Tips Melamar Beasiswa LPDP Dari Mahasiswa Berprestasi
Dokumentasi Pribadi

Pre-Selection. Saya akan membagikan sedikit pengalaman yang saya peroleh selama mengikuti proses seleksi salah satu beasiswa yang sedang popular saat ini. Saya mulai dengan beberapa saran sebelum melamar beasiswa LPDP atau pun itu, yang alangkah lebih baiknya sudah kita persiapkan semenjak dini.

Pertama-tama, kita harus tau kemampuan kita saat ini, apakah dengan diri kita yang seperti saat ini pihak penyelenggara beasiswa LPDP mau menerima kita? Lalu apasih yang LPDP sebenarnya cari?

Tips Melamar Beasiswa LPDP

Mahasiswa pintar? Aktivis? Fasih Bahasa Inggis?

Nah Itu adalah beberapa pertanyaan bagi teman-teman yang perlu diketahui sebelum melamar LPDP. Memang saya tidak pernah merencanakan semenjak awal bahwa saya nantinya akan melamar beasiswa LPDP, karena notabenenya LPDP sendiri merupakan pertama kali diselenggarakan di tahun 2012, akan tetapi ternyata semua kegiatan, aktivitas dan usaha yang saya berikan selama masa perkuliahan juga merupakan bagian dari persiapan itu sendiri.

Dan hal ini saya lakukan tanpa sadar, artinya tidak pernah dimaksudkan untuk hal seperti ini. Bayangkan jika sejak awal teman-teman, telah menetapkan targetnya dan focus pada target tersebut, determinasi, serius, dan doa, saya yakin kesempatan teman-teman untuk lolos beasiswa ini akan semakin besar.

Mengenai pertanyaan diatas, menurut hemat saya, proporsi penilaian untuk kandidat beasiswa LPDP dibagi menjadi tiga yaitu akademik (IPK), kemampuan Bahasa inggris (TOEFL, IELTS) dan kemampuan softskill (leadership skill, prestasi non akademik, aktif di kegiatan-kegiatan social, attitudes dll).

Masing-masing bobotnya adalah 20%, 20% dan 60%. Sekarang sudah tau apa yang harus disiapkan? Soal IPK saya tidak perlu memberikan masukan, teman-teman tau apa yang harus dilakukan. Untuk Bahasa inggris, sebenarnya hal ini sudah harus menjadi kebutuhan primer, jadi mau digunakan untuk melamar beasiswa atau tidak, Bahasa inggirs menjadi bagian penting dari masa depan kita.

Mulailah dari sekarang, ikut nimbrung di komunitas-komunitas Bahasa inggris, atau mulai mengambil kursus. Tetapi yang paling penting adalah belajar mandiri secara rutin. Mulai dengan mendengarkan music barat sambil latihan listening, nonton movie subtitlenya Bahasa inggris, dll.

Dan saya tekankan bagi yang belum punya basik sama sekali, mulailah dari belajar grammar. Hal ini kadang dianggap sepele oleh sebagian orang, kalo belajar Bahasa inggris tidak perlu tau grammar yang penting berani dulu (buat speaking). Saya rasa konsep spt ini kurang tepat, karena ketika teman-teman ingin melamar beasiswa LPDP nantinya harus disertakan dengan bukti konkrit berupa sertifikat TOEFL atau IELTS.

Apa itu TOEFL or IELTS? Cari tau sendiri! Grammar adalah mutlak. Sedangkan untuk komponen yang ketiga, berhentilah jadi mahasiswa yang apatis yang kerjaannya kuliah, pulang, dan nongkrong kalo ingin melamar beasiswa LPDP. Mulailah, aktif ikut berorganisasi, ikut seminar, punya bakat ikut berkompetisi, dll.

Ini adalah bentuk kecil kontribusi kita untuk bangsa ini. Jangan bermimpi untuk berkontribusi, melakukan hal besar jika hal-hal kecil disekitar kita saja sering kita abaikan. Kemudian, poin yang tidak kalah penting adalah attitude. Saya percaya, bahwa LPDP selalu mencari orang-orang bertalenta, memiliki potensial sebagai pemimpin (sesuai Visi LPDP) yang memiliki perilaku yang baik.

Saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar alasannya, kita bias melihat contoh pemimpin-pemimpin di negara kita, orang bertalenta yang terjerat kasus-kasus yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang public figure. Kesimpulannya, masih ingat pepatah AA Gym, mulailah dari hal kecil, dari diri sendiri dan mulailah saat ini.

Kontribusi Pembaca

Sydney, 21 September 2016

 

Riki Herliansyah

Awardee, LPDP PK 31 ( Master Of Statistic University of New South Wales )

 

Baca juga artikel selanjutnya mekanisme dan prosedur seleksi beasiswa LPDP