Mengejutkan, Ternyata Faktor Percobaan Bunuh Diri Juga Bisa Disebabkan Oleh Faktor GenetikFaktor Percobaan Bunuh Diri. Suicide idea atau keinginan dan percobaan bunuh diri adalah salah satu kondisi yang sangat mengkhawatirkan dari berbagai sudut pandang. Mulai dari sudut pandang agama, sosial, hingga psikologis menganggap bahwa usaha untuk melakukan bunuh diri adalah salah satu prilaku yang sangat mengkahatirkan dan juga gawat.

Secara umum, keinginan untuk melakukan bunuh diri ataupun percobaan bunuh diri merupakan suatu tindakan pembinasaan yang disadari dan ditimbulkan sendiri. Banyak yang mengatakan bahwa bunuh diri sebenarnya bukan merupakan tindakan yang asal dan tanpa perhitungan.

Justru, bunuh diri adalah suatu tindakan yang sudah dipikirkan dan juga diperhitungkan oleh mereka yang melakukannya. Bunuh diri dianggap sebagai salah satu cara untuk keluar dari masalah atau krisis yang selalu menyebabkan atau menimbulkan penderitaan yang kuat. Baca juga artikel sebelumnya yang berjudul faktor Resiko Bunuh Diri Dari yang Terendah Sampai yang Tertinggi

Faktor Percobaan Bunuh Diri

 

Apa yang menyebabkan munculnya percobaan bunuh diri?

Banyak yang mengatakan bahwa bunuh diri merupakan salah satu tindakan yang dilakukan karena adanya masalah yang terlalu berat dan tidak sanggup dipikul. Lainnya mengatakan bahwa tindakan bunuh diri, atau setidaknya percobaan dan keinginan untuk melakukan bunuh diri ini disebabkan oleh masalah psikologis berat, mulai dari episode depresif, gangguan mood, gangguan kepribadian, dan masalah psikotik lainnya.

Namun ada hal yang cukup mengejutkan dari tindakan bunuh diri ini, dimana ternyata tindakan bunuh diri, atau keinginan dan percobaan bunuh diri ini bisa juga muncul karena faktor genetik, alias faktor keturunan di dalam keluarga.

Faktor Genetik Sebagai Penyebab Munculnya Suicide Idea

Ternyata, memang benar bahwa faktor genetik yang berjalan di dalam sebuah keluarga bisa menjadi salah satu penyebab munculnya tindakan bunuh diri, atau minimal keinginan dan juga percobaan bunuh diri pada diri seseorang.

Beberapa penelitian mengenai mereka yang pernah melakukan tindakan bunuh diri, ternyata memberikan fakta bahwa riwayat bunuh diri di dalam keluarga ditemukan memiliki makna yang lebih banyak pada mereka yang melakukan bunuh diri atau percobaan bunuh diri.

Penelitian lainnya juga mengatakan bahwa resiko bunuh diri untuk saudara derajat pertama yang memiliki riwayat bunuh diri adalah 8 kali lebih besar muncul dibandingkan mereka yang tidak memiliki anggota keluarga dengan riwayat bunuh diri.

Hal ini bisa terjadi karena ada kemungkinan role model memiliki dampak yang penting. Anggota keluarga yang sebelumnya pernah melakukan bunuh diri atau percobaan bunuh diri bisa saja menjadi role model, dan dicontoh oleh anggota keluarga mereka yang lainnya.

Selain dapat menjadi faktor yang berdiri sendiri (tanpa adanya gangguan psikologis khusus), masalah bunuh diri secara gentika juga bisa muncul akibat adanya gangguan psikologis berat yang bisa diturunkan secara genetik.

Gangguan psikologis berat, seperti misalnya skizofrenia dan juga gangguan bipolar adalah dua dari beberapa macam gangguan psikologis yang memunculkan ide bunuh diri (suicide idea).

Nah, jadi bias disimpulkan, selain banyaknya tekanan dari lingkungan sosial yang menyebabkan munculnya suicide idea atau keinginan dan percobaan bunuh diri, ternyata faktor genetik juga memegang peranan yang cukup penting dalam masalah ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda semua.

By: Eduardus Pambudi


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia