Menghardik Anak Di Depan Tamunya, Antara Adat Dan Tindakan Tidak Tepat Orang TuaNama : Nan
E-mail : nanxxx@yahoo.com
Judul : Adat Orangtua
Isi Konsultasi : Mau konsul. ~ Saya punya temen (sebut saja S) yang keluarganya itu menurut Saya over-protective. Pernah suatu hari Saya dan teman Saya yang lain (sebut saja I) main ke rumahnya. Datang siang agak sore, pulangnya malam karena maksud Saya sekalian solat Maghrib disana. Karena kondisi hujan, Saya dan I ditawari nmenginap oleh S di rumahnya. Dia minta izin ke orangtuanya. Diizinin, tapi kayak terpaksa gitu. Kata S, orangtuanya sampai bilang “Kenapa ga pulang dari sore aja?”, tentunya tidak memakai nada yang wajar. Setelah tau gitu, Saya dan I langsung memutuskan pulang saja apa pun kendalanya. Seusai S mengantar kami, ia pulang tapi diusir. Dilempari ini-itu ketika di rumah, sebelum diusir. Diduga ngelakuin hal “berlebihan” karena kebetulan Saya dan I itu laki-laki dan S itu perempuan. Oh iya.. Sebelumnya, ada teman S juga yang main. 2 orang perempuan, tapi sudah pulang. Karena mereka besok harus sekolah. Saya dan I kebetulan kuliah, jadi agak santai. S kirim pesan debat dengan orangtuanya ke Saya. Orangtuanya bilang sih itu adat. Nah Saya bingung sama adatnya. Marahin anak, ga boleh bergaul sama yang bukan satu sekolah, ga boleh main sama orang luar atau pun keluar. Jadi terkadang S harus kabur untuk memuaskan hasratnya. Dari kemarin, S belum pulang. Saya pikir depresi. Saya mau bertanya solusinya. Terima kasih.. ~

Jawaban: untuk saudara nan, setiap orang tua memang memiliki sifat alamiah sayang terhadap anaknya. Namun banyak dari para orang tua, memiliki sifat yang terkadang berlebihan dalam mencurahkan kasih sayang terhadap anaknya. Harapn yang disandarkan pada anaknya begitu besarnya, sehingga segala cara pun kerap kali dilakukan. Dan itu semua demi melihat anaknya sukses di masa depan, menurut versi orang tua.

Hal yang terjadi pada teman anda S sebenarnya adalah bentuk kasih sayang orang tua terhadap anaknya, yang mana orang tuanya  berusaha untuk melindungi s dari segala tindak tanduk pergaulan bebas yang memang sekarang ini lagi marak terjadi. Saya bisa memahami posisi anda sebagai tamu yang pada waktu itu sebenarnya hanya ingin menyambung silaturrahmi, dan dalam kondisi hujan dan kemalaman sehingga anda akan lebih baik jika menginap.  Namun apa hendak dikata jika orang tua s mengasosiasikan bahwa, anda dan teman anda I adalah laki-laki dan S adalah perempuan, tentu hal yang dapat menimbulkan potensi-potensi yang tidak diinginkan. Terlebih terhadap pandangan tetangga, yang berpengaruh besar terhadap segala sesuatu yang di lakukan oleh orang Indonesia pada umumnya.

Dan hal itulah yang membuat orang tua dari S keberatan jika memang anda dan teman anda harus menginap di rumahnya. Memang ada beberapa cara yang sebtulnya kurang baik jika hal tersebut di lakukan di hadapan tamu, dan ini sama saja dengan tidak menghargai tamu. Perlu dicatat pula hal ini membuat s malu bukan kepalang, karena pada waktu itu telah menawari anda dan temanya untuk menginap. Sebenarnya ada cara yang lebih halus bisa dilakukan, misalnya saja dengan memberitau secara baik dan benar kepada anak, jika tamu telah pergi. Akhirnya rasa yang kadung kepalang malu dan membuatnya tidak tenang ditambah akumulasi dari pengekangan yang di lakukan oleh orang tuanya, pada akhirnya memuncak dikala ia di usir dan di perlakukan tidak semestinya. Hal itulah yang membuat s tidak ingin pulang kerumah.

Untuk posisi s ada baiknya untuk segera di lakukan pembinaan agar, hal yang tidak diinginkan terjadi dapat di hindari, seperti pelarian kepada hal-hal yang tidak baik secara moral, norma, dan agama. Cara-cara memberikan nasehat yang baik dari teman di sekelilingnya tanpa adanya unsur penyalahan terhadap apa yang di lakukan orang tua terhadap dirinya adalah cara yang tepat untuk di lakukan. Jangan lupa untuk selalu membuatnya berfikir positif dari segala sisi atas apa yang di alaminya. Teman terdekat di masa ini adalah senjata ampuh untuk membuatnya kembali kerumah.

Untuk masalah adat dengan memarahi anak untuk tidak bergaul kepada teman yang bukan dari satu sekolah yang sama adalah hal yang tidak benar, namun sebenarnya apa yang di lakuakan oleh orang tua S adalah hanya sebagai bentuk protektif orang tua terhadap anak dari pergaulan yang berpotensi tidak benar, namu dikarenakan kemampuan komunikasi  yang kurang akhirnya orang tua s membuat alasan-alasan yang demikian. Semoga bermanfaat.

Psikologi Mania