10 Ciri Pendidikan Anak Usia Dini Yang Baik

10 Ciri Pendidikan Anak Usia Dini Yang Baik

Posted on

Pendidikan Anak Usia DiniPentingnya pendidikan semenjak usia dini menjadi hal yang sangat urgen untuk dilakukan oleh keluarga manapun di negeri ini. Hal ini merupakan bentuk salah satu usaha perjuangan untuk merubah peradaban bangsa tercinta ini, bangsa indonesia. Penting sekali bagi para orang tua untuk dapat memperhatikan ciri pendidikan anak usia dini yang baik sebelum memutuskan untuk memasukkan buah hati kita.

Perlu diingat bahwa, pendidikan untuk anak usia dini bukanlah pendidikan yang pakem dan formal, yang mana mengharuskan anak untuk menghafal beragam rumus, hitungan, dan juga ilmu pengetahuan secara teoritis khas akademisi.

Hal tersebut haruslah kembali kepada kesiapan sang anak yang berusia dini atau dengan kata lain untuk pendidikan formal akan lebih bijak untuk melihat rentang umur yang pas anak dan juga minat anak dahulu.

Pendidikan anak usia dini yang diselenggarakan, selama sesuai dengan pendidikan yang memperhatikan metode ajar yang tepat maka hal tersebut sah saja dilakukan, bahkan lebih baik untuk diselenggarakan.

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah, apa sih ciri dari pendidikan anak usia dini yang baik tersebut?

Untuk itulah berikut ini kami paparkan tentang 10 Ciri Pendidikan Anak Usia Dini Yang Baik bagi anak.

  1. Memperhatikan Waktu Bermain

Pendidikan Anak Usia Dini

Bagi lembaga yang menyelenggarakan pendidikan anak usia dini, mereka akan memperhatikan waktu bermain sang anak. Bermain ini tidaklah hanya mengandung kesenangan belaka, namun penting bagi lembaga penyelenggara untuk memperhatikan anak-anak didiknya.

“anak anak mengisi waktunya dengan bermain bersama teman-temannya, tak dibiarkan keluyuran sendiri atau pun diminta untuk duduk diam dalam waktu yang lama.”

  1. Jadwal Variatif

10 Ciri Pendidikan Anak Usia Dini Yang Baik

Memberikan jadwal keseharian selama proses belajar mengajar, atau setelah prosesi belajar mengajar dilakukan adalah hal yang penting untuk dilakukan. Hal tersebut dikarenakan, minat anak usia dini sangatlah fluktuatif dan cenderung moody. Oleh sebab itulah dengan memberikan beberapa aktivitas yang bervariatif maka hal tersebut akan memicu penasaran pada sang anak.

Kecenderungan anak usia dini antara 3-4 tahun merupakan masa dimana ia memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Oleh sebab itu, maka hal yang bersifat statis yang dilakukan justru dapat menghambat rasa keingintahuan sang anak.

Berilah ia jadwal harian pula dengan aktivitas yang bervariasi, sehingga tidak monoton dan juga tak membosankan untuk anak.

  1. Pendampingan Yang Tepat

Bagi anak usia dini pendampingan seumpama pengasuhan. Dan pengasuhan merupakan padaan arti daripada perhatian. Anak usia dini sangat membutuhkan perhatian daripada orang yang dianggapnya mampu mengayomi dirinya. Oleh sebab itulah mereka akan selalu berusaha mencari cara agar dirinya di perhatikan. Tak jarang kita melihat anak yang sedang mencari perhatian akan melakukan hal-hal yang unik sampai dengan yang ekstrim. Oleh sebab itulah perhatian penting untuk di berikan pada sang anak.

“Para guru akan lebih baik untuk mendampingi anak-anak secara per individu, namun apabila kondisi lembaga tersebut terbatas akan sumber daya manusianya, maka perlu untuk membuat metode pembelajaran, dimana di kondisi kan anak untuk membuat kelompok kecil hingga kelompok besar di suatu waktu yang berbeda.

  1. Menghargai Karya Anak

Memberikan penghargaan pada anak dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan memajang karya mereka. Hiasilah karya anak didik di beranda sekolah atau di ruang kelas tempat mereka belajar. Dengan begitu kita dapat memberikan sebuah motivasi pada mereka, karena apa yang mereka miliki telah di hargai oleh lingkungan sekitar.

Saat motivasi tersebut tumbuh tentu anak pun akan lebih bersemangat untuk menciptakan karya selanjutnya di lain waktu.

  1. Mengkomparasikan Secara Apik Antara Belajar Dan Bermain

Dunia bermain bagi anak usia dini adalah suatu hal yang sangat menarik dan di minati. Berbeda dengan belajar secara teoritis. Namun disatu sisi, belajar secara teoritis di butuhkan guna menunjang pemahaman di masa depannya. Oleh sebab itulah mengkomparasikan secara tepat dan apik antara belajar dan bermain di perlukan.

Buatlah suasana yang nyaman pada sang anak dengan arahan bermain namun sebenarnya hal tersebut adalah belajar teori pula. Karena suasana belajar bagi anak usia dini didapatkan sambil bermain. Contoh yang dapat dilakukan adalah dengan mengenalkan huruf sambil bermain menggunakan benda tampak, mengenal bentuk hewan, dan lain sebagainya.

  1. Waktu Bebas

Waktu bebas adalah hal yang dapat menjadi salah satu variasi dalam kegiatan sang anak. Berikanlah space waktu ia untuk bebas bermain apapun dalam hal ini istirahat. Biarkanlah anak untuk bermain secara bebas namun tetap diberikan pengawasan jika apa yang dilakukan mengandung bahaya. Berilah waktu bebas tersebut sedikit lama selama tidak Over lama.

  1. Kesempatan Kegiatan Outdoor

Anak-anak terkadang jenuh apabila harus beraktivitas terlalu lama di  dalam ruangan. Oleh sebab itu berilah anak kesempatan untuk bermain di luar ruangan (outdoor) setiap harinya. Mungkin hal ini sama seperti memberikan waktu bebas pada point 6.

  1. Pendidik Membacakan Dongeng

10 Ciri Pendidikan Anak Usia Dini Yang Baik

Salah satu ciri pendidikan anak usia dini yang baik adalah memiliki sumber daya manusia yang mampu mendongeng. Dengan mendongeng atau membacakan buku cerita anak akan lebih interest terhadap pengajar atau pun suasana belajar mengajar.

Di sisi lain dengan mendongengkan cerita pada anak didik nya, guru akan lebih memiliki kedekatan secara emosional dengan anak. Apabila kedekatan emosional telah terbangun maka anak akan lebih mudah untuk tertarik pada setiap pelajaran yang diberikan oleh guru.

  1. Kurikulum

10 Ciri Pendidikan Anak Usia Dini Yang Baik

Kurikulum pembelajaran yang baik menjadi ciri khas daripada pendidikan anak usia dini yang baik. “Kurikulum bisa dicerna dengan baik oleh anak yang cepat dalam belajar dan dapat menyesuaikan dengan anak yang membutuhkan waktu lebih untuk belajar.”

  1. Suasana Sekolah

10 Ciri Pendidikan Anak Usia Dini Yang Baik

Ciri daripada pendidikan anak usia dini yang baik adalah memberikan suasana yang menyenangkan. Anak-anak akan menyukai suasana sekolah yang tidak melulu dihiasi dengan tangisan anak lainnya atau alasan sakit daripada anak-anak lain.

Apabila hal tersebut jarang terjadi pada lembaga pendidikan tersebut, maka itulah ciri daripada pendidikan anak usia dini yang baik, dan anda dapat menyekolahkan anak anda di sana.

Konsultasi Psikologi, Sudah Siapkah Anak Umur 2,5 Tahun Masuk Pendidikan Anak Usia Dini?

Nama : xxrni solfiana
E-mail : hxxsolfiana@yahoo.com
Judul : sekolah dini pd anak (Pendidikan Anak Usia Dini)

Isi Konsultasi : Mohon pencerahannya serta sarannya… Bagaimana jika anak 2, 5 dimasukin ke sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Desember nti anak saya genap 2 tahun.. Sdh 2 bulan in senang sekali ikut sekolah.sebelumnya cm ikut2an aja saat menyanyi.ketika masuk kelas saya bawa pulang.karna tidak enak nti dgn gurunya.

Skrg dia rajin maunya sekolah asal habis mandi pagi.dan dia sdh bisa mengikuti yg ada disana.menyanyi dan senam bersama.di rumah pun ia belajar dgn saya dan ayahnya membaca doa2 cerita dan lainnya dia sdh mampu. Kalau thn ajaran baru nati saya masukan ke paud bgmna dampak nya baik dr sisi psikologis atau lainnya dgn masuk sekolah dini. Trima kasih

Jawaban

Pendidikan Anak Usia Dini – Pada dasarnya anak siap untuk di masukkan ke dalam pendidikan secara formal adalah pada saat anak tersebut telah siap. Untuk masuk ke sekolah Pendidikan Anak Usia Dini, tentunya sama saja yaitu adalah pada saat anak yang bersangkutan telah siap pula. Siap sang anak dalam artian anak dapat menerima segala hal yang berkaitan dengan kondisi sosial bersama rekan nantinya, hingga kesiapan menerima pembelajaran di kelas nantinya.

Indikasi anak telah siap untuk di masukan ke pendidikan anak usia dini (Paud) adalah ia telah mampu ikut serta menjalani hal-hal seperti yang di ajarkan di kurikulum pendidikan anak usia dini, seperti bermain, menyanyi, dan kemampuan bersosialisasi.

Jika hal tersebut dapat di lakukan dengan baik, terlebih lagi anak memang sudah menginginkannya, maka hal tersebut tidaklah menjadi masalah jika anak ingin di masukkan ke pendidikan anak usia dini (Paud) tersebut.

Akan menjadi masalah adalah pada saat anak ternyata hanya, menginginkannya sesaat saja. Menginginkan sesaat dalam artian, anak tersebut setelah menjalani beberapa hari ia justru enggan untuk mengikuti pelajaran hingga selesai.

Namun jika hal tersebut terjadi maka tidak perlu memaksakan anak untuk harus mengikutinya hingga selesai. Sembari di berikan pengertian yang baik tentang pentingnya ia harus sekolah, sembari anda memberikan contoh-contoh melalui cerita, bagaimana tokoh yang diidam-idamkan anak, berhasil karena sekolah. By: Muhamad Fadhol Tamimy