Tiga Kategori Gangguan Bunuh Diri Yang Penting Untuk Anda KetahuiApabila ditelusuri lebih dalam, ternyata gangguan bunuh diri sendiri bisa terbagi menjadi 3 kategori umum. 3 kategori gangguan bunuh diri ini dikelompokkan berdasarkan penyebab dan mengapa seseorang melakukan tindakan bunuh diri. Durkheim menyebutkan ketiga kategori gangguan bunuh diri tersebut sebagai egoistik, altruistik, dan juga anomik. Penasaran dengan ketiga kategori gangguan bunuh diri ini? Yuk simak penjelasan ketiganya. Baca juga artikel tentang Faktor Resiko Bunuh Diri Dari yang Terendah hingga Tertinggi

Kategori Gangguan Bunuh Diri

  1. Bunuh Diri Egoistik

Kategori gangguan bunuh diri yang pertama adalah gangguan bunuh diri dengan kategori egoistik. Mereka yang melakukan tindakan bunuh diri atau memunculkan keinginan bunuh diri yang masuk ke dalam kategori ini adalah mereka yang tidak terintegrasi secara kuat ke dalam kelompok sosial tertentu. Salah satu contoh kelompok sosial yang umum adalah keluarga. Mereka yang tidak terintegrasi sosial secara kuat dengan keluarganya bisa saja melakukan tindakan bunuh diri yang masuk ke dalam kategori egoistik.

Hal ini menjelaskan bagaimana mereka yang tidak menikah, tidak memiliki anak, dibuang dari keluarga, serta mereka yang kehilangan anggota keluarganya adalah salah satu orang yang memiliki faktor resiko bunuh diri yang tinggi dibandingkan mereka yang memiliki keluarga yang dekat.

  1. Bunuh Diri Altruistik

Kategori gangguan bunuh diri berikutnya adalah bunuh diri altruistik. Bunuh diri altruistik berkaitan dengan kondisi seseorang dengan masyarakat yang ada di sekitarnya. Mereka tidak mampu terintegrasi dengan baik dengan lingkungan sosial dan juga masyarakat.

Misalnya saja banyak aturan dan juga norma masyarakat yang jauh bertentangan dengan prinsip yang dipegang seseorang. Mereka yang melakukan tindakan bunuh diri karena hal ini masuk ke dalam kategori bunuh diri yang altruistik.

Kejadian ini banyak sekali terjadi di masyarakat. Misalnya saja seorang transgender yang bunuh diri karena tidak diterima di lingkungannya. Ini juga termasuk ke dalam kategori bunuh diri yang bertipe altruistik, dimana dia tidak dapat terintegrasi dengan baik dengan lingkungan masyarakat dan juga norma yang berlaku.

  1. Bunuh Diri Anomik

Kategori gangguan bunuh diri yang terakhir adalah bunuh diri anomik. Gangguan bunuh diri yang masuk ke dalam kategori ini banyak disebabkan oleh status sosial dan juga ekonomi. Perubahan nilai di masyarakat, fluktuasi, inflasi, dan segala hal yang berhubungan dengan faktor sosial ekonomi yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan bunuh diri, masuk ke dalam kategori anomik ini.

Dalam masyarakat, kondisi ini sering terjadi, dimana banyak orang yang bunuh diri akiabt himpitan ekonomi, dan sudah tidak sanggup lagi untuk menganggung beban kehidupan, terutama dari sisi ekonomi nya.

Nah, itu adalah tiga kategori gangguan bunuh diri menurut seorang sosiolog bernama Emile Durkheim. Tidak dapat dipungkiri, ketiga kategori tersebut memang benar – benar ada dan nyata muncul di dalam berbagai macam kasus yang ada di dalam masyarakat. Semoga artikel ini dapat membantu anda menjadi lebih aware dengan kasus bunuh diri di sekitar anda.

By: Eduardus Pambudi