Waspadai 4 Gejala Gangguan Mental Pada Remaja

Gejala gangguan mental pada remaja bisa dikenali sejak dini apabila pengawasan orang terdekat seperti keluarga maupun guru pendampingnya melakukan pengawasan dengan baik. Setiap tingkah laku anak tentunya akan berimbas pada kepribadian dimasa mendatang. Namun pada beberapa hal, seorang remaja yang mengalami gangguan mental ringan dapat melewati fase penyembuhan dengan sendirinya. Meskipun hal ini juga tidak bisa lepas dari adanya pengaruh dari lingkungan sekitar serta pengaruh dari orang – orang terdekat.

Apabila seorang anak yang memasuki usia remaja sering merasakan kecemasan bahkan depresi karena hal – hal yang ringan, sebaiknya kita meninjau lebih dalam serta melakukan konsultasi kepada pihak terkait untuk memastikan kondisi anak. Sebagai langkah awal, berikut beberapa gejala yang dialami oleh remaja yang mengalami gangguan mental :

  1. Perubahan Suasana Hati Secara Signifikan

Pada umumnya, seorang remaja tentunya mudah sekali mengalami perubahan suasana hati. Bahkan perubahan situasi dan kondisi dilingkungan sekitar juga bisa membuat perasaan remaja berubah. Namun apabila perubahan suasana hati menyebabkan seorang remaja yang aktif menjadi sangat pasif dan hal ini berlangsung dalam kurun waktu yang lama serta tanpa disertai alasan yang pasti, sebaiknya orang terdekat segera berkonsultasi pada psikolog secara lebih lanjut. Bisa saja perasaan gembira yang amat sangat tiba – tiba berubah menjadi perasaan sedih dalam waktu singkat juga sangat berpotensi dianggap sebagai gejala penyakit bipolar.

  1. Kesulitan Untuk Memusatkan Perhatian

Seorang anak yang mengalami gangguan mental, tentunya juga mempunyai permasalahan pada tingkat fokus terhadap suatu hal. Kondisi ini tentunya akan terus berlanjut hingga anak menginjak usia remaja. Terutama ketika seorang remaja merasakan kesulitan dalam memusatkan perhatian atau fokus pada tugas yang sangat sederhana. Kondisi ini tentunya akan menyebabkan seorang remaja terus mengalami penurunan tingkat prestasi secara akademik. Selain itu, secara emosional, seorang remaja yang mengalami gangguan mental tentunya juga sulit melakukan adaptasi terhadap lingkungan sekitarnya.

  1. Adanya Perubahan Fisik yang Tidak Wajar

Sebagian besar anak bahkan remaja yang mengalami beberapa gejala gangguan mental mempunyai berat badan berlebih. Inilah yang menyebabkan seorang anak yang mengalami gangguan mental juga mengidap penyakit obesitas. Perlu kita ketahui bahwa persentasi seorang remaja lebih untuk depresi lebih besar dibandingkan orang dewasa. Jadi ketika seorang individu mengalami perubahan fisik yang sangat signikan padahal tidak lagi dalam masa pubertas, sebaiknya kita lebih mengamati tingkah laku anak secara bijak.

  1. Munculnya Perlaku Membangkang

Seorang individu tentunya pernah melakukan pembangkangan ketika melewati masa remaja. Hal ini umum terjadi pada setiap individu yang sedang mengalami perkembangan kematangan emosional. Namun apabila sikap membangkang ini terus berlanjut secara ekstrim, kemungkinan besar remaja tersebut mengalami gejala OOD atau Oppositional Defiant Disorder. Salah satu gejala awalnya yakni perilaku remaja yang sangat berhasrat untuk membeli banyak game namun dalam beberapa waktu dekat justru kehilangan minat untuk memainkannya.

By: Nurus Syarifatul Ngaeni