Apa Itu Self Esteem? Inilah Jawaban Yang Mencerahkan

Apa Itu Self Esteem? Inilah Jawaban Yang Mencerahkan

Posted on

Apa Itu Self EsteemApa Itu Self Esteem adalah suatu bagian dari pembelajaran ilmu psikologi, terutama psikologi sosial yang cukup banyak diperbincangkan dan juga diteliti. Bagaimana seseorang bisa mengembangkannya, berikut ini adalah beberapa penjelasannya.

Apa Itu Self Esteem

Pengertian dan definisi dari ahli psikologi banyak memberikan pemahaman mengenai apa itu self esteem. Misalnya,  menurut Coopersmith (1967) yang mengatakan bahwa self esteem adalah evaluasi yang dibuat oleh individu dan berhubungan dengan penghargaan terhadap dirinya sendiri. Individu cenderung mengekspresikan sikap setuju atau tidak setuju, serta meyakini apakah dirinya mampu atau tidak dalam melakukan sesuatu.

Tokoh psikologi lainnya, yaitu Roman (2005) mengatakan bahwa self esteem adalah suatu kepercayaan diri seseorang, dimana seseorang tahu dan paham mengenai apa yang terbaik bagi dirinya sendiri, dan bagaimana cara dia melakukannya.

Maslow, seorang tokoh psikologi humanistik mengatakan bahwa self esteem adalah suatu kebutuhan manusia yang harus dipuaskan dan dipenuhi. Pemenuhan akan kebutuhan self esteem ini menurut Maslow terbagi menjadi dua, yaitu kebutuhan akan penghargaan diri, dan kebutuhan akan penghargaan dari orang lain.

Lain lagi dengan definisi psikologi lainnya yang diungkapkan oleh Atwater. Atwater mengemukakan bahwa self esteem adalah cara seseorang merasakan dirinya sendiri, dimana seseorang akan menilai dirinya sendiri dan mempengaruhi perilaku dalam kehidupannya sehari-hari. Ketika seseorang memiliki yang tinggi, maka dia akan lebih menghargai hidupnya, dan melihat dirinya sebagai sesuatu yang bernilai. Itulah sedikit gambarannya menurut beberapa ahli dan peneliti dari ilmu psikologi.

Apa Saja Yang Mempengaruhi?

Self esteem adalah suatu trait atau bagian dari kepribadian seseorang. Self esteem sendiri dapat terbentuk karena berbagai macam pengaruh, baik internal ataupun eksternal. Nah, hal-hal yang dapat mempengaruhi sebagai berikut:

  1. Family support atau dukungan keluarga

Semakin seseorang didukung oleh keluarganya dalam melakukan sesuatu, maka hal ini akan sangat meningkatkan penghargaan diri seseorang, dan mempengaruhi penilaian terhadap dirinya sendiri menjadi semakin baik.

  1. Kompetisi

Adanya kompetisi masuk ke dalam bagian tantangan. Dengan semakin kuatnya tantangan, maka seseorang akan berusaha untuk melakukan yang terbaik. Hal ini akan memicu seseorang untuk berusaha dan lebih menghargai dan menilai dirinya sendiri secara positif dalam menghadapi tantangan.

  1. Penampilan

Penampilan secara fisik akan sangat mudah dalam meningkatkan dan mempengaruhi self esteem seseorang. Ketika seseorang memiliki penampilan fisik yang buruk, maka hal tersebut juga akan berperan dalam membuat self esteem seseorang menjadi negatif atau buruk.

  1. Kompetensi

Kompetensi juga memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap self esteem. Ketika seseorang mampu untuk menguasai berbagai macam kompetensi dan keahlian, maka secara otomatis hal ini akan meningkatkan penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri. Pastinya hal ini akan meningkatkan self esteem yang dimiliki oleh dirinya.

  1. Penghargaan dari orang lain

Penghargaan dan penerimaan dari orang lain dalam peningkatan self esteem adalah yang cukup penting. Ketika seseorang dihargai dan diterima oleh orang lain, maka penilaian terhadap dirinya sendiri pun akan meningkat. Begitu pula sebaliknya.

Nah, jadi pada intinya, self esteem adalah suatu bagian dari kepribadian individu yang bisa muncl karena dipengaruhi banyak faktor, baik dari faktor eksternal maupun di internal. Itulah sedikit gambaran mengenai pengertian self esteem, dan bagaimana self esteem bisa terbentuk.

Fakta Penting Tentang Pengaruh Media Terhadap Body Dissatisfaction

Pengaruh Media Terhadap Body DissatisfactionBody Dissatisfaction merupakan suatu kondisi dimana seseorang merasa tidak puas dengan kondisi fisiknya, yang kebanyakan disebabkan oleh karena bentuk tubuh, dan juga berat badan yang jauh dari kata ideal secara subjektif.

Ideal secara subjektif berarti kondisi tubuh ideal ini merupakan patokan yang dibuat sendiri, dan bukan didasarkan oleh perhitungan berat badan ideal yang terstandardisasi, seperti misalnya Body Mass Index, dan sebagainya. Ideal think, atau kondisi badan ideal yang subjektif ini banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah faktor sosial, dan juga faktor media.

Bagaimana faktor media bisa menyebabkan munculnya body dissatisfaction?

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kristen Van Vonderen dan William Kinnally dalam jurnal berjudul Media Effects on Body Image: Examining Media Exposure in the Broader Context of Internal and Other Social Factors, disebutkan bahwa faktor media memiliki sedikit pengaruh terhadap ketidakpuasan seseorang terhadap bentuk tubuhnya.

Hal ini pun berhubungan dengan ideal thin atau berat badan langsing yang ideal menurut mereka, yang dilihat berdasarkan pengamatan subjektif dari acara dan juga program-program di dalam media, salah satunya adalah televisi.

Kebanyakan program televisi menampilkan para artis yang memiliki bentuk-bentuk yang cenderung ideal, terutama dari bentuk tubuhnya. Hal ini pada akhirnya sedikit banyak mempengaruhi pandangan subjektif seseorang mengenai bentuk tubuhnya.

Namun demikian, meskipun media memiliki pengaruh terhadap masalah bentuk tubuh, hal ini tidak selamanya media seperti televisi memegang peranan penting. Bisa dibilang, masalah body dissatisfaction adalah sebuah efek secara tidak langsung yang dapat muncul dari adanya media massa, seperti televisi.

Hal ini muncul dari sebuah kondisi bernama social comparison, dimana seseorang cenderung membandingkan dirinya dengan sosok yang muncul pada media massa, sehingga menumbuhkan suatu kondisi tubuh ideal, namun diolah dari sudut pandang secara subjektif.

Faktor lainnya, yang menurut penelitian ini dapat mempengaruhi pandangan subjektif seseorang mengenai bentuk tubuh ideal adalah masalah self esteem atau kepercayaan diri, dan juga membanding-bandingkan dengan teman sebaya (peer comparison). Dua hal ini dinilai masih lebih kuat pengaruhnya terhadap pandangan mengenai tubuh yang ideal.

Apa dampak dari body dissatisfaction?

Lalu, apakah body dissatisfaction ini berbahaya bagi diri sendiri?

Tentu saja efeknya bisa berbahaya. Body dissatisfaction dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan makan, atau eating disorder.

Ada dua macam eating disorder yang umum dan biasa muncul pada mereka yang mengalami body dissatisfaction, yakni Bulimia nervosa dan Anorexia nervosa Kedua gangguan makan ini sangat berkaitan erat dengan adanya unsur body dissatisfaction, yang menyebabkan seseorang akan melakukan hal apapun, termasuk mengorbankan pola makannya supaya bisa mencapai kondisi tubuh yang menurut mereka ideal. Hal inilah yang justru akan menjadi bumerang, karena gangguan makan seperti anorexia dan juga bulimia akan menyebabkan organ-organ dalam tubuh mengalami masalah, karena tidak mendapatkan nutrisi yang sesuai, sehingga menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit.

Nah, itu adalah pengaruh media terhadap body dissatisfaction, yang bisa menyebabkan kemunculan eating disorder atau gangguan makan, yang mengganggu kesehatan. Semoga artikel mengenai hasil penelitian ini bisa bermanfaat untuk anda.