Yuk, Kenali Jenis – Jenis Skizofrenia

Skizofrenia merupakan salah satu gangguan psikologis, atau dikenal juga sebagai gangguan psikopatologis yang memiliki gejala yang cukup rumit dan juga membingungkan. Mereka yang mengalami skizofrenia, alias ODS (Orang Dengan Skizofrenia) biasanya memiliki realitas yang kacau, dimana mereka tidak dapat membedakan mana yang benar, mana yang salah. Selain itu, biasanya ODS juga memiliki gejala emosi yang datar, dan juga afeksi yang tidak sesuai, misalnya tertawa sendiri, ataupun tertawa saat harusnya bersedih dan menangis. ODS seringkali kita sebut dengan istilah orang gila (meskipun sebenarnya istilah orang gila ini cenderung kasar). Nah, skizofrenia sendiri ternyata memiliki beberapa jenis – jenis yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa jenis dari skizofrenia yang harus anda ketahui :

  1. Jenis Skizofrenia Disorganisasi / Disorganized

Jenis skizofrenia yang pertama ini merupakan salah satu jenis skizofrenia yang paling umum, dan juga cukup banyak ditemukan kasusnya. Anda pernah melihat ODS yang sering berjalan tak tentu arah di jalanan kota, tanpa pakaian, atau terlihat seperti gelandangan? Itulah jenis skizofrenia disorganisasi atau disorganized. Mereka yang mengalami skizofrenia tipe ini biasanya memiliki realitas yang benar – benar kacau, afek yang tidak sesuai, dan juga tentu saja sangat tidak sesuai dengan karakteristik manusia normal pada umumnya. Berikut ini adalah beberapa contoh karakteristik dari skizofrenia disorganisasi yang bisa anda amati :

  • Asal bicara dan tidak terorganisir, misalnya berteriak – teriak sendiri tanpa ada yang menjadi penyebab
  • Hilang realitas, tidak tahu siapa dirinya, tidak tahu waktu dan tanggal, serta seolah tidak merasa bahwa orang lain ada
  • Emosi yang datar dan tidak sesuai

 

  1. Jenis Skizofrenia Katatonik / Catatonic

Jenis skizofrenia ini merupakan jenis skizofrenia yang bisa dikatakan unik dan juga lucu. Mereka yang mengalami skizofrenia jenis ini, memang masih memiliki realitas yang cukup baik (tentu saja dalam kategori ODS), namun salah satu keunikannya adalah, ODS yang mengalami jenis katatonik ini memiliki kebiasaan atau kecenderungan untuk freezing, alias membuat dirinya kaku. Mereka dengan sengaja membuat bagian tubuh mereka menjadi kaku dan tidak bergerak, seperti bagian – bagian sendi, otot, dan sebagainya. Mereka yang mengalami gangguan skizofrenia katatonik ini, akan sangat terlihat, karena mereka tidak banyak bergerak, dan lebih mirip patung.

Misalnya saja si ODS yang mengalami skizofrenia jenis katatonik ini sering berdiri di perempatan jalan dan berdiri saja tanpa bergerak sama sekali. Apabila anda pernah melihat ODS yang berperilaku seperti itu, maka itu adalah ODS yang mengalami gangguan skizofrenia jenis katatonik.

  1. Jenis Skizofrenia Paranoid

Jenis skizofrenia paranoid mungkin merupakan bagian dari gangguan skizofrenia yang paling sulit dilihat. Apabila anda hanya sekedar mengobservasi saja, maka mereka akan terlihat biasa saja tanpa adanya gangguan. Namun, biasanya, gejala dari skizofrenia jenis paranoid ini akan terlihat ketika anda mengajak mereka mengobrol dan juga melakukan interaksi dengan mereka.

ODS yang masuk ke dalam jenis skizofrenia paranoid ini, memiliki ketakutan yang sangat berlebihan akan suatu hal yang tidak nyata, alias halusinasi. Misalnya saja, ODS paranoid ini mengaku dikejar – kejar oleh alien dari masa depan, namun faktanya, memang alien yang mengejar dia tidak ada, dan hal tersebut hanyalah halusinasi saja. Tentu saja kemunculan halusinasi tersebut bukan karena efek obat – obatan yah.

Sebenarnya, ada satu tipe dari skizofrenia lainnya, yaitu tipe residual. Tipe residual ini sebenarnya bisa saja dikategorikan sebagai jenis dari skizofrenia, namun demikian, skizofrenia residual ini merupakan ODS yang sudah “sembuh” dan sudah mengalami terapi untuk menghilangkan gejala skizofrenianya. Meski demikian, gejala skizofrenia di dalam diri ODS tersebut masih ada, dan bisa saja kambuh apabila mengalami pemutusan medikasi / farmakoterapi.

Itulah beberapa jenis dari skizofrenia yang perlu anda ketahui.

By: Eduardus Pambudi