10 Hal yang Menarik dari Psikologi Keluarga

10 Hal yang Menarik dari Psikologi Keluarga dan Dampak Perceraian

Posted on

10 Hal yang Menarik dari Psikologi Keluarga

Psikologi keluarga merupakan salah satu bagian kecil dari ilmu psikologi yang khusus membahas mengenai hubungan antara ilmu psikologi dan ilmu mengenai keluarga. Psikologi keluarga lebih banyak diaplikasikan secara praktis, dan jarang dipelajari sebagai sebuah teori dasar. Ada beberapa hal menarik mengenai psikologi keluarga. Berikut ini adalah 10 hal menarik mengenai psikologi keluarga :

  1. Psikologi Keluarga menggabungkan ilmu psikologi dan juga ilmu mengenai keluarga

Secara garis besar, psikologi keluarga memang tidak khusus dibahasa sebagai cabang ilmu psikologi, seperti layaknya psikologi sosial, humanistic, dan lainnya. Psikologi keluarga lebih dilihat sebagai penggabungan antara pemahaman mengenai psikologi, dan juga pemahaman mengenai keluarga. Hal ini membuat sedikit sekali literature yang membahasa mengenai psikologi keluarga.

  1. Psikologi Keluarga lebih banyak dikenal sebagai bentuk intervensi, berupa terapi keluarga

Psikologi keluarga, meskipun tidak didefinisikan secara jelas, dan tidak terlalu ditonjolkan dasar teori dan juga tokoh – tokohnya, namun memiliki sebuah intervensi yang sangat berguna dan banyak digunakan, yaitu family therapy alias terapi keluarga.

  1. Individu pertama kali belajar dan mendapatkan pengalaman di dalam keluarga

Salah satu hal yang menarik dari psikologi keluarga adalah karena psikologi keluarga membahas mengenai keluarga, yang merupakan tempat pertama seseorang belajar dan juga mendapatkan pengalaman.

  1. Keluarga mampu menciptakan diri individu secara kuat

Hal menarik lainnya mengenai psikologi keluarga adalah mengenai keluarga itu sendiri. Keluarga merupakan sebuah komunitas dan juga sebuah sistem yang kuat, dimana merupakan tempat pertama seseorang tinggal dan berkembang. Hal ini membuat keluarga menjadi sangat penting terhadap pembentukan diri individu, terutama dari sisi kepribadiannya.

Keluarga dengan pola asuh yang baik dan tepat, akan menciptakan individu yang baik pula, begitupun sebaliknya. banyak sekali kasus – kasus kriminalitas yang terjadi akibat seseorang tidak mendapatkan perhatian dan kebahagiaan dari keluarga, dan juga merasa terabaikan. Jadi, jangan remehkan peran keluarga.

  1. Berpikir di dalam sistem adalah dasar dari pemahaman mengenai keluarga

Ketika kita menghadapi orang lain, maka kita akan langsung melihat orang itu sesuai dengan apa yang kita lihat secara individual. Namun dari sudut pandang psikologi keluarga, dan terapi keluarga, hal ini salah besar. Keluarga membutuhkan sebuah sudut pandang sebagai sistem, dimana setiap anggota keluarga terlibat di dalam sistem, dan dapat saling mempengaruhi satu sama lain.

Sistem inilah yang harus dipahami oleh praktisi, terutama ketika akan menghadapi kasus – kasus yang memiliki hubungan erat dengan keluarga, misalnya :

  1. Kasus kriminalitas pada anak yang mengalami broken home
  2. Kasus anak yang terabaikan keluarga
  3. Gangguan kepribadian pada seseorang akibat masalah keluarga

Kita harus mampu melihat sistem seperti apa yang membentuk kepribadian seseorang, maka dengan begitu, kita akan menjadi lebih mudah membantu mengatasi masalah mereka.

  1. Genogram

Hal menarik lainnya di dalam psikologi keluarga adalah genogram. Genogram merupakan istilah di dalam psikologi keluarga mengenai silsilah keluarga. Dalam genogram terdapat berbagai macam simbol yang merepresentasikan hubungan antara anggota keluarga sebagai suatu sistem.

Dari genogram ini, kita bisa memaknai, persepsi seseorang terhadap masing – masing anggota keluarganya, bagaimana hubungan mereka dengan anggota keluarga, dan bagaimana pula kondisi keluarga mereka, misalnya berapa kali mengalami perceraian, berapa kali menikah, apakah ada saudara tiri atau tidak, dan sebagainya.

  1. Sistem di dalam keluarga bisa mengalami perubahan ketika ada satu individu yang berubah

Meskipun keluarga dianggap sebagai sistem yang sangat kuat, yang mampu mempenrgaruhi individu, namun ternyata individu pun juga mampu mempengaruhi sistem tersebut. pandangan ini merupakan pandangan dimana psikologi keluarga menganggap bahwa keluarga adalah sebuah sistem sirkular, yang berputar dan saling mempengaruhi. Ketika seorang anggota keluarga mengalami perubahan, maka hal ini dapat merubah anggota keluarga lain, dan akhirnya menyebabkan sistem tersebut berubah.

Misalnya, sebuah keluarga harmonis, namun tiba – tiba anaknya terlibat narkoba dan tindak criminal. Perubahan pada si anak ini, membuat keluarganya yang tadinya supel dan sering bersosialisasi, menjadi tertutup, dan menjauh dari orang lain.

  1. Menawarkan banyak metode terapi keluarga yang menarik

Dalam hal pendekatan terapetuik, psikiologi keluarga menawarkan banyak sekali metode – metode dan juga tenik terapi keluarga yang banyak dan juga menarik. Terapi keluarg a ini mampu menangani masalah – masalah dari sudut pandang keluarga.

  1. Model Terapi Keluarga bisa diaplikasikan secara individual

Meskipun disebut sebagai terapi keluarga, namun terapi – terapi ini bisa diaplikasikan secara individual. Kuncinya adalah memandang suatu permasalahan, dan juga memandang individu sebagai suatu sistem. Dengan menggunakan pandangan ini, maka terapi bisa dilaksanakan secara individual.

  1. Pendekatan – pendekatan psikologi keluarga dapat membantu siapapun yang mengalami masalah psikologis

Masalah – masalah psikologis mulai dari yang ringan hingga berat, misalnya :

  1. Kenakalan pada anak anak dan remaja
  2. Tindakan criminal
  3. Penyalahgunaan obat – obatan
  4. Tawuran
  5. Prestasi belajar menurun
  6. Dan sebagainya

Bisa diatasi dengan menggunakan pendekatan psikologi keluarga. Dan tentu saja perlu diingat, hal ini dilakukan dengan berpegang pada pandangan keluarga sebagai sebuah sistem. Itulah 10 hal menarik dari bahasan dari kami yang perlu anda ketahui.

Dibawah ini dibahas bagaimana salah satu pembahasan di psikologi keluarga yakni terkait dengan perceraian.

Dampak Perceraian Dan Solusi Mengurangi Dampak Buruk Pasca Perceraian

Dampak Perceraian Dan Solusi Mengurangi Dampak Buruk Pasca PerceraianDampak perceraian dan solusi – Setiap orang pasti akan berkembang menuju ke taraf yang lebih tinggi. Termasuk pekermbangan biologisnya. Ketika ia sudah memasuki usia dewasa, ada hasrat dan keinginan untuk menyatu dengan orang lain. Biasanya hal ini melalui ikatan halal yang disebut dengan nama ‘pernikahan’. Tentu bukan perkara mudah untuk menjalin hubungan serius menuju kepada tahap pernikahan.

Menyatukan dua orang berbeda untuk mengemudikan perahu bahtera rumah tangga, juga bukanlah hal yang mudah seperti mengendalikan kemudi kendaraan di tengah jalan tol. Termasuk dalam pernikahan, mau di mana dan bagaimana tujuan pernikahan ini hanya pasangan suami dan istrilah yang mengetahui. Lantas, di saat muncul satu dua kerikil yang menyandung perselisihan. Akhirnya, mereka bertengkar, tidak sependapat, dan berakhir untuk berpisah.

Perlu anda pahami, perceraian mungkin baik untuk diri anda. Akan tetapi mungkin tidak untuk orang lain khususnya orang-orang terdekat di sekitar anda. Misal anak, orang tua dan keluarga. Mereka akan mengalami pergulatan psikologis yang hebat hingga rasa malu terhadap diri sendiri ataupun orang lain. Lantas seperti apa sajakah hal-hal yang akan dialami oleh orang dekat anda?

Dampak Perceraian Dan Solusi Mengurangi Dampak Buruk Pasca Perceraian

Berikut ini akan kita bahas tentang dampak perceraian secara psikologis orang-orang terdekat Anda saat anda memutuskan untuk bercerai.

  1. Anak menjadi depresi

Dampak perceraian yang pertama adalah anak menjadi depresi. Perceraian bukan hanya memutuskan hubungan antara suami dan istri saja. Tetapi ia juga berpengaruh pada hubungan anak dengan keduanya. Biasanya anak bisa menikmati waktu bersama ayah dan ibu sekaligus. Namun karena perceraian, waktu tersebut mungkin sudah tidak bisa kembali lagi. Anak hanya akan dihadapkan pada dua pilihan, apakah ia ikut ayah atau ibunya.

Memang banyak orang yang mengatakan bahwa ada yang namanya mantan istri/suami tapi tidak ada mantan anak. Hal tersebut benar, namun faktanya, saat keduanya bercerai terkadang sang anak “dipaksa” secara langsung atau tidak langsung untuk membenci salah satu di antaranya. Yang akhirnya membuat putusnya hubungan seorang anak dengan orang tuanya.

  1. Orang tua sedih

Dampak perceraian yang kedua adalah orang tua menjadi sedih. Orang tua mana yang tidak sedih melihat bahtera rumah tangga anaknya hancur ? Tentu saja tidak ada. Semua orang tua berharap anaknya bisa membina rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Pernikahan yang sudah direstui inginnya tetap anda dan pasangan anda selalu bersama baik duka maupun suka. Sayangnya, hal itu hanyalah mnejadi harapan saja.

Kesedihan tersebut juga disebabkan oleh, rasa gagalnya orang tua dalam memilihkan pasangan hidup sang anak, atau rasa sesal akibat memaksakan kehendak kepada anaknya dahulu. Perasaan-perasaan penyesalan tersebut bergelayut di benak orang tua, hingga sampai pada taraf yang kronis berpotensi menyebabkan depresi dan akhirnya menyerang ke organ-organ fisik.

  1. Teman-teman baik anda akan prihatin dengan kondisi anda

Jika anda memiliki teman dekat yang biasa diajak untuk komunikasi dan berbagi, tentu saja ia bisa merasakan kegilasahan yang anda alami. Anda diantara pilihan untuk bercerai atau mempertahankan hubungan. Teman terbaik anda akan menyarankan segala hal yang terbaik untuk anda. Jika ia mendengar anda bercerai, tentu saja ia akan merasa perhatin dengan kondisi anda sekarang.

Terkadang pula ada segelintir teman yang saking perhatiannya, justru membicarakan permasalahan terkait perceraian Anda kepada orang lainnya. Mungkin niatnya baik dalam mencari solusi, namun dampak buruknya adalah, cerita perceraian anda tersebar. Hingga mendapatkan beragam respon baik itu prihatin, bahan sindirian, hingga lucu-lucuan yang tentu saja itu tidak lucu.

  1. Bos atau atasan merasa terganggu

Dampak perceraian yang keempat adalah mengganggu suasana kerja. Masalah rumah tangga bukanlah masalah yang ringan. Tentu saja ini masalah berat. Jangan sampai profesionalime anda terguncang dengan masalah ini. Seperti tetap merasa tidak semangat bekerja, kurang minat dalam bekerja, pekerjaan menjadi berantakan, dan lain sebagainya. Bos tentu saja merasa terganggu jika ada karyawannya yang tidak bisa bekerja dengan profesionalisme. Jangan sampai anda mengecewakan kepercayaan atasan.

  1. Tidak disukai oleh Tuhan

Dampak perceraian yang kelima adalah tidak disukai tuhan. Masalah perceraian ini dipandang dari sudut agama tidaklah baik. Apalagi agama islam. Jika perceraian ini bukan karena masalah yang kronis, berat, dan fatal. Jika masih ada cara yang bisa digunakan untuk menjalin hubungan tersebut, lebih baik dilakukan saja. Daripada harus berakhir dengan perceraian seperti ini.

  1. Anda akan merasa sendiri

Dampak perceraian yang terakhir adalah terhadap diri sendiri. Akan ada bedanya saat anda masih bersama pasangan dan anak dengan saat ini anda sedang sendiri. Tentu saja tidak seramai dahulu, tidak seberisik dahulu, dan tidak seromantis dahulu. Mungkin sempat sekali atau dua kali anda merindukan masa-masa itu bahkan sampai berharap masa itu kembali dan terulang lagi. Hanya saja anda merasa bahwa itu hanyalah khayalan biasa. Pada saat inilah, anda harus memikirkan kembali apakah putusan anda bercerai sudah benar atau belum.

Solusi Untuk Mengurangi Dampak Buruk Pasca Perceraian

Dampak Perceraian Dan Solusi Mengurangi Dampak Buruk Pasca Perceraian

Perceraian dan perpisahan mungkin adalah jawaban yang paling tepat untuk keluarga yang tidak harmonis. Perbedaan persepsi dan prinsip menjadi alasan paling kuat yang mendasari pasangan suami istri untuk tidak lagi bersama. Lantas anda akan sangat menyadari, bahwa memang bukan perkara mudah untuk menyatukan dua kepala yang berbeda untuk memimpin satu bahtera rumah tangga.

Paling kena dampak kuat dari perceraian adalah anak. Dialah buah hati cinta pasangan suami istri. Hasil nyata bahwa kalian satu sama lain pernah mencintai dengan dalam dan saling memiliki. Hanya saja, ketidak cocokan memisahkan segalanya. Bahkan anak, juga menjadi korban yang mengalami  masalah paling berat.

Anak korban dari broken home dan perceraian akan berubah luar biasa. Ia lebih susah untuk diajak kompromi. Temperamennya sudah sangat susah untuk dikendalikan. Bahkan tidak jarang, anak ini malah jadi durhaka dengan orang tua. Sampai disini, orang tua akan merasa bersalah dan saling menyalahkan satu sama lain. Sebenarnya, apa sebaiknya yang anda lakukan untuk mengatasi masalah ini ? Simak penjelasan berikut :

  1. Berikan pengertian pada anak

Anak memang susah untuk diberikan pengertian mengapa orang tuanya berpisah. Sama susahnya orang tua diberikan pengertian kenapa anak ingin tetap kedua orang tuanya tetap bertahan. Namun susah bukan berarti tidak bisa. Susah disini maksudnya adalah perlu pendekatan dan pemahaman yang cukup lama, bahwa kondisi orang tua yang terus bersama tidak akan berakhir baik bagi mereka berdua juga bagi anak.

  1. Tetap jaga hubungan dan berkomunikasi

Komunikasi adalah hal yang paling penting bagi anak. Meskipun keduanya sudah tidak lagi bersama, komunikasi harus tetap ada. Terutama untuk anak. Jangan sampai melewatkan waktu bersama anak. Tepati janji  pergi  bersama anak. Paling penting luangkan waktu sendiri untuk anak dan anda menikmati keadaan.

  1. Jaga harga diri masing-masing pasangan

Harus anda lakukan adalah untuk menjaga agar harga diri dan pasangan anda tetap baik dimata anak. Meskipun berpisah, jangan lantas menjelek-jelekkan satu sama lain. Jangan menganggap bahwa diri anda yang paling benar, sehingga anak diprovokasi untuk memihak pada salah satu dari anda. Tetap hormati keadaan anak dan juga pasangan anda. Biarkan masalah perceraian ini hanya anda dan pasangan yang mengerti.

  1. Anak harus tetap merasakan kehadiran orang tua

Anak tetap harus merasa kehadiran orang tua selalu ada. Mungkin ia akan kecewa dengan orang tua yang sudah berpisah. Tetapi, perasaan sayang dan cinta kasih harus tetap ada untuk anak. Sehingga anak akan mengerti dan belajar memahami bahwa perceraian ini memang jawaban terbaik untuk mereka semua. Akhirnya anak akan menerima keadaan ini.

  1. Selalu kontrol teman-teman anak

Meskipun sudah berpisah, anda harus tetap mengontrol pertemanan anak. Sedang dimana ia, sedang sama siapa, apa yang kira-kira terjadi. Biasanya anak korban perceraian memiliki jalinan pertemanan yang tidak baik. Akhirnya ia ikut terseret dengan mereka. Oleh sebab itu, jika anda memang benar-benar menyayangi anak harus selalu mewaspadai pertemanan yang anak anda jalin.

Prose perceraian memang membutuhkan waktu adaptasi lebih lama. Anak juga tidak bisa langsung mengerti apa yang sedang terjadi. Orang tua juga sedang merombak hati agar bisa menerima keadaan dan peristiwa yang baru saja terjadi. Tetapi bukan berarti perceraian ini memutuskan hubungan anda dengan anak. Tetap, anak adalah prioritas utama anda, sekarang dan nanti.