Ternyata Anak Berkebutuhan Khusus Tidak Selalu Mengalami Keterbelakangan Mental LohAnak berkebutuhan khusus. Apa yang ada di benak anda apabila anda mendengar mengenai istilah ini? Mungkin banyak dari anda yang mengasosiasikan bahwa mereka yang mengalami gangguan mental, retardasi mental, dan masalah inteligensi lainnya yang sangat buruk, dan terkesan negatif bukan?

Singkatnya, banyak yang menyangka bahwa mereka anak dengan gangguan atau cacat secara mental. Lalu, apakah hal itu benar? Yuk simak penjelasan mengenai anak berkebutuhan khusus di bawah ini.

Apa Itu Anak Berkebutuhan Khusus

Sebenarnya tidak ada definisi yang pasti mengenai apa itu anak berkebutuhan khusus. Namun demikian, banyak yang mengamini bahwa mereka adalah tipe anak yang memiliki suatu kelebihan ataupun kekurangan dibandingkan dengan anak – anak lainnya yang dianggap normal.

Ingat, tidak hanya anak yang kurang secara mental, namun anak – anak yang memiliki “kelebihan” juga bisa ikut dalam kategori itu. Singkatnya, mereka membutuhkan perlakuan yang khusus dan spesial, dan berbeda dibandingkan dengan anak – anak biasa pada umumnya.

Kebanyakan mereka akan mengalami masalah apabila diperlakukan sama seperti anak-anak biasa pada umumnya.

Apa Saja Yang Termasuk Ke Dalam Anak Berkebutuhan Khusus?

Apabila dijabarkan satu persatu, memiliki ruang lingkup yang sangat luas, karena mencakup seluruh kondisi anak – anak yang tidak sesuai dengan keadaan anak – anak pada umumnya. Berikut ini adalah beberapa contoh masalah :

  1. Retardasi Mental / Intelligence Disabilities

Merupakan masalah yang umum dan banyak dikenal. Biasanya yang satu ini memiliki masalah dalam perkembangan kognitif, sehingga memiliki kekurangan dalam hal inteligensi.

  1. ADHD

Merupakan kependekan dari Attention Deficit and Hyperactivity Disorder, merupakan gangguan dimana si anak sangat mudah teralihkan fokusnya, dan juga cenderung hiperaktif. Biasanya mereka yang mengalami ADHD akan sulit menerima dan menyerap pelajaran di kelas, bukan karena tidak mampu menerima informasi, namun karena tidak mampu fokus pada pelajaran yang diberikan.

  1. Masalah Belajar / learning Disorder

Meskipun memiliki IQ atau inteligensi yang baik, namun demikian ada anak – anak yang memiliki masalah belajar, karena satu dan lain hal (seperti masalah biologis, masalah psikososial, dan sebagainya). Mereka yang mengalami masalah belajar akan sulit menyerap pelajaran (baik pelajaran tertentu maupun pelajaran secara umum), dan berdampak pada prestasi akademis yang menurun.

  1. ASD / Autism Spectrum Disorder

Merupakan salah satu gangguan perkembangan pervasive pada anak – anak, dimana mereka yang mengalami autisme cenderung sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain (meskipun bisa berbicara, dan ada juga yang tidak).

  1. Kekurangan secara fisik

Masalah kekurangan fisik pada anak – anak, seperti tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa dan lain sebagainya (yang berhubungan dengan masalah fisik) juga ikut dalam kategori.

  1. Anak Jenius (dengan IQ diatas 160)

Tidak hanya mereka yang kekurangan, namun anak – anak yang mengalami kelebihan terutama dalam hal IQ atau inteligensi pun juga bisa dikategorikan juga. Anak – anak yang memiliki IQ tinggi akan sulit dalam menerima pelajaran dengan baik, apabila dimasukkan ke dalam sekolah yang menggunakan metode pelajaran biasa.

  1. Indigo

Saat ini, penelitian mengenai indigo sudah mulai banyak berkembang. Anak yang mengalami indigo juga termasuk ke dalam kategori ini. Karena anak Indigo cenderung memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang biasa, dan membutuhkan penanganan khusus agar kemampuan yang dimilikinya bisa menjadi lebih optimal.

Tidak hanya 7 contoh saja, masih banyak lagi kategori atau contoh – contoh lainnya Jadi, sekarang anda sudah paham bukan? Ingat, mereka bukan hanya mengacu pada anak – anak yang mengalami keterbelakangan mental saja loh.

Ini Dia Masalah Yang Sering Dialami Oleh Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus tentu saja tidak bisa diperlakukan sama seperti anak – anak pada umumnya, karena hal ini akan menyebabkan si anak mengalami masalah dan tentu saja akan mengalami banyak hambatan.

Oleh Karena itu, mereka ini haruslah diperlakukan sedikit berbeda, sesuai dengan kebutuhan dari anak–anak tersebut. Namun demikian, ternyata, tidak semua orangtua mungkin sadar dengan hal tersebut, sehingga terkadang mereka tidak segera memberikan perlakuan khusus bagi anak–anak yang memiliki kebutuhan khusus.

Apabila hal ini diteruskan, tentu saja akan muncul banyak masalah yang sering dialami oleh mereka. Masalah ini mulai dari masalah dari lingkungan sosial, masalah perkembangan si anak, bahkan masalah dari orangtuanya sendiri. Berikut ini adalah beberapa masalah yang rentan dialaminya :
  1. Guru pendamping yang kurang kompeten

Guru pendamping yang kurang kompeten adalah masalah bagi anak berkebutuhan khusus. Guru yang kurang kompeten akan menyulitkan anak berkebutuhan khusus dalam perkembangannya. Saat ini, masih ada guru yang mungkin kurang kompeten, terutama dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus, sehingga perkembangan dari anak berkebutuhan khusus ini tidak menjadi optimal.

  1. Pemahaman orangtua yang kurang

Tidak semua orangtua aware atau sadar dengan kondisi anak berkebutuhan khusus. Hal ini membuat orang tua menyamakan perlakuan mereka kepada anak berkebutuhan khusus sama seperti anak – anak pada umumnya. Kurangnya pemahaman ini sudah pasti malah akan menghambat si anak dalam berkembang. Jadi, orangtua pun harus peka dan juga aware dengan kondisi anak mereka, terutama yang termasuk ke dalam anak berkebutuhan khusus.

  1. Orangtua yang kurang sabar

Kesabaran adalah salah satu hal yang harus bisa anda miliki apabila anda ingin menghadapi anak berkebutuhan khusus. Sayangnya, masih banyak orangtua dan juga guru atau pengasuh yang kurang sabar dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus. Mereka yang kurang sabar ini biasanya lebih sering mengabaikan anak berkebutuhan khusus, atau bahkan melakukan tindakan kekerasan. Hal inilah yang menjadi masalah yang sering dialami oleh anak berkebutuhan khusus

  1. Orang tua yang malu dengan kondisi anaknya

Banyak sekali anak berkebutuhan khusus yang “terlantar” karena orangtuanya merasa malu dengan kondisi anak mereka. Mungkin anda pun sempat berpikir seperti itu juga bukan? Nah, ternyata kondisi ini bisa menjadi masalah bagi anak berkebutuhan khusus. Ketika orangtua malu dengan kondisi anaknya, maka otomatis dukungan orangtua terhadap anak berkebutuhan khusus akan berkurang, atau bahkan hilang. Hal ini akan sangat memperburuk kondisi dari si anak tersebut, dan sudah pasti akan menjadi masalah yang besar bagi perkembangan si anak.

  1. Masalah pendidikan dan kesulitan anak dalam mengikuti pelajaran di kelas

Anak berkebutuhan khusus cenderung sulit untuk mengikuti pelajaran di dalam kelas, terutama ketika dimasukkan ke dalam sekolah umum. Anak berkebutuhan khusus akan terlihat lambat dalam mengikut pelajaran, dan bahkan memiliki nilai rapor yang jauh di bawah rata–rata.

  1. Masalah sosial, seperti bullying, penolakan, dan kurangnya dukungan dari keluarga

Mereka seringkali mengalami masalah sosial. Bullying, penolakan, ataupun kurangnya perhatian dan juga dukungan dari keluarga adalah salah satu masalah yang sering dialami oleh para anak berkebutuhan khusus.

Itu adalah 6 masalah yang perlu anda ketahui. Masalah ini sebenarnya merupakan masalah bersama, dimana anda bisa ikut turut serta dalam mengatasi masalah – masalah tersebut, sehingga dapat membantu mereka menjadi lebih diperhatikan, dan juga dapat berkembang lebih optimal. By: Eduardus Pambudi