Token Economy, Metode Sederhana Untuk Membiasakan Perilaku Anak TOKEN EKONOMY .Dalam membiasakan perilaku anak – anak, maka ada banyak hal yang bisa ditempuh. Misalnya ketika anda ingin agar anak – anak mau belajar lebih rajin, menyelesaikan tugas tepat waktu, dan juga ingin supaya anak – anak lebih mandiri dan bisa berperilaku baik. Banyak yang merasa kesulitan dalam membiasakan perilaku anak – anak. Namun demikian, ada satu cara yang mudah dan juga sederhana untuk bisa membiasakan perilaku anak. Namanya adalah Token Economy.

Token Economy, Metode Sederhana Untuk Membiasakan Perilaku Anak

Apa itu Token Economy?

Token Economy merupakan salah satu metode yang menggunakan prinsip behaviorisme dalam ilmu psikologi. Tujuan utama dari Token Economy adalah membentuk perilaku yang baru, membiasakan perilaku tertentu, dan menghilangkan perilaku yang negatif pada anak – anak. Token Economy mengandalkan point – point, yang bisa disimbolkan dengan bintang, ataupun bentuk lainnya yang disukai anak – anak. Ketika jumlah bintang atau bentuk yang sudah disepakati tersebut sudah cukup, maka anak – anak bisa menukarkan bintang atau bentuk tersebut dengan barang yang diinginkan.

Token Economy merupakan salah satu metode pemberian hadiah, yang mengutamakan kedisiplinan anak dalam berperilaku. Hal ini cukup efektif, mengingat anak – anak akan antusias dengan hadiah – hadiah yang nantinya bisa ditukarkan oleh poin yang sudah mereka peroleh.

Langkah sederhana menggunakan metode Token Economy

Untuk bisa mengaplikasikan metode ini pada anak – anak, maka anda harus memahami terlebih dahulu mengenai beberapa hal, yaitu :

  1. Perilaku pada anak yang ingin ditingkatkan, dimunculkan, atau dihiliangkan, misalnya anda ingin menghilangkan perilaku malas pada anak, atau anda ingin supaya anak – anak bisa mendapatkan nilai yang baik di kelas
  2. Bentuk dari token atau poin yang akan diperoleh anak, bisa berupa bentuk bintang, binatang, atau sekedar penilaian saja (tergantung kesukaan si anak)
  3. Hadiah yang bisa ditukarkan oleh si anak
  4. Jumlah poin atau token yang akan diperoleh si anak ketika berhasil melakukan hal yang menjadi fokus perilaku
  5. Hukuman yang diberikan apabila si anak tidak konsisten dan melanggar kesepakatan, misalnya dengan mengambil beberapa poin yang sudah diperoleh.

Contoh Pengaplikasian dari metode Token Economy

Misalnya ada seorang anak yang tidak mau mengerjakan PR. Sebelumnya anda harus membuat kesepakatan dengan si anak, bahwa, ketika si anak berhasil mengerjakan 2 nomor dari PR – nya, maka si anak akan mendapatkan 1 poin / token / bintang, dsb. Namun, ketika si anak tidak mengerjakan PR, maka 2 poin / token / bintang, dsb akan diambil. Setelah terkumpul 10 poin, maka si anak boleh menukarkannya dengan mainan kesukaannya.

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai metode token Economy untuk membiasakan perilaku tertentu pada anak. Bagaimana? Cukup sederhana dan juga mudah untuk diaplikasikan bukan? Yuk, coba diaplikasikan untuk orang terdekat anda. Semoga berhasil. By: Eduardus Pambudi