Tips Parenting: Peran Orangtua Dalam Menghadapi BullyingTips parenting kali ini adalah mengenai bagaimana peran penting orangtua dalam membantu anaknya yang menjadi korban dari tindakan bullying, baik dalam bentuk verbal maupun fisik. Seperti sudah diketahui, saat ini tindakan dan perilaku bullying sangat marak terjadi, dan menyedihkannya banyak terjadi di institusi pendidikan formal, seperti sekolah. Bullying sendiri memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap perkembangan anak, terutama dampak yang negatif. Mereka yang menjadi korban bullying berpotensi memiliki luka batin dan trauma, kepercayaan diri yang rendah, dan banyak masalah lain yang ditimbulkan akibat perilaku bullying.

Karena itu, banyak pihak harus sanggup menunjukkan perannya dalam mengatasi permasalahan bullying ini, terutama dalam membantu anak yang menjadi korban bullying. Tips parenting ini berguna bagi anda para orangtua yang mungkin memiliki anak ataupun teman yang sering menjadi korban bullying.

Dalam hal ini, peran orangtua dalam membantu anak yang menjadi korban bullying sudah jelas, yaitu sebagai apa yang disebut dengan bystander. Bystander merupakan pihak ketiga yang muncul di antara pihak yang berseteru. Misalnya, Joni saat ini sedang di bully oleh si Dede. Joni memiliki peran sebagai korban bully, sedangkan Dede memiliki peran sebagai pembully. Diantara dua peran yang ada, ternyata terdapat satu peran lainnya, yaitu bystander. Bystander bisa menjadi tokoh/peran yang membantu korban bullying, atau bisa menjadi tokoh/peran yang membantu pembully.

Peran Orangtua Sebagai Bystander

Orangtua mungkin tidak secara langsung menyaksikan perilaku bullying, namun orangtua tetap memiliki peran yang sangat kuat sebagai seorang bystander. Tips parenting yang anda terapkan kepada anak-anak anda akan menentukan peran bystander yang anda miliki, apakah sebagai pendukung korban bully, atau malah secara tidak langsung mendukung pelaku bullying.

Mengapa bisa demikian? Karena hal ini disebabkan ada beberapa pola asuh yang cenderung permisif dan mengabaikan. Ada orangtua yang mengabaikan kebutuhan anaknya, dan tidak peduli dengan anaknya. Ketika orangtua tidak peduli dengan anaknya, maka secara tidak langsung orangtua akan memiliki peran bystander yang mendukung pelaku bullying.

Sebaliknya, ketika orangtua menerapkan tips parenting yang lebih care, perhatian dan memantau perkembangan anaknya, orangtua secara tidak langsung akan memiliki peran sebagai bystander yang membela korban bullying.

Misalnya saja, Rahma adalah orangtua dari Joni yang menjadi korban bullying oleh si Dede. Rahma menerapkan pola asuh yang cenderung mengabaikan dan bodo amat akan segala perilaku si Joni. Ketika Joni sedang dibully oleh Dede, maka Rahma seolah tidak peduli dan membiarkannya. Secara tidak langsung, Rahma sudah memainkan peran sebagai bystander yang mendukung pelaku bullying. Hal ini akan berbeda ketika Rahma membela anaknya ketika di bully, mengajarkan teknik pertahanan diri, atau melapor ke guru dan pihak berwenang ketika Joni di Bully oleh Dede. Hal ini mengungkapkan bahwa Rahma sudah memainkan peran sebagai bystander yang mendukung korban bullying.

Jadi, peran bystander seperti apa yang anda miliki, semuanya tergantung dari bagaimana cara anda menerapkan tips parenting kepada anak anda. Secara tidak sadar, peran anda justru malah memperkuat kecenderungan si anak menjadi korban loh. Jadi, jangan salah dalam menerapkan tips parenting, terutama ketika berhubungan dengan fenomena bullying pada anak-anak. By: Eduardus Pambudi