Work Family Conflict di Dalam Pekerjaan. Yang Manakah Anda?Apa itu konflik?

Konflik. Apabila anda mendengar istilah yang satu ini,pasti anda langsung berpikir mengenai pertengkaran dan juga perkelahian. Namun demikian, konflik sendiri dapat diartikan sebagai dua atau lebih situasi yang berbeda, dimana kita harus memilih salah satu situasi tersebut, dan menerima akibat baik dan buruknya. Contoh paling mudah dari konflik adalah seperti ini. ketika anda ingin pergi jalan – jalan dengan sahabat anda, namun di satu sisi, anda juga harus mengerjakan tugas kantor yang menumpuk. Situasi ini disebut sebagai konflik, dimana anda harus memilih salah satu dari dua situasi, dan menerima akibatnya, baik maupun buruk.

Lalu, apa itu work family conflict?

Nah, anda sudah paham denganapa itu konflik. Sekarang kita akan membahas megnenai work family conflict. Sesuai dengan namanya, work family conflict ini adalah suatu bentuk konflik yang muncul pada individu, ketika kepentingan keluarga harus berbenturan dengan kepentingan pekerjaan, ataupun sebaliknya. kondisi ini tentu saja dialami oleh mereka yang sudah bekerja dan tinggal di dalam keluarga mereka. konflik ini termasuk ke dalam inter role conflict, atau konflik peran internal. Konflik terjadi akibat dua peran yang dimiliki oleh individu bertentangan, sehingga mereka “terpaksa” memilih salah satu dai peran tersebut.  Penelitian banyak mengatakan, bahwa work family conflict ini banyak terjadi pada karyawan atau pekerja wanita dibandingkan dengan laki – laki. Nah, bagaimana menurut anda? Apakah anda juga mengalami konflik seperti ini di dalam kehidupan anda? kalau iya, yuk kita lihat lebih lanjut konflik seperti apa yang ada di dalam diri anda.

Apa saja jenis – jenis dari work family conflict?

Work family conflict sendiri memiliki beberapa macam bentuk atau jenis. Seseorang bisa saja mengalami hanya salah satu, namun bisa juga mengalami semuanya dalam satu konflik. Hal ini tergantung seberapa banyak peran seseorang di dalam lingkungannya, baik lingkungan keluarga, pekerjaan, ataupun lingkungan sosialnya. Berikut ini adalah bentuk dan juga jenis dari work family conflict :

  1. Time Based Conflict

Sesuai dengan namnya, bentuk konflik kerja keluarga yang satu ini disebabkan karena masalah waktu. Konflik terjadi karena waktu yang ada memaksa seseorang hanya sanggup melaksanakan satu perannya saja. Dalam hal ini, bisa dikatakan waktu bekerja tidak dapat digunakan untuk melakukan peran lain.

Contoh dari bentuk time based conflict ini adalah ketika seorang ayah harus bekerja lembur pada hari Sabtu dan Minggu. Hal ini membuat si Ayah tidak memiliki waktu untuk berkumpul dengan keluarganya. Hal inilah yang disebut sebagai konflik yang disebabkan oleh waktu.

  1. Strain Based Conflict

Strain based conflict lebih disebabkan karena adanya strain atau tekanan di dalam suatu peran, yang membuat peran lainnya menjadi tidak maksimal, atau tidak bisa dilakukan sama sekali. Hal ini biasanya muncul pada mereka yang bekerja pada situasi yang penuh tekanan, misalnya seperti manajer, akuntan pada masa closing, bagian HRD pada saat rekrutmen besar – besaran, serta pekerjaan lain yang memiliki tanggung jawab besar, dengan deadline yang mepet.

Contoh dari strain based conflict ini adalah seorang ibu yang bekerja sebagai akuntan pada masa closing. Laporan harus selesai pada siang hari, sehingga dia bekerja di bawah tekanan untuk menyelesaikannya. Ketika tiba di rumah, dia akan merasa sangat lelah, sehingga tidak sanggup untuk menjalankan perannya sebagai istri dan juga ibu pada saat itu.

  1. Behavior Based Conflict

Behavior based conflict ini merupakan bentuk konflik yang muncul karena perbedaan perilaku dan juga sikap yang diharuskan untuk menjalankan peran tersebut. biasanya, semakin tinggi jabatannya, maka konflik seperti ini lebih sering terjadi.

Contoh dari behavior based conflict ini adalah seorang ibu rumah tangga, yagn bekerja sebagai direktur utama. Sebagai direktur utama, sang ibu harus tegas, dan terlihat berwibawa. Namun hal ini berbanding terbalik ketika dia harus berperan sebagai seorang istri ataupun sebagai seorang ibu, yagn harus selalu tersenyum dan lembut terhadap keluarganya.

Nah, dari ketiga bentuk work family conflict tersebut, apakah anda sudah menemukan work family conflict yang anda alami? Akan sangat mungkin bagi anda untuk mengalami ketiga bentuk tersebut, atau mungkin tidak sama sekali. Hanya anda yang tahu. Psikologi Mania