10 Fakta Psikologis Tentang Cinta

10 Fakta Tentang Psikologi Cinta

Posted on

Psikologi Cinta

Psikologi Cinta, Cinta merupakan salah satu hal yang banyak memberikan warna di dalam hidup kita. Pastinya hampir semua pernah merasakan apa itu yang dinamakan cinta.

Namun demikian, pastinya banyak orang yang belum memahami, sebenarnya cinta itu membutuhkan apa saja supaya bisa berjalan dengan lancar dan juga sukses. Misalnya dengan pasangan atau dengan keluarga. Komponen apa saja yang penting dan harus ada di dalam cinta, supaya tidak mengalami masalah?

Nah, ada sebuah teori psikologi yang menggambarkan tentang komponen – komponen yang ada di dalam cinta. Cinta yang muncul atau cinta yang Anda rasakan, seharusnya atau idealnya memiliki beberapa komponen tersebut. Ada tiga komponen penting yang ada di dalam cinta, yang membuat teori ini dikenal dengan istilah Love Triangle, atau segitiga cinta.

Bagi Anda yang ingin mengetahui komponen – komponen apa saja yang harus ada sehingga cinta bisa berjalan dengan baik sebagaimana mestinya, berikut ini adalah ketiga komponen penting dari cinta, menurut teori segitiga cinta :

  1. Passion atau Hasrat

Komponen dari cinta yang pertama adalah passion atau hasrat. Dalam suatu hubungan, komponen hasrat ini memiliki peran yang sangat penting dalam aspek emosi Anda. Misalnya Anda merasa jatuh cinta pada pandangan pertama, maka komponen passion inilah yang muncul pada diri Anda.

Segala sesuatu yang berhubungan dengan emosi dan perilaku Anda karena adanya cinta, dibentuk oleh komponen yang satu ini. Selain itu, hasrat juga dapat menjadi bahan bakar yang selalu menjaga cinta Anda tetap bertahan. Dengan adanya passion atau hasrat ini, maka Anda akan selalu semangat dan juga selalu ingin menunjukkan rasa cinta Anda kepada orang yang Anda cintai.

  1. Commitment / Komitmen

Komitmen adalah komponen cinta yang kedua. Pastinya Anda sudah tidak memerlukan penjelasan lengkap mengenai komitmen ini bukan? Komitmen adalah komponen cinta yang merujuk pada keputusan yang dibuat untuk menjaga supaya hubungan Anda dan orang yang Anda cintai tetap bertahan, entah apapun caranya, entah apapun halangannya.

Bagi Anda yang menjalani hubungan dengan pasangan Anda, dan ingin melanjutkan ke jenjang pernikahan misalnya, komitmen adalah komponen yang tidak boleh dilewatkan, dan harus ada.

  1. Keintiman atau Intimacy

Keintiman juga merupakan komponen penting dalam cinta. Dengan adanya keintiman, hubungan Anda dengan orang yang Anda cintai akan semakin lekat dan juga dekat.

Anda lebih mementingkan, bagaimana supaya Anda dan orang yang Anda cintai nantinya tetap bisa berhubungan dengan lancar, sering bertemu, ataupun selalu berusaha supaya Anda bisa membahagiakan orang yang Anda cintai.

Biasanya, perilaku yang muncul karena pengaruh komponen ini adalah, Anda sering mengantar jemput orang yang Anda cintai, Anda sering mengobrol dan berjalan – jalan dengan orang yang Anda cintai, dan sebagainya.

Keintiman tidak hanya terlihat dari seberapa sering Anda dan orang yang Anda cintai bersama, namun terlihat juga dari seberapa “klik” nya Anda dengan orang yang Anda cintai. Kekompakan, atau yang sering kita kenal dengan istilah sehati, adalah salah satu ciri dari komponen intimacy di dalam cinta.

Apakah Cinta Yang Sempurna Itu Ada?

Jawabanya adalah ada, namun sulit untuk dicapai. Untuk mencapai cinta yang sempurna, maka Anda harus bisa menghadirkan ketiga komponen cinta tersebut sekaligus di dalam hubungan Anda dengan orang yang Anda cintai. Sangat sulit sekali mencapai hal seperti ini, karena banyak hal dan juga faktor.

Namun demikian, dengan usaha dan juga tekad yang kuat, maka pastinya Anda pun bisa mencapai kondisi cinta yang sempurna, dimana Anda memiliki ketiga komponen cinta tersebut di dalam hubungan Anda dengan orang yang Anda cintai.

Itulah beberapa hal yang dapat kita ketahui tentang komponen penting dari cinta menurut teori psikologi. “Cintailah dengan cinta yang sesungguhnya karena ia akan selalu hadir menyempurnakan ketidaksempurnaan dengan keindahan dan kebahagiaan (Tamimy)”. Bahasan lain tentang ini di bahas di psikologi keluarga.

Fakta Tentang Psikologi Cinta

Jika Anda sedang jatuh cinta atau memiliki pasangan yang mencintai Anda, Anda akan tahu bahwa cinta adalah salah satu emosi yang paling berharga. Kita tahu bahwa cinta juga dapat membingungkan, jadi mari kita lihat beberapa fakta psikologis berdasarkan penelitian tentang cinta untuk membantu kita memahami ilmu, tercerahkan, dan mengetahui kebenaran yang berhubungan semua aspek tentang cinta.

FAKTA 1 : Wanita kurang tertarik pada pria yang memiliki lemak di perut saat masih lajang. Sejumlah besar lemak perut pada individu menunjukkan bahwa mereka memiliki tingkat testosteron yang lebih tinggi dari yang berperut rata. Hal ini dapat berarti bahwa pria tersebut cenderung memiliki tingkat kesuburan yang lebih rendah dari yang berperut rata saat masih lajang.

FAKTA  2 :     Pria lebih tertarik pada wanita yang memiliki struktur tulang yang menyerupai ibu mereka. Hal ini dikenal sebagai “rekaman se__ks__ual”; yang merupakan istilah yang diciptakan oleh para peneliti.

FAKTA 3 :     Kebanyakan wanita tertarik kepada pria yang memiliki selera humor yang tinggi. Biasanya selera humor berhubungan dengan kecerdasan dan kejujuran.

FAKTA 4 :     Memegang tangan seseorang yang dicintai  dapat membantu untuk mengurangi rasa sakit fisik maupun perasaan stres dan ketakutan.

FAKTA 5 :     Penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan itu menular. Hal ini terbukti ketika kita enggan berpisah dari orang yang menyenangkan atau sulit untuk tidak mencintai seseorang yang membuat kita nyaman berada di sekitar mereka.

FAKTA 6 :     Wanita merasa bahwa pria menjadi lebih menarik jika mereka melihat wanita lain tersenyum pada mereka.

FAKTA 7 :     Pria yang memiliki suara lebih dalam lebih dianggap menarik atau berkesan bagi wanita daripada pria yang memiliki suara yang tinggi.

FAKTA 8 :     Menurut beberapa psikolog, manusia tidak mampu menjadi “hanya teman” dengan lawan jenis.

FAKTA 9 :     Jatuh cinta diketahui memiliki efek menenangkan pada tubuh dan pikiran seseorang. Hal ini, pada gilirannya, akan meningkatkan kadar pertumbuhan saraf selama sekitar satu tahun.

FAKTA 10 : Hanya dibutuhkan waktu hingga 4 menit untuk memutuskan apakah Anda menyukai seseorang atau tidak. Dengan demikian, jika Anda ingin membuat kesan yang baik pada seseorang, Anda hanya mendapat sekitar 4 menit untuk melakukannya. Mendapatkan dan mempertahankan perhatian seseorang diyakini berkaitan dengan bahasa tubuh, nada, dan kecepatan suara Anda daripada hal-hal yang Anda katakan.

Cara Membangkitkan Perasaan Cinta Anda Dengan 3 Langkah Ini

Cara Membangkitkan Perasaan Cinta Anda Dengan 3 Langkah Ini

Sudahkah kita mencintai pasangan dengan semaksimal mungkin? Meskipun banyak orang berkata, “Jangan cintai pasanganmu 100% agar kau tidak terlalu kecewa”. Namun, kenyataannya sebuah perasaan tidaklah bisa dihitung menggunakan logika matematika. Sebab, cinta yang tumbuh dari dalam hati adalah karunia dari Tuhan. Kita tidak akan pernah bisa tahu seberapa besar rasa tersebut diberikan olehNya, yang bisa dilakukan adalah merawat, menjaga, dan membuatnya jauh lebih besar lagi.

Cinta merupakan kata kerja. Cinta bukanlah suatu kondisi yang bisa manusia atur seenak hati, namun di luar itu cinta bisa diusahakan. Mencintai dengan tulus akan membuat kita lebih nyaman untuk menjalani kehidupan dengan pasangan. Tapi, bagaimana jika ternyata saat ini cinta Anda untuk pasangan mulai luntur? Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyegarkan cinta Anda kembali.

  1. Terima Apa Adanya

Cobalah ingat ketika Anda masih dalam masa pendekatan dengan pasangan. Pernahkah dalam masa tersebut terjadi saling penuntutan seperti pasangan harus punya ini dan itu, begitu juga sebaliknya. Sangat jarang terjadi bukan? Iya, ketika masa pacaran, Anda pasti saling mencintai pasangan dengan tulus dan menerima keadaan pasangan apa adanya. Sekarang, cobalah untuk menerima pasangan dengan apa adanya kembali. Dengan menerima pasangan apa adanya akan membuat Anda lebih mencintainya hingga melakukan sebuah cara untuk membuatnya lebih bahagia.

  1. Jangan Bangga Pada Diri Sendiri

Jangan pernah lupakan jasa-jasa pasangan ketika Anda berada di titik saat ini. Jasa dan perjuangannya tak selalu berbentuk materi namun bisa berbentuk waktu yang disediakan untuk Anda, pelukan, dan semangat yang ia berikan. Jangan merasa bangga atas apa yang dimiliki saat ini karena semua hal tersebut adalah hasil dari pasangan Anda juga. Tanpa ia di sisi Anda, mungkinkah kehidupan Anda berjalan dengan baik saat ini? Hargai dan balas perlakuan baiknya dengan selalu ada untuknya di saat ia jatuh atau di saat ia merasa putus asa. Dengan begitu, rasa cinta akan terus awet di antara Anda dan pasangan.

  1. Bersyukur

Tak ada seorang pun yang memiliki pasangan dalam kategori sempurna, pasangan yang tidak pernah melakukan kesalahan, atau pasangan yang tidak pernah sekalipun meninggalkan kita. Pasangan mungkin sering meninggalkan Anda saat harus menyelesaikan sebuah masalah. Hal tersebut sebenarnya untuk membuat Anda kuat dan mampu berdiri pada kaki Anda sendiri. Pasangan melakukan kesalahan? Pasti, tidak ada pasangan hidup yang luput dari sebuah kesalahan. Tapi, apakah Anda bisa memaafkannya dan membuat hubungan lebih erat? Tentu bisa. Bersyukurlah dengan siapapun yang berasa di samping Anda saat ini, karena benar adanya bahwa akan lebih baik jika berdua dibanding harus sendirian.

Itulah beberapa hal tentang Cara Membangkitkan Perasaan Cinta yang sekiranya dapat menjadi wawasan dan juga untuk di manfaatkan.

Memilik pasangan merupakan dambaan setiap insan. Dengan adanya pasangan, kita akan lebih merasa aman dan tidak merasa sendirian dalam menjalani kehidupan. Mencintainya sepanjang umur dan merawat cinta untuknya adalah kewajiban setiap pasangan. Percayalah, jika Anda mencintainya dengan lebih tulus dan ikhlas, maka Tuhan akan melimpahkahkan berkat pada hubungan Anda dan pasangan. Selamat saling mencintai!

Konsultasi Psikologi Tentang Cinta, “Mengambil Sebuah Keputusan”

Nama : Sus
E-mail : pmariaxxx@gmail.com
Judul : Sayang yang masih labil
Isi Konsultasi : Saya usia 24thn, pasangan usia 20thn… Memang beda yg mnrt saya angka yg bagus 4thn, sy menyukai krna memang dia berusaha untuk serius dg sy tidak mau menyakiti lagi, krna sy sudah trauma dg cinta ms lalu slm 6thn… Setelah sy pindah ke pulau seberang, berselang wktu dua mnggu.. Dia memutuskan saya krna tidak bsa menjalani hubungan LDR dn meminta maaf atas sikapnya yg membuat saya kecewa…

Dan memutuskan kontak sm skli dg saya, pdhal sy berniat putus dg baik2 dn msih berniat untuk berhubungan baik tp tidak d tnggapi.. Mnurut adik sppu saya, krna sy kurang perhatian coba untuk d perjuangkan dan d tlpon… Tp sy sudah brusaha untuk perjuangankan tp tidak kunjung d balas pesan saya, apakah dg menelpon dn meminta nya kembali dn bcara baik2 itu perlu?? Krna sy merasa, dia lah yg shrusnya memperjuangkan krna dia pria..

Jawaban

Konsultasi psikologi cinta, Cinta adalah perasaan yang membutuhkan pengorbanan dan komitmen. Hubungan yang di bangun membutuhkan trust agar ia dapat langgeng hingga maut memisahkan. Untuk anda, khususnya Anda sebagai wanita, saya memahami bahwa, posisi wanita adalah posisi yang seharusnya menentukan dan diperjuangkan. Namun saat ini anda merasakan sebuah dilema, apakah Anda yang seharusnya menghubungi dan meminta balik, ataukah sang pria yang harus memulainya.

Disini ada satu hal yang bertolak belakang berdasarkan penuturan anda. Yakni, anda ingin memperjuangkan sang pria yang meminta putus, namun anda memilih untuk menunggu karena anda mengharapkan bahwa seharusnya sang pria-lah yang memiliki kewajiban memperjuangkan hati seorang wanita.

Sebenarnya dalam cinta, tidak ada yang salah apakah itu wanita atau pria yang memperjuangkan cinta tersebut. Hanya saja, stigma yang terbentuk adalah seharusnya sang pria yang memperjuangkan hati wanita. Pun saat hendak “balikan”.

Namun saat ini, cobalah untuk mempertimbangkan ulang, apakah sudah tepat langkah yang akan anda lakukan. Baik itu memilih untuk bertahan dan menunggu, menghubungi dan mengajaknya kembali menjalin cinta, atau stop dan mencoba memantaskan diri agar mendapatkan pasangan idaman kelak. Tentunya pasangan yang tidak sebatas mengajak anda menjalin kasih saja, namun juga memberikan kepastian untuk membawa anda menuju pelaminan.

Karena saat kepastian tersebut di berikan dan action yang di wujudkan, maka saat itulah cinta yang sesungguhnya dari seorang pria terhadap wanita.

Lakukanlah apa yang terbaik, jangan lelah untuk selalu belajar dari pengalaman. Dan jangan sungkan untuk mendiskusikan hal tersebut dengan orang-orang yang memang berpengalaman. Yakinlah bahwa anda adalah wanita yang pantas untuk siapa saja yang anda cintai nantinya.

Semoga apa konsultasi psikologi online yang terkait dengan psikologi cinta ini dapat memberikan pandangan, atau insight baru bagaimana harus mempertimbangkan keputusan atas hubungan kedepan.  Psikologi Mania