya sambil bekerja di suatu perusahaan berbasis persero. Jam kerja dari senin-jumat, lalu kuliah sabtu-minggu. Hampir membuat aku ngerasa ngga tau harus berbuat apalagi. Semacam ga punya me time ama diri sendiri, teman, bahkan keluarga. Meski terkadang kalau malam pulang kerja tetap bisa kumpul keluarga dan hangout dengan teman, tapi setelah sampai dirumah aku itu selalu sedih, bahkan karna hal sepele sering nangis ga jelas.

Terjebak macet di jalanan aja aku sering nangis bahkan triak di dalam mobil. Sering ngerasa sepi padahal lagi di tengah keramaian. kayak hambar hampa kosong. Mood sering berubah ubah dalam sekejap. Awal nya mengira cuma berlangsung beberapa hari. Sudah berbulan bulan merasakan stress yang dirasa mendalam sekali. Setiap di jalan selalu ngerasa bakal jatuh, kecelakaan, bahkan ngerasa mau mati dalam waktu dekat. Sering mikir sendiri apa aku ini gila, kemudian meyakinkan lagi kalau aku ini ga gila kok, kemudian nangis. Denger lagu lagu melow aja rapuh bawaannya. Ngerasa butuh bahu seseorang itu benar, dulu saat punya pasangan setiap moood ga baik memang nangis di hadapan pasangan sampe sesegukkan dan akhirnya membaik karna ngerasa ada yg menghibur.

sekarang semenjak sendiri dalam kurun waktu 6 bulan, aku kayak ga nemu orang yg bisa di percaya buat berbagi ttg “gila” nya aku ini dok. Takut mereka ngira aku punya sakit kejiwaan, tapi aku nyangkal kalo aku ga begitu. dok, apa solusinya ? Aku hampir ga bisa tidur dengan tenang. Makan pun susah, tapi berat badan ku naik drastis. Aku yang awal nya aktif di semua sosial media, sekarang ngerasa ingin menutup akses dengan media sosial. Akun akun medsos sudah hampir di tutup semua. Aku benar2 ga mau ada orang yang tau keadaan aku lewat medsos, meski sesekali masih ingin membuka, tapi berfikir lagi kalau hal pribadi ga akan mau aku bagikan ke media sosial. Aku takut ada yg ngikuti aku kalau aku jalan. Aku tuh takut kalau bakal mati nantinya. Aku takut sama motor2 yang nyalip dengan cepatnya. Dok, apa kah aku ini gila ? 🙁

Jawaban

Mahasiswa yang bekerja dan kuliah – Hai Rania, bagaimana kabarnya? Semoga saat ini selalu dalam keadaan baik dan sehat selalu ya.

Waduh, sepertinya kurang tepat kalau mengatakan bahwa anda itu “gila” loh ya. Karena definisi seperti itu sangatlah kompleks, dan tidak dapat didiagnosa begitu saja, hanya karena ansa sering menangis atau merasa stress. Hal yang paling mungkin terjadi pada anda adalah anda hanyalah sedang penat dan mungkin tertekan dengan situasi yang anda alami. Hal ini mungkin memunculkan kecemasan di dalam diri anda, bahkan sampai anda mengalami insomnia, alias sulit untuk tidur.

Dan lagi, ada beberapa harapan atau masa-masa yang sebenarnya anda rindukan. Misalnya masa-masa bebas tanpa harus sibuk bekerja. Menikmati masa muda anda bersama teman-teman. berinteraksi dan lain sebagainya. Rasa hampa yang anda rasakan tersebut mungkin juga adalah akibat dari kesibukan dan padatnya aktivitas hingga anda melakukan hal-hal tersebut seperti begitu saja, tidak ada rasanya. Anda merasa anda mati rasa dengan apa yang sedang anda lakukan. Bukankah begitu ?

Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mencegah supaya hal ini tidak terus-terusan membelenggu diri anda. berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin bisa anda coba untuk membantu anda menjadi lebih baik :

  1. Melakukan rekreasi

Rekreasi dalam rangka refreshing dan “kabur” dari persoalan sepertinya akan sangat membantu anda dalam menghadapi situasi tersebut. Rutinitas yang padat, pastinya akan sangat berat dan memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk menyebabkan stress dan rasa tertekan. Karena itu, anda bisa mencoba untuk melakukan rekreasi, tidak perlu jauh dan mahal. Cukup dengan melakukan hobi anda, berkeliling blok rumah, karaoke, cuci mata di mall, belanja, pergi ke kebun binatang/taman kota, dan lain sebagainya bisa menjadi salah satu cara yang efektif dalam membantu anda menghadapi stress tersebut.

  1. Melakukan relaksasi dan juga meditasi

Relaksasi merupakan salah satu teknik dasar yang paling mudah dilakukan ketika anda berada dalam situasi yang berat, dan stressful. Untuk melakukan relaksasi, anda bisa melakukan langkah-langkah relaksasi yang pernah dimuat di dalam psikoma. Selain itu, belajar meditasi, atau yoga juga bisa menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah yang anda alami. Kegiatan ini akan memberikan rasa tenang dan nyaman, sehingga anda bisa mengatur kondisi anda, agar tidak mengalami situasi yang menyebabkan anda merasa “gila” tersebut.

3. Memandang Dari Sudut Pandang Yang positif

Memandang dari sudut pandang positif ini sangat bermanfaat untuk mengembalikan kembali, gairah dan semangat anda dalam menjalani perkuliahan dan bekerja. Memandang dari sudut pandang yang positif ini seperti, melihat dari kacamata kesiapan menghadapi masa depan anda dibandingkan rekan-rekan anda yang kerjaannya hanya kuliah-pulang, kuliah-pulang saja. Atau dari kacamata pekerja, yang mana anda akan memiliki keterampilan yang lebih dan skill yang di atas rata-rata, karena anda memiliki kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan professional disamping itu anda juga memiliki pengetahuan yang luas di bidang akademik.

Permasalahan ini juga dialami mahasiswa yang bekerja dan kuliah juga kok. Namun jika anda mampu beradaptasi secara tepat dengan beberapa hal di atas, semoga anda dapat menyeimbangkan dan mendapatkan timing tepat antara bekerja dan kuliah.

Itu adalah 3 hal yang bisa anda lakukan, selamat mencoba, dan semoga berhasil untuk membantu anda terlepas dari beban yang berat, dan situasi yang stressfull. Ingat, jangan pernah men-judge diri anda sendiri sebagai “gila”, karena hal itu malah akan semakin memperburuk situasi anda. Tetap berpikir positif dan yakin bahwa semua situasi, kejadian, dan masalah yang anda alami adalah anugerah yang harus disyukuri, dan selalu ada makna di setiap situasi tersebut.  Psikologi Mania