Tips dalam Menghadapi PsikotesTips dalam menghadapi psikotes. Psikotes atau test psikologi merupakan sebuah alat bantu yang mampu mengukur trait – trait psikologis yang ada di dalam diri individu. saat ini , penggunaan psikotes atau alat test psikologi sudah sangat luas dan universal, dan biasa digunakan untuk kepentingan :

  1. Assesmen klinis
  2. Rekruitmen dalam bidang industry, organisasi dan perkantoran
  3. Penjurusan, Minat, dan juga bakat
  4. Pengukuran Inteligensi di sekolah – sekolah
  5. Dan masih banyak lagi

Penggunaan alat test pada dasarnya tidak mengikat, yang artinya psikolog, psikiater, ataupun institusi terkait bebas menggunakan alat test apapun sesuai dengan kebutuhannya, tanpa dibatasi oleh aturan – aturan tertentu, selama administrasi dan juga interpretasi dari masing – masing alat test tersebut sudah sesua dengan ketentuan.

Tips dalam Menghadapi PsikotesBanyak orang berusaha keras dalam menghadapi psikotes, agar mendapatkan hasil yang bagus. Hal tersebut sebenarnya kurang diperlukan, karena pada dasarnya psikotes akan mengungkap potensi apapun yang ada di dalam diri individu itu sendiri, sehingga hasil dari psikotest adalah representasi atau proyeksi dari diri inidividu atau peserta itu sendiri. Ada beberapa tips dalam menghadapi psikotest, baik untuk kepentingan rekrutmen ataupun kepentingan klinis, yaitu :

  1. Isitrahat yang cukup sebelum mengikuti psikotes

Tips dalam Menghadapi PsikotesTips pertama yang bisa anda lakukan adalah isitirahat yang cukup, dan penuhi asupan nutrisi anda dengan baik. Perlu anda ketahui, psikotest merupakan salah satu kegiatan yang sangat menguras tenaga, baik secara fisik maupun emosi. Konsentrasi dalam mengerjakan psikotes adalah hal yang penting. Karena itu, anda haruslah memiliki kondisi tubuh yang fit pada saat mengerjakan psikotes, agar anda bisa mencapai hasil yang optimal. Tidur yang cukup, makan makanan bergisi dan jaga kesehtan adalah tips pertama ketika anda akan menghadapi psikotes.

  1. Mengerjakan psikotes sesuai kemampuan, jangan memaksakan diri

Tips kedua yang bisa anda lakukan adalah dengan mengerjakan psikotest tersebut sesuai dengan kemampuan diri anda. anda bisa melewati soal – soal yang anda anggap sulit (pada test – test inteligensi), dan menjawab sesuai dengan apa yang anda rasakan atau anda pikirkan (pada test – test kepribadian). Hal ini akan membantu anda dapat mengerjakan psikotes dengan baik dan tanpa adanya tekanan.

  1. Hindari adanya praktik faking good

Salah satu hal yang paling penting, adalah menghindari faking good. Faking good merupakan kondisi dimana individu atau peserta psikotest secara sengaja mengerjakan soal atau tugas dalam psikotest mendekati kesempurnaan, dan bukan sesuai dengan kondisi dirinya sendiri. Alat test psikologis yang sering dijadikan sebagai ajang faking good adalah test grafis, yaitu DAP, BAUM, HTP, dan juga Wartegg. Hal ini disebabkan karena sudah banyak beradar buku mengenai interpretasi dari test tersebut, sehingga banyak yang menipu, agar diri mereka terlihat bagus dan baik melalui hasil interpretasi test.

Padahal hal ini malahan bisa menjadi boomerang bagi mereka sendiri, karena apa yang mereka buat di dalam psikotest tidak sesuai dengan kepribadian mereka, yagn tentunya hal ini akan dengan mudah terlihat pada saat pelaksanaan observasi dan juga wawancara. Hal ini wajib untuk dihindari, agar hasil dari psikotest tersebut memang benar – benar merupakan representasi dari diri anda sendiri.

Ketiga tips tersebut sudah cukup bagi anda agar bisa mengerjakan psikotest dengan baik. Yang terpenting adalah anda harus menjadi diri anda sendiri pada saat mengerjakan psikotes, dan memfokuskan diri anda pada soal, tugas, dan juga pernyataan yang diberikan kepada anda, dan menjawab sesuai dengan kemampuan dan keinginan anda, tanpa adanya pengaruh – pengaruh dari stimulus eksternal. By: Eduardus Pambudi