Test Inteligensi CFIT (Culture Fair Intelligence Test)Test Inteligensi CFIT. CFIT atau yang merupakan kependekan dari Culture Fair Intelligence Test merupakan test yang dikembangkan oleh salah satu tokoh inteligensi terkenal, yaitu Raymond Cattel.

Test CFIT ini dibuat dengan latar belakang test – test inteligensi lainnya yang tidak bebas nilai dan masih terpengaruh oleh budaya budaya dan juga norma pada masing – masing Negara. Norma dan juga nilai – nilai pada suatu kebudayaan ini, dapat mempengaruhi hasil dari pengukuran IQ atau Inteligensi individu. Karena itu, diperlukan sebuah test inteligensi universal, yang sifatnya :

  1. Bebas nilai
  2. Tidak terikat pada kebudayaan tertentu
  3. Dipahami oleh semua orang secara universal

Sedangkan di dalam tes CFIT ini Raymond ingin menciptakan instrumen yang secara psikometrika sehat dan di dasarkan pada teori yang komprehensif dan juga memiliki nilai reliabilitas dan validitas yang tinggi. Nilai Reliabitiasnya untuk skala 1 memiliki nilai .91 dan untuk skala 2 memiliki nilai .87 dan skala 3 miliki .85 Untuk SMA keatas. Sedangkan untuk Validitas konsep sebesar .92 dan validitas konkrit sebesar .69.

Test CFIT ini merupakan tes psikologi yang mana ia mengukur apa yang dikenal sebagai fluid intelligence, yaitu kecerdasan yang meliputi kemampuan analisis dan penalaran. Terdapat tiga jenis CFIT, yaitu :

  1. CFIT skala 1, yang ditujukan untuk mereka yang mengalami retardasi mental
  2. CFIT Skala 2, yang ditujukan untuk usia 8 hingga 13 tahun
  3. CFIT skala 3, yang ditujukan untuk dewasa

CFIT Skala 3 adalah bentuk test CFIT yang paling umum dan juga banyak digunakan saat ini, terutama untuk penggunaan rekrutmen  dan juga assessment awal individu atau klien.

Administrasi dari Test CFIT

CFIT sendiri (Skala 3) terdiri dari 4 macam subtest. Berikut ini adalah ke empat macam subtest pada CFIT:

  1. Subtest 1 – Series

Peserta atau klien diminta untuk melanjutkan pola yang sudah ada, dan memilih 1 dari 6 pilihan pola yang ada.

  1. Subtest 2 – Classification

Peserta atau klien diminta untuk memilih 2 dari 5 pilihan gambar, dengan pola ataupun karakteristik yang sama atau memiliki kemiripan.

  1. Subtest 3 – Matrices

Peserta atau klien diminta untuk memilih 1 dari 5 pilihan jawaban, yang mampu melengkapi gambar utama yang tersaji. Subtest ini memiliki cara kerja yang mirip dengan APM, SPM, dan juga CPM.

  1. Subtest 4 – Condition / Typologi

Peserta atau klien diminta untuk memilih 1 dari 5 jawaban dimana jawaban tersebut memiliki kondisi, tekstur ataupun situasi yang sama seperti pada soal yang tersaji.

CFIT merupakan bentuk battery test, karena itu membutuhkan waktu, dan peserta atau klien dituntut untuk mampu menjawab soal pada masing – masing subtest dalam waktu tertentu. Masing – masing subtest pada CFIT memiliki karekteristik yang berbeda – beda, sehingga peserta atau klien nantinya harus konsentrasi dan juga focus terhadap instruksi yang diberikan oleh tester pada saat pelaksanaan test.

Skoring dan Interpretasi dari CFIT

Skoring pada test CFIT ini dilakukan dengan melihat jawaban yagn diberikan oleh peserta atau klien, dan menghitung total jawaban benar yang dimiliki oleh klien setelah melaksanakan test. Total jawaban yagn benar akan disebut sebagai RS atau Raw Score, yang harus dirubah atau dikonversi ke dalam Scaled Score. Setelah itu, skor tersebut kemudian dipasangkan degnan norma yang sudah baku, untuk kemudian melihat tingkat kecerdasan dari peserta atau klien. Sama seperti test APM, CFIT cenderung hanya memberikan gambaran berupa tingkat kecerdasan ataupun kategori kecerdasan klien saja, dan tidak memberikan nilai IQ.

CFIT bisa dibilang merupakan test inteligensi sederhana yang mudah dan juga simple, baik dalam mengerjakan, menskoring, dan juga melakukan interpretasi, sama seperti test Matrices (APM, SPM, dan CPM). Hal ini membuat CFIT banyak digunakan dalam rangkaian psikotes singkat, misalnya rekrutmen, tes kecerdasan awal, assesmen awal. Namun tentu saja CFIT cenderung terbatas, sehingga jarang digunakan sebagai alat test dalam tujuan assesmen klinis, karena hasilnya yang kurang detail dan tidak kompleks.