Benarkah Saya Ini Terjebak Fantasi Dalam Diri Saya Sendiri?

Benarkah Saya Ini Terjebak Fantasi Dalam Diri Saya Sendiri?

April 18, 2017 Off By admin

Benarkah Saya Ini Terjebak Fantasi Dalam Diri Saya Sendiri?Nama : Donna
E-mail : dhona.xxx@gmail.com
Judul : Terjebak Fantasi
Isi Konsultasi : Awalnya saya dulu senang berfantasi tentang kehidupan yang saya inginkan. Lama-lama saya malah terjebak dalam fantasi itu, setiap tidak ada kegiatan saya bakal ngelamun dengan durasi yang lama. Dalam lamunan itu saya menjadi tokoh utama dalam cerita yang saya bikin sendiri. Sekarang saya malah lebih banyak menghabiskan waktu untuk berfantasi ketimbang memikirkan realita, bahkan terkadang sambil berbicara sendiri. Saya menyadari kalau menghabiskan waktu dengan melamun itu tidak baik, tapi saya tidak bisa lepas dari dunia yang saya bikin sendiri itu. Saya merasa kalau fantasi saya sekarang sangat menganggu, soalnya saya jadi lupa waktu dan malas bertemu orang, belum lagi tugas kuliah banyak yang terbengkalai.

Jawaban

Hai Donna, bagaimana kabarnya? Semoga selalu berada dalam kabar baik dan sehat selalu ya.

Mengenai fantasi yang anda alami, apakah anda bisa lebih spesifik menjelaskan fantasi yang anda miliki? Apa saja yang ada di dalam pikiran anda saat anda melamun? Apabila fantasi ini sudah sangat mengganggu aktivitas anda, maka pastinya anda harus bisa untuk me-manage fantasi tersebut supaya tidak menjadi bagian dari dalam diri anda.

Salah satu hal yang bisa anda lakukan mungkin mempelajari mengenai reality therapy. Reality therapy, secara garis besar merupakan sebuah proses psikoterapi yang mengedepankan realitas, sehingga anda bisa membedakan, mana yang real, dan mana yang hanya sebatas lamunan, angan dan juga fantasi. Hal ini perlu dilakukan, agar anda mampu mengontrol fantasi yang anda alami tersebut.

Selain itu, perlu juga dilakukan penguatan motivasi kepada diri anda, terutama motivasi untuk menjalankan dan menyelesaikan tugas dan kewajiban yang menjadi tanggung jawab anda sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang anak, sebagai seorang teman, dan sebagai seseorang yang tinggal dan beraktivitas di dalam dunia nyata.

Untuk melakukan hal ini semua, anda mungkin membutuhkan bantuan dari konselor ataupun psikolog untuk membantu anda menjalani sesi konseling dan juga psikoterapi untuk membantu mengurangi fantasi yang anda milki, dan membantu anda supaya bisa lebih fokus di dalam kehidupan nyata anda dibandingkan dengan fantasy anda. Psikologi Mania