22 Jenis Tes Kepribadian Psikologi dan Inteligensi

Sebenarnya, apa itu tes kepribadian dan inteligensi di ilmu psikologi? Banyak yang menganggap bahwa tes psikologi merupakan sebuah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang. Pernyataan ini memang ada benarnya. Karena memang tes ini adalah sebuah alat ukur, yang digunakan untuk mengungkap trait – trait yang ada di dalam diri seseorang. Pada dasarnya merupakan satu bagian kecil saja dari keseluruhan proses assesmen atau pengukuran psikologis. Dalam assessmen atau pengukuran psikologis, terdapat tiga poin penting, yaitu :

  1. Observasi
  2. Wawancara
  3. Penggungaan alat tes psikologi

Observasi dan Wawancara adalah hal yang mutlak dilakukan dalam proses assesmen psikologis. Sedangkan alat tes psikologis, sifat utamnya hanyalah untuk membantu mengungkap trait – trait individu, misalnya, intelegensi, kepribadian, pengedalian impuls, dan sebagainya.

Jenis – Jenis dari Tes dan Bentuknya

Secara garis besar, ada dua macam, yaitu :

Tes Kepribadian, Merupakan jenis test psikologi yang digunakan untuk mengungkapkan secara khusus kepribadian yang ada di dalam diri seseorang, mulai dari dorongan bawah sadar, realitas, performa dalam bekerja, tingkat stress, dan sebagainya.

Tes Kemampuan, test kemampuan lebih banyak dikenal sebagai test inteligensi atau test IQ, yang mengungkapkan kondisi inteligensi seseorang, kemampuan dalam memecahkan masalah, proses kognisi, dan semuanya yang berhubungan dengan faktor kognitif. Kedua jenis test tersebut memiliki banyak sekali tes. Lebih dari ribuan alat tes sudah dikembangkan dan diaplikasikan di dunia untuk mengukur kepribadian dan juga kemampuan seseorang.

Jenis Tes Kepribadian Psikologi

1. Test Grafis

Merupakan alat test yang digunakan untuk mengungkapkan kepribadian individu. test grafis merupakan serangkaian test paling sederhana dan juga paling mudah untuk diadministrasikan, karena hanya membutuhkan kertas HVS dan juga pensil HB saja. Test grafis ini terdiri dari 4 macam test, dan banyak digunakan secara universal sebagai bagian dari penerimaan kerja, pemeriksaan psikologis, dan tes kepribadian, baik dilaksanakan secara individu ataupun kelompok. Berikut ini adalah 4 test yang masuk ke dalam test grafis :

  • DAP / Draw A Person, Sesuai dengan namanya, pada tes ini, peserta diminta untuk menggambarkan manusia. Penggambaran manusia bebas, dan tidak mengikat, artinya peserta boleh menggambar lebih dari satu manusia, jenis kelamin apapun, dengan bentuk tubuh seperti apapun. Intinya, Dap digunakan untuk melihat bagaimana konsep diri dari peserta test ini.
  • BAUM / The Tree Test
  • The Tree Test merupakan test yang digunakan untuk melihat struktur kepribadian Id, Ego, dan juga Super Ego. Test ini berhubungan dengan Impuls yang ada di dalam diri individu, serta bagaimana individu mampu untuk mengendalikan impuls tersebut. Peserta diminta untuk menggambar pohon yang berkambium. Pohon berkambium ini merupakan representasi dari seberapa kokohnya individu dalam mengendalikan impuls dan mengontrol dirinya sendiri.
  • HTP / House Tree Person, Dalam test ini, peserta diminta untuk menggambarkan rumah, pohon dan juga manusia. Peserta dibebaskan ingin menggambar seberapa banyak, seberapa besar, atau bahkan tidak menggambar sama sekali. Test ini menggambarkan bagaimana persepsi peserta terhadap sosok ayah, ibu, dan juga dirinya sendiri. Selain itu, tes ini juga menggambarkan bagaimana penerimaan sosial dari individu.

2. Wartegg

Merupakan test yang pasti banyak ditemui bagi mereka yang sudah mengikuti rekrutmen di dalam kantor. Test ini terdiri dari selembar kertas dengan 8 buah kotak yang terdapat beberapa macam tanda – tanda kecil. Tugas peserta adalah melanjutkan tanda atau pola tersebut menjadi sebuah bentuk atau gambar. Test ini banyak melihat proses adaptasi dan juga problem slving dari individu.

3. TAT / Thematic Apperception Test

Merupakan test kepribadian yang masuk ke dalam test bercerita. Terdapat 20 kartu (versi Murray) atau 10 kartu (Versi Bellak), dimana masing – masing kartu memiliki gambar – gambar tertentu yang merupakan proyeksi dari kehidpan sehari – hari. Tugas dari peserta adalah menceritakan secara lisan kejadian yang muncul pada gambar tersebut, tokoh utama, penyebab kejadian, dan juga bagaimana akhir cerita dengan lengkap. Merupakan jenis test individual, dan banyak mengungkap mengenai konflik – konflik internal, hubungan dengan keluarga, orangtua, kecemasan, hingga kebutuhan – kebutuhan individu

4. SSCT / Sack’s Sentence Completion Test

Merupakan test melengkapi kalimat. Di dalam alat test sudah terdapat 60 kalimat atau pernyataan yang belum lengkap. Peserta diminta untuk melengkapi kalimat tersebut, sesuai dengan apa yang dipikirkan pertama kali. Tes ini banyak mengungkapkan masalah terhadap orangtua, masa lalu, masa depan, rasa bersalah, dan juga mengenai relasi sosial.

SSCT merupakan tes yang banyak digunakan di dalam bidang ilmu psikologi klinis dan sosial. Peserta diharuskan mengisi/melanjutkan pernyataan yang tersaji di dalam tes ini. Mengerjakan tes ini seperti mengerjakan soal ujian sekolah yang bertipe isian. Bedanya, anda hanya perlu mengisi sesuai dengan kondisi anda saat ini, atau sesuai dengan apa yang anda pikirkan.

SSCT merupakan tes yang mudah untuk diaplikasikan dan dianalisa. Tes kepribadian ini mengungkap trait atau aspek kepribadian seseorang dilihat dari masalah-masalah yang dimilikinya, seperti masalah dengan orangtua, keluarga, teman, atasan, bawahan, lawan jenis, dan lain sebagainya. Dari tes kepribadian ini, dapat diungkap masalah seseorang, dan bagaimana respon seseorang terhadap lingkungan sosialnya.

5. Rorschah

Tes Rorschach merupakan tes bentuk kepribadian yang juga dikenal dengan teknik bercak tinta. Terdapat 10 buah kartu dimana masing-masing kartu terdapat gambar abstrak hasil dari lipatan kertas yang memiliki bercak tinta. Tes ini merupakan tes individual, dan memiliki penilaian yang cenderung objektif, karena memiliki standar penilaian, dan tidak mengutamakan persepsi subjektif.

Test bentuk Rorschach ini mampu mengungkapkan hampir seluruh aspek atau trait individual yang ada, mulai dari pemecahan masalah, stress, depresi, luka masa lalu, pola pikir, hingga melihat apakah seseorang memiliki kecenderungan gejala-gejala gangguan jiwa berat seperti skizofrenia dan sebagainya

6. Alat Tes Psikologi Pauli dan Kraeplin

Pauli dan Kraeplin mrupakan tes psikologi golongan kepribadian, yang masuk ke dalam kategori battery test. Bettery test merupakan test yang menggunakan waktu, dimana individu harus bisa menyelesaikan test dalam watu tertentu. Pauli dan Kraeplin adalah salah satu test psikologis yang sudah sangat familiar di dalam rekrutmen karyawan, yang mampu mengukur kinerja, resistensi terhadap stress, semangat kerja, dan trait lainnya yang berhubungan dengan kinerja di dalam kantor. Pauli dan Kraeplin merupakan test menjumlahkan angka, dimana tugas dari peserta adalah menjumlahkan angka sebanyak – banyaknya dalam jangka waktu tertentu.

7. EPPS / Edward’s Preference Personal Schedule

EPPS merupakan tes psikologi kepribadian lainnya yang umum digunakan. Terdiri dari 220 item, tes ini melihat kebutuhan-kebutuhan akan diri seseorang, seperti kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan untuk bersosialisasi, kebutuhan untuk memerintah orang dan lain sebagainya.

Dasar teori dari EPPS ini sama dengan dasar teori yang digunakan pada tes psikologi kepribadian TAT dan CAT, yaitu teori kepribadian berdasarkan needs (kebutuhan individu). Test ini biasanya diberikan dalam berbagai situasi, dan mudah untuk dikerjakan, karena peserta menjawab sesuai dengan apa yang mereka pikirkan atau mereka rasakan.

8. DISC

DISC merupakan alat test yang terdiri dari 24 nomor, dengan masing – masing nomor memiliki 4 pilihan jawaban. Peserta diminta untuk memilih 2 kecendrungan, yaitu yang paling mendekati dirinya (Most), dan yang paling tidak mendekati dirinya (Least). DISC digunakan untuk melihat bagaimana kepribadian individu pada 3 macam kondisi atau keadaan, yaitu true self, atau diri dia sebenarnya, kepribadian yang ditunjukkan saat berada dalam masalah atau stress, dan kepribadian yang ditunjukkan kepada orang lain.

Selain 7  macam test kepribadian, masih banyak lagi test kepribadian lainnya yang bisa digunakan, baik individual maupun kelompok, baik untuk dewasa dan juga anak – anak , seperti :

9. CAT (Child Apperception Test, TAT untuk anak – anak)

Tes berikutnya adalah TAT (untuk dewasa) dan CAT (untuk anak-anak). Tes ini merupakan tes bentuk kepribadian dimana peserta tes diminta untuk menceritakan gambar yang terlihat pada sebuah kartu. Tes kepribadian ini hanya bisa dilakukan secara individual, dan mampu melihat trait atau aspek kepribadian seseorang di dalam keluarga, lingkungan sosial, hubungan dengan orang tua, dan juga trauma atau luka masa lalu.

10. Papikostik

Tes psikologi Papikostik merupakan tes kepribadian yang juga umum digunakan dalam dunia kerja. Tes kepribadian Papikostik ini mampu mengungkapkan trait atau kepribadian seseorang dengan mudah dan juga simple. Apabila anda ingin melihat, kira-kira secara garis besar, seperti apa sih kepribadian seseorang, maka tes psikologi kepribadian ini sangat cocok digunakan.

Pengaplikasian dari tes kepribadian ini juga cukup mudah, karena peserta hanya perlu mengerjakan tes dengan cara mengisi pernyataan-pernyataan yang ada sesuai dengan apa yang dirasakan atau dipikirkan.

11. Dragon test

Dragon Test adalah salah satu jenis tes proyeksi yang diciptakan oleh seorang Psikolog dari Swiss dan dikembangkan di Belanda. Tes yang dikembangkan oleh J.D Lammerts Van Beuren-Smith, dan diperuntukkan untuk anak-anak. Tes ini digunakan untuk  mengetahui permasalahan emosional yang dialami oleh seorang anak.

12. Draw a Family

Draw a Family test atau yang lebih dikenal sebagai DAF dikembangkan oleh Hulse dari tahun 1951. Tes ini digunakan untuk mengetahui kepribadian seseorang dengan menggunakan tes proyeksi menggambar keluarga, spesifiknya misalnya untuk mengetahui hubungan seseorang dengan lingkungan dan sikap terhadap keluarga.

13. RMIB

RMIB atau kependekan dari Rothwell Miller Interest Blank. Pada awalnya, test ini dikembangkan oleh Rothwell pada tahun 1947, lalu kemudian diperbaharui oleh Miller pada tahun 1950. Pada akhirnya, pembaruan test ini memberikan nama Rothwell Miller Interest Balnk sebagai sebuah test minat bakat yang sudah terstandarisasi.

14. Test Pauli dan Kraeplin

Tes Pauli dan Kraeplin bisa juga dikatakan sebagai tes bentuk kepribadian, karena dapat mengungkapkan trait individual, terutama yang berhubungan dengan performa kerja dan stress kerja. Tes kepribadian ini mampu mengungkapkan apakah seseorang mudah menyerah dalam pekerjaannya, mudah stress, motivasinya rendah/tinggi, dan lain sebagainya. Sama seperti tes grafis, tes Pauli dan Kraeplin ini sering digunakan pada penerimaan kerja / tes masuk kerja.

15. Tes MBTI

Tes MBTI ini dibuat dengan menggunakan dasar teori yang dikemukakan oleh Carl Jung, seorang tokoh penting di dalam ilmu psikologi yang mengemukakan banyak pandangan, seperti salah satunya adalah pandangan dan juga teori mengenai tipe kepribadian Jung, dan juga 4 tipe fungsi psikologis utama yang dimiliki manusia dalam menjalani kehidupan.

Teori yang dikemukakan oleh Jung tersebut, beberapa diantaranya banyak kita kenal ke dalam dua bentuk kepribadian, yaitu ekstrovert dan juga introvert. Nah, tes psikologi MBTI ini merupakan tes psikologi yang menggabungkan kecenderungan ekstrovert dan juga introvert seseorang dengan 4 fungsi psikologis manusia menurut Jung.

16. Tes Enneagram

Enneagram merupakan nama sebuah tes untuk mengetahui tipe kepribadian manusia yang dibagi menjadi 9 jenis. 9 tipe kepribadian manusia tersebut adalah Perfeksionis, Pemberi, Pemeran, Pecinta, Pengamat, Skeptis Sejati, Pencicip, Pelindung, dan Penengah

Hasil Dari Tes Psikologi Kepribadian

Berbeda tes kepribadian yang diikuti, maka berbeda pula hasil yang akan diperoleh. Karena itu, dalam melihat hasil tes ini, sama seperti tes intelegensi. Harus dilihat aspek dan trait individual apa saja yang diukur. Tes psikologi kepribadian mengukur apa yang dirasakan oleh pesertanya pada saat mengikuti tes. Ada kemungkinan hasil tes psikologi kepribadian mengalami perubahan dalam kurun waktu tertentu.

Misalnya saja saat mengikuti tes ini, anda sedang merasa stress dan tertekan. Namun, bulan depan, anda sudah tidak merasa stress dan tertekan, maka kemungkinan anda akan mendapatkan hasil yang berbeda dari tes kepribadian. Namun, beberapa aspek pengukuran tes ini tidak akan berubah, alias tetap. Misalnya tes yang mengungkapkan bahwa anda adalah orang yang impulsif dan mudah marah, maka hasil ini akan cenderung menetap.

Test ini adalah sebuah instrumen tambahan dalam proses pengukuran psikologis. Proses utama dalam pengukuran psikologis adalah observasi dan wawancara. Jadi, tidak ada gunanya apabila anda memanipulasi tes ini, karena akan ada proses wawancara dan observasi yang bisa menguatkan kepribadian yang anda miliki.

Beberapa masalah di dalam tes inventori kepribadian adalah;

  1. Definisi kepribadian yang sedemikian banyak, hingga seleksi yang tepat daripada bermacam – macam definisi kepribadian memerlukan pendasaran yang kuat dalam penggunaan alat tes inventori.
  2. Tes inventori kepribadian tak dapat bersifat culture free. Oleh sebab itulah aspek kultural juga harus dipertimbangkan, dimana padahal nilai – nilai kultur inilah yang selalu berubah. Sedangkan di sisi lain tes ini diharapkan dapat memberikan profil kepribadian stabil
  3. Apabila tes inventori kepribadian ini terlalu sensitive pada perubahan, maka sangat sulit untuk memperoleh realibilitas yang sangat tinggi.

Secara umum tes inventori kepribadian ini memiliki beberapa kelemahan seperti; aitemnya ambigu dan juga perintah tak jelas, subjek ingin menunjukkan sebuah kesan – kesan tertentu pada penguji, kesukaran semantic, dan juga penafsiran yang berbeda atau multitafsir, sikap subjek yang mana tidak kooperatif atau defensive, fakinggood atau tak jujur, acquiescence; apabila aitem yang telah di buat tersebut telah mengarah pada lebih dari satu jawaban – jawaban tertentu.

Meskipun begitu namun penggunaan alat ini memang dirasa masih sangat penting dalam melakukan pengukuran dan melihat kepribadian dari calon karyawan baru.

Fakta dan Ciri-Ciri Tes Kepribadian Proyektif, Tes Yang Dapat Memproyeksikan Kepribadian Anda

Tes Kepribadian Proyektif. Pernahkah anda melakukan tes? Mungkin anda pernah menemukan tes- tes yang tergolong unik dan juga bisa dibilang aneh, seperti menggambar pohon, menggambar orang, menceritakan situasi dalam gambar, ataupun menyebutkan gambar-gambar yang muncul pada kartu tertentu.

Nah, tes tersebut sebenarnya masuk ke dalam tes proyektif loh. Apa itu artinya? Dan bagaimana tes ini bisa mengungkapkan kepribadian anda? Yuk simak penjelasannya.

Apa itu Tes Kepribadian Proyektif?

Tes kepribadian proyektif merupakan salah satu tes kepribadian, dari berbagai macam jenis tes psikologis yang sudah baku dan terstandardisasi. Tes ini merupakan tes yang memiliki asumsi utama dimana cara seseorang dalam melihat dan menginterpretasikan isi dari tes tersebut, akan mampu mencerminkan aspek-aspek dari kepribadiannya (Anastasi dan Urbina, 2006). Disebut sebagai teknik proyektif, karena stimulus atau materi dari tes kepribadian ini dikarenakan mampu untuk memproyeksikan kepribadian seseorang melalui jawaban yang diberikan.

Fakta tentang tes proyektif

Tes ini banyak memainkan fantasi dan daya imajinasi seseorang. Hal ini membuat tes ini cenderung bebas, dimana peserta biasanya akan diberi kebebasan untuk menjawab dan mengerjakan tes tersebut. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dan fakta yang dirangkum dari berbagai tulisan dan sumber :

  1. Biasanya memiliki instruksi yang singkat dan mudah. Misalnya saja seperti “ Gambarlah pohon”, atau “Ceritakan apa yang anda lihat dari kartu ini”.
  1. Peserta tes atau testee diberi kebebasan dalam menjawab, sesuai dengan apa yang mereka inginkan dan mereka pikirkan saat itu. Tidak masalah apabila ketika tes, anda melihat kartu bergambar Kambing, namun anda menyebutkan bahwa itu adalah binatang ayam. Tidak ada jawaban benar dan salah.
  1. Kebanyakan stimulus dari tes kepribadian proyektif adalah ambigu, seperti kertas kosong, bercak tinta, gambar abstrak, dan sebagainya
  1. Rata – rata tidak dibatasi waktu pengerjaannya. Pada kasus individu yang mengalami hambatan, bukan tidak mungkin mereka menyelesaikan tes ini dalam waktu yang sangat lama, bahkan harus dilanjutkan pada sesi berikutnya
  1. Membutuhkan keahlian dan pemahaman khusus untuk dapat menginterpretasi dan juga menilai hasil dari tes yang sudah dilaksanakan
  1. Tes yang tidak baku, alias informal. Misalnya saja hanya berupa coretan – coretan di atas kertas, atau mengimajinasikan suatu hal ke dalam kertas.
  1. Terkadang sifatnya subjektif, yang artinya banyak menggunakan pemahaman dan interpretasi pribadi dari penilainya atau mereka yang melakukan tes.
  1. Tidak hanya mengungkapkan kepribadian, tes ini juga mampu mengungkapkan alam bawah sadar anda, masalah yang anda alami, dan banyak bagian dari diri anda yang mungkin tidak anda sadari.

Nah, itu adalah beberapa fakta dan juga ciri – ciri dari tes proyektif. Nah, bagaimana, apakah anda pernah melakukan tes seperti itu? Tes ini adalah salah satu jenis tes yang cukup unik dan bisa mengungkap berbagai macam aspek kepribadian dari dalam diri anda.

Sedangkan yang termasuk Test Inteligensi adalah

Untuk test intelegensi sendiri, terdapat beberapa macam jenis test, yaitu :

17. WAIS / WISC (Weschler Adult Intelligence Scale / Weschler Intelligence Scale for Children)

Terdiri dari 11 subtest, yang terbagi menjadi subtest verbal dan juga performance. Digunakan untuk mengukur IQ dan juga kategori IQ individu, baik dewasa maupun anak – anak.

18. APM / CPM / SPM (Advanced / Children / Standard Progressive Matrices)

Digunakan untuk melihat kategori IQ saja, dan tidak menghasilkan skor IQ. Test terdiri dari serangkain soal yang berbentuk seperti puzzle, dimana peserta diminta untuk mengisi bagian puzzle yang hilang dengan pilihan pola yang tersedia

19. IST (Intelligence Structure Scale)

Terdiri dari 9 subtest, merupakan jenis test intelegensi yang merupakan battery test, dimana tiap subtes memilki batas waktu yang sudah ditentukan secara formal.

20. TIU (Test Intelegensi Umum)

Merupakan test intelegensi sederhana, dan merupakan battery test. Sama seperi APM, Test ini digunakan untuk melihat kapasitas dan kategori inteligensi saja, dan tidak memunculkan skor IQ.

21. TKD (Test Kemampuan Dasar)

Merupakan salah satu test battery yang sangat panjang dan lama. Terdiri dari 10 buah subtest, yang masing – masing mengukur kemampuan inteligensi yang dikembangkan oleh Thurstone. Banyak digunakan sebagai tes inteligensi pada sekolah – sekolah.

22. CFIT (Culture Fair Intelligence Test)

Merupakan test inteligensi yang bersifat lintas kulutural dan juga universal. CFIT terdiri dari 4 subtest, yang menghasilkan kapasitas Inteligensi seseorang, dan tidak menghasilkan skor IQ.

Ini Dia Peran Tes Kepribadian dan Psikologi Dalam Proses Rekrutmen

Anda pasti sudah sering sekali mendengar adanya tes ini ketika anda sedang mengikuti proses rekrutmen alias seleksi karyawan. Sebenarnya, apa sih peran dan fungsi sebenarnya dari tes ini dalam proses seleksi karyawan baru, rekrutmen, ataupun proses asesmen karyawan? Mengapa sepertinya ini menjadi salah satu hal yang penting, dan bahkan bisa membuat seseorang gagal mendapatkan pekerjaan yang diinginkan?

Tak jarang pula, mereka (calon karyawan) yang memperlihatkan nilai briliyan dengan background yang mapan pun gagal saat mereka mengikuti tes kepribadian. Berikut ini adalah beberapa penjelasan singkat tentang serba-serbi menarik tersebut.

Sulit Untuk Memahami Kepribadian Seseorang Dalam Waktu Singkat

Harus diakui memang siapa saja untuk Membutuhkan pengalaman dan waktu yang cukup banyak untuk langsung memahami kepribadian seseorang. Bahkan untuk sekelas lulusan sarjana psikologi ataupun profesi psikolog pun menilai kepribadian seseorang tanpa menggunakan alat tes, banyak yang terpengaruh oleh subjektivitas, daripada objektifitas. Terlebih calon karyawan yang di hadapi merupakan calon karyawan yang memiliki hubungan masa lalu. Mantan niyee.

Oleh sebab itulah maka tes kepribadian sebaiknya dilakukan, karena tes kepribadian secara administrasi sudah dianggap reliabel dan bisa diandalkan dalam melihat dinamika kepribadian seseorang. Meskipun memang penggunaan alat tes ini di anjurkan untuk melakukan komparasi dengan wawancara dan alat tes lainnya.

Paling tidak, tes kepribadian dan psikotes dapat mengungkapkan kepribadian seseorang secara garis besar, dan juga lebih cepat. Dengan menggunakan tes kepribadian dan psikotes, pihak personalia akan lebih mudah untuk menganalisa, dari hasil tes kepribadian dan juga hasil wawancara, apakah orang yang akan menjadi calon karyawan memiliki kepribadian yang tepat untuk posisi tersebut.

Meningkatkan Objektivitas

Se-senior dan se-profesionalnya seorang dalam melihat kepribadian seseorang, tetaplah akan muncul suatu subjektivitas, dimana mereka akan menilai orang lain secara subjektif. Karena itu dibutuhkanlah tes kepribadian dan juga psikotes untuk membantu menjaga objektivitas. Test kepribadian dan psikotes biasanya memiliki prosedur administrasi sendiri, yang memiliki objektivitas tinggi, dibandingkan dengan observasi dan wawancara saja. Karena itulah, untuk menjaga objektivitas pengukuran atau asesmen, terutama dalam proses rekrutmen, tes kepribadian dan juga psikotes sangat dibutuhkan, dan bisa diandalkan.

Mempersingkat Waktu

Meskipun kelihatannya tes kepribadian dan psikotes dalam proses seleksi calon karyawan memakan waktu cukup lama dan melelahkan, namun sebenarnya pemberian psikotes tersebut sangatlah mempersingkat waktu. Paling tidak, proses rekrutmen dan seleksi nantinya akan berjalan lebih cepat dan mudah, dimana pihak personalia akan lebih mudah membuat keputusan dari hasil psikotes tersebut. Tentu saja hal ini akan lebih menghemat waktu, dibandingkan harus melakukan observasi menyeluruh terhadap si calon karyawan tersebut.

Sebagai Bahan Pertimbangan Dalam Proses Rekrutmen

Psikotes dan tes kepribadian juga bisa menjadi suatu bahan pertimbangan dalam proses rekrutmen. Beberapa alat test mampu mengukur hal-hal yang penting di dalam diri seseorang. Misalnya saja seperti MSDT yang mampu mengukur kemampuan manajerial seseorang, atau Pauli yang dapat mengukur kinerja seseorang. Hal-hal seperti ini tentu saja akan menjadi suatu pertimbangan tersendiri dalam proses rekrutmen, sehingga analis nantinya akan lebih mudah menentukan apakah seseorang cocok dengan posisi yang dibutuhkan saat ini.

Dari uraian di atas harapannya kita dapat memahami betapa pentingnya peran dari tes kepribadian dan inteligensi di dunia industri kerja dan lain sebagainya sebagai perangkat dalam proses rekrutmen kerja.

Untuk para calon, sebaiknya dalam mengisi seperangkat alat tes tersebut untuk se-sepontan mungkin. Karena hal tersebut akan membuat anda dapat mengeluarkan potensi maksimal dan dapat di nilai secara relevan. Bagi para recruiter, intonasi dalam mengarahkan dan juga penjelasan sebelum memberikan psikotes ataupun tes kepribadian dapat lebih mudah di mengerti oleh para tester.

Nah, itu adalah beberapa peran dari tes yang biasa digunakan dalam proses rekrutmen atau seleksi karyawan baru. Penggunaan tes ini memang masih efektif, namun penting untuk di ketahui bahwa penggunaan alat tes tersebut haruslah di kolaborasikan dengan proses wawancara dan observasi yang lebih mendalam. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda semua.