Waspada Terhadap Gejala Stress Berat pada RemajaMasa remaja adalah fase pencarian jati diri dengan beragam pengalaman hidup yang tidak jarang membuatnya merasa stress. Terlebih apabila remaja sering berada dalam kondisi atau situasi yang membuatnya merasa terancam atau menegangkan. Gejala stress berat ini akan sangat berpegaruh pada kualitas kesehatan fisik dan mental remaja jadi apabila tidak segera tertangani akan menyebabkan seseorang berpotensi mengalami stress kronis serta mudah sekali jatuh sakit. Untuk itu penting bagi kita untuk mewaspadai gejala stress berat pada remaja seperti berikut ini :

  1. Daya Tahan Tubuh Melemah

Seorang remaja yang mengalami stress berat pada umumnya mempunyai daya tahan tubuh yang sangat lemah sehingga mudah sekali terinfeksi atau bahkan tertular virus. Selain itu, apabila seorang remaja terjangkit virus dalam kondisi stress maka sulit sekali untuk mencapai kesembuhan secara cepat. Jadi apabila remaja mengalami

  1. Timbulnya Masalah Sistem Pencernaan

Seorang remaja yang mengalami gejala stress berat akan bermasalah dengan sistem pencernaannya. Hal ini karena lapisan usus akan sangat sensitif terhadap hormon negatif yang ada dalam tubuh. Ketika seorang remaja sering bermasalah dengan pencernaannya seperti kram, sakit perut yang tidak tertahan bahkan diare maka kemungkinan besar ia sedang mengalami gejala stress berat.

  1. Kepala dan Punggung Terasa Sakit

Gejala stress berat pada remaja bisa mengganggu kesehatan fisik akibat syaraf terlalu tegang serta sistem imun dalam tubuh tidak berfungsi secara optimal. Hal inilah yang memicu rasa sakit pada bagian punggung dan apabila stress berat berlangsung lama maka juga akan menyebabkan kepala terasa pusing.

  1. Insomnia secara Terus Menerus

Remaja yang mengalami gejala stress berat tentu mempunyai tingkat kualitas tidur yang kurang baik. Perasaan cemas secara berlebih yang dialami oleh remaja inilah yang menyebabkan tubuh sulit untuk beristirahat. Kualitas kesehatan manusia pada umumnya juga ditentukan oleh seberapa baik kualitas istirahatnya.

  1. Hilang Fokus dan Sulit Berkonsentrasi

Apapun penyebabnya, apabila membuat seseorang merasa tertekan dalam jangka waktu yang lama pasti akan berdampak pada munculnya gejala stress berat yang disadari atau tidak akan menurunkan fungsi otak. Ketika otak tidak dapat berfungsi secara optimal maka yang terjadi yakni sulitnya seseorang dalam berpikir secara rasional serta sulit untuk berkonsentrasi.

  1. Emosi Tidak Stabil

Gejala stress berat yang paling mudah untuk dijumpai pada remaja yakni adanya emosi yang tidak stabil. Bahkan untuk hal yang terkesan sepele sekalipun, remaja yang mengalami gejala sress berat akan menjadi sangat emosional.

  1. Menarik Diri dari Pergaulan

Munculnya keengganan dalam diri seseorang untuk bergaul dengan sekitarnya bisa terindikasi upaya menarik diri dari dunia sosial. Padahal untuk merasa bahagia, seseorang harus bertemu minimal lima orang yang berbeda setiap harinya. Sebuah survei meneliti bahwa profesi yang menyebabkan seseorang bertemu banyak orang ternyata lebih mempunyai tingkat kebahagiaan yang tinggi. Jadi kita perlu waspada apabila seseorang mulai menarik dari pergaulan, bisa saja hal ini termasuk salah satu indikasi orang tersebut sedang mengalami gejala stres berat.

Waspada Terhadap Gejala Stress Berat pada Remaja

Agar para remaja terhindar dari kondisi stress berat maka sebisa mungkin untuk melakukan hal berikut ini;

  1. Perhatian Dari Kedua Orang Tuanya

Remaja yang lebih dekat dengan orang tuanya, biasanya memiliki akses yang intim terkait masalah-masalah ataupun problem yang dimilikinya. Dengan keterbukaan sang remaja, terhadap permasalahan yang dimilikinya, hal tersebut akan membuat mereka mendapatkan arahan dan nasehat serta motivasi sesuai dengan pengalaman yang dimiliki oleh orang tuanya.

Hal ini menghindari para remaja, bertanya atau mencurahkan permasalahan yang dimilikinya terhadap orang yang tidak tepat, atau orang yang minim pengalaman seperti teman sebaya. Alih-alih mendapat solusi dari teman sebaya, terkadang justru permasalahan yang telah di ceritakan tersebut menyebar, hingga menjadi ajang bullyan baru yang tentunya akan semakin membuat remaja mengalami stress berat.

  1. Pendidikan Moral Dan Agama

Menghindarkan remaja dari stress juga dapat dilakukan dengan mendidik mereka dengan adab dan moral yang sesuai dengan nilai-nilai keagamaan. Dengan memahami hal tersebut, remaja dapat bertindak adaptif dan tau harus bagaimana harus bertindak saat ia mengalami stress.

  1. Arahkan Remaja Pada Potensi Diri Yang Dimiliki

Berikan ia motivasi dan arahkan pada potensi yang dimilikinya. Saat ia mengalami stress, remaja cendrung tidak memahami bahwa sebenarnya ia mampu mengatasi segala permasalahan yang dimilikinya dengan memaksimalkan potensi diri.

  1. Budayakan Untuk Saling Menghormati

Upaya pencegahan agar remaja tak mengalami stress berat adalah budaya saling menghorati. Dengan membudayakan untuk saling menghormati, hal tersebut membuat para remaja tau akan privasi dan apa yang pantas untuk di lakukan dan tidak di lakukan, sehingga praktik-praktik bullying yang meresahkan dan banyak membuat stress di lingkungan sekolah dapat di hindari. By : Nurus Syarifatul ‘Aini

Artikel berjudul “Waspada Terhadap Gejala Stress Berat pada Remaja” di edit kembali oleh Muhamad Fadhol Tamimy agar sesuai dengan standar dari Psikologi Mania.


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia