Yuk Saatnya Untuk merubah Stigma Mengenai Anak Berkebutuhan Khusus

Yuk Saatnya Untuk merubah Stigma Mengenai Anak Berkebutuhan Khusus

May 13, 2017 Off By Admin

Yuk Saatnya Untuk merubah Stigma Mengenai Anak Berkebutuhan KhususApa yang terlintas di pikiran anda ketika mendengar istilah anak berkebutuhan khusus? Banyak orang yang menganggap istilah anak yang berkebutuhan khusus atau ABK ini merupakan suatu hal yang buruk dan jelek. Stigma di masyarakat masih menilai bahwa yang namanya anak dengan berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami cacat, baik fisik maupun mental. Padahal, sebenarnya yang namanya anak berkebutuhan khusus bukan hanya disematkan pada mereka yang memiliki kecacatan. Ada beberapa kondisi juga yang terjadi pada anak-anak dan masuk ke dalam kriteria berkebutuhan khusus ini, seperti misalnya gangguan belajar, bahkan anak yang jenius dengan IQ sangat tinggi pun juga termasuk anak berkebutuhan khusus.

Contoh Kondisi Anak Berkebutuhan Khusus

Berikut ini adalah beberapa kondisi pada anak, dimana anak tersebut dapat dikategorikan sebagai anak dengan kebutuhan khusus :

1. Retardasi Mental

MR atau Mental Retardation merupakan kondisi dimana seorang anak memiliki IQ yang berada di bawah rata-rata ketika dilakukan pengetesan menggunakan alat tes IQ yang sudah terstandardisasi, atau mengalami hambatan dalam intelektual yang terlihat secara jelas dari nilai akademis maupun kondisi psikososial dari si anak.

2. ADHD

Attention Deficit Hyperactivity Disorder, banyak orang mengenal istilah ini sebagai anak yang hiperaktif. Baik anak hiperaktif, dan juga ADHD, keduanya masuk ke dalam kategori anak berkebutuhan khusus, karena membutuhkan treatment yang spesial dan berbeda dari anak-anak lainnya.

3. Anak indigo

Indigo merupakan suatu kondisi yang “mistis” dimana seorang anak memiliki ESP atau extra sensory perception yang kuat. Kemampuan yang tidak biasa dengan anak-anak pada umumnya ini membuat anak indigo juga dapat dikategorikan sebagai anak berkebutuhan khusus.

4. Si Jenius

Jenius, dapat dikategorikan sebagai anak yang memiliki IQ luar biasa tinggi, dan diatas rata-rata. Hal ini membuat kemampuan kognitif mereka sangatlah kuat, dan pastinya akan berbeda dari anak-anak lainnya secara umum. Dan memang, anak dengan kemampuan seperti ini membutuhkan perlakuan yang berbeda dibanding anak-anak lainnya yang berada pada taraf kecerdasan rata-rata

Nah, itu adalah 4 dari banyak contoh kondisi anak yang bisa dikategorikan sebagai anak berkebutuhan khusus. Perlu anda ingat bahwa yang namanya berkebutuhan khusus bukan hanya mengacu pada hal-hal yang negatif (defisit, tidak mampu, kekurangan) namun juga pada hal-hal yang positif (superior, memiliki kelebihan yang tidak biasa). Jadi dapat disimpulkan bahwa, anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang memang spesial, dan membutuhkan perlakuan khusus yang berbeda dibandingkan dengan anak-anak yang berada pada kondisi rata-rata. Perlakuan tersebut misalnya :

  • Metode belajar yang berbeda
  • Cara berkomunikasi yang berbeda
  • Lingkungan sosial, keluarga, dan pola asuh yang berbeda
  • Jenjang pendidikan yang berbeda
  • Dan masih banyak lagi.

Karena itu, stigma dimana anak berkebutuhan khusus hanyalah mengerucut pada mereka yang mengalami “kecacatan” tentu saja kurang tepat. Karena pada dasarnya, anak berkebutuhan khusus memiliki spektrum yang lebih luas dibandingkan hanya dengan “kecacatan” semata. By: Eduardus Pambudi