Bullying Anak

Aktor Bullying Anak. Anak merupakan anugrah terindah yang di titipkan oleh tuhan pada anda sebagai orang tua. Ia merupakan permata harapan yang akan selalu membanggakan kedua orangtuanya. Harapan yang di sandarkan kepada anak menjadikan orang tua rela untuk melakukan segala sesuatu yang ia bisa. Namun taukah anda terkadang rasa sayang sebagai orang tua kepada anak, membawa orang tua melakukan hal-hal yang justru membuat anak merasa terbully loh.

Khususnya bagi para ibu-ibu saat ini, hindari untuk melakukan hal-hal yang tanpa disadari ia malah justru menjadi aktor utama dalam membully anak.

Ibu Yang Membully Anak

Dalam perkembangannya, seorang anak memang masih memiliki kemampuan terbatas untuk melakukan segala hal yang bisa dilakukan oleh orang dewasa. Bahkan hanya sekedar merapihkan pakaian sendiri pun, tak sedikit anak yang masih belum bisa melakukannya dengan sempurna.

Belum sempurnanya kemampuan anak tersebut pada akhirnya sering tercetus ketidak sengajaan dari para orang tua, khususnya seorang ibu yang kerap melakukan hal-hal yang justru membuat anak menjadi minder.

Perbuatan seperti membanding-bandingkan kemampuan, membentak, menghina, hingga meremehkan apa yang telah di lakukan anak.

Membanding-bandingkan kemampuan

Ketemu ibu-ibu komplek berbincang masalah anak. “eh anak sampean sekolahnya gimana, anak ku kemaren Alhamdulillah dapat ini loh….. itu lohh…. Anak mu gimana?” Seketika sang ibu jadi baper. Akhirnya di rumah saat ibu mengajari anak belajar hitungan, dan anaknya kebetulan kurang memahami apa yang di sampaikann ibu, meluncurlah kata-kata sakti “coba kamu ini pinter seperti si anu.., begini aja ga paham-paham”. Dari kata tersebut terdapat 2 unsur pembullyan anak yang terkadang tak disadari ibu-ibu saat ini. Yang pertama membanding-bandingkan, yang kedua “Menghina” tidak bisa paham-paham.

Membentak Anak Di Tempat Umum

Kasus seperti ini kerap kali terjadi di saat sedang menghadiri pertemuan, shopping, atau awal masuk sekolah. Anak minta ini itu, tapi sang ibu tak membawa uang, langsung deh bentakan disertai cubitan. Padahal apa yang dilakukan sang ibu, sama dengan mempermalukan anak di tempat umum. Akibtnya jika hal tersebut di biasakan, dapat membuat anak tumbuh dengan rasa minder, atau kurang memiliki sikap empati terhadap lingkungan sekitar. Bisa jadi anak nantinya akan menganggap mempermalukan orang lain di tempat umum adalah suatu hal yang biasa.

Penting bagi seorang ibu untuk menggunakan cara yang bijak di saat anak rewel di tempat umum, seperti memberi pengertian dengan di sertai rasionalisasi mengapa anak tidak dituruti keinginannya. Jika anak tiba-tiba tantrum (menangis sambil memukulkan diri ke objek sekitarnya) ibu dapat memeluknya hingga tangisannya reda. Hal tersebut selain lebih bermanfaat juga mendidik anak bahwa kasih jalan kasih sayang lebih baik untuk menyelesaikan sebuah masalah, daripada jalan kekerasan dan penghinaan.

Tidak Menghargai Hasil Perjuangan Anak

Tidak menghargai perjuangan anak juga kerapkali di lakukan oleh para orang tua terlebih ibu. Memang hal ini tak sengaja atau karena dianggap biasa hal ini berulangkali di lakukan. Contoh paling sering di temukan adalah ketika sang anak dengan bangganya menceritakan kejadian yang menurutnya menarik, sang ibu lalu membalasnya dengan, “Ga usah macem-macem, nanti kesalahan lagi” atau menghardik anak saat melakukan eksperimen memasak, “Duh ini, siapa yang suruh masak, buang-buang bahan aja, bikin rugi”.

Cobalah untuk menghargai apa yang dilakukan oleh anak, meskipun apa yang dilakukannya merupakan hal yang tidak sesuai dengan keinginan orang tua. Mungkin jika anak melakukan kesalahan atau hal yang tak sesuai, ibu bisa memberikan nasehat dengan baik. Memang hal ini membutuhkan kesabaran, namun ketika kesabaran itu telah terlatih, anak pun akan mencontoh kesabaran dari orang tuanya kelak. By: Muhamad Fadhol Tamimy