Tak Hanya Harta Pacar Pun Sekarang Di PamerkanTak Hanya Harta Pacar Pun Sekarang Di Pamerkan. Pola hubungan komunikasi yang saat ini cendrung ke arah hedonis menggiring bangsa ini ke dalam perliaku individu yang suka pamer.

Pamer harta kekayaan, status jabatan, kenaikan pangkat, ibadah, jalan-jalan ke suatu tempat, hingga pacar. Maka tak jarang jika kita menjumpai aneka tebaran status yang merujuk pada kepameran macam “otw”, “at” hingga ucapan syukur yang di barengi dengan modus pamer. “Alhamdulillah yah” dapat mobil baru. “Alhamdulillah yah, dibeliin Papah Mobil baru”. Hingga yang ekstrim antara ucapan syukur dengan pacar baru.

Tak Hanya Harta Pacar Pun Sekarang Di Pamerkan

Pola perilaku pamer yang sudah tak lazim ini pun tak kalah hebohnya dengan kepameran permasalahan harta secara nampak seperti pamer hubungan “pacaran”. Pacaran yang baru di jalani pun gencar untuk dipromosikan bak artis yang lagi jualan di online shop. Di twitter pasang status, di BBM pasang dp, di Facebook nyebar foto, hingga di Path pun tak bosan mereka mengumbar kemesraan. Semuanya ada dan tersebar di media sosial.

Gelombang pamer pacaran tersebutakhirnya menjadi semacam trendsetter yang umum dan dianggap biasa. Akhirnya, mereka yang belum memiliki pacar dianggap sebuah hal yang tidak umum dan kuno. Padahal kegiatan pacaran yang terjadi seharusnya tidaklah diumbar di media sosial ataupun tempat umum lainnya, dikarenakan tak sesuai dengan adab sopan santun.

Maraknya ajang bully pun di sinyalir salah satunya terjadi akibat pamer yang dilakukan di media sosial. Pertemanan yang seharusnya sehat, akhirnya berubah menjadi sistem pertemanan yang didasarkan pada saling berharap atas nama cinta. Itu semua di lakukan agar mereka terhindar dari sebuah “bencana” nelangsa yang dialami yaitu bencana yang beratasnamakan status jomblo. Lu jomblo bro, bray, mbak bro sist dan lain sebagainya.

Menghindari kecendrungan untuk pamer dalam sisi apapun sangat penting untuk dilakukan, terlebih pamer yang di dasarkan pada status hubungan macam pacaran. Mereka yang telah menikah saja apabila di ekspose berlebihan di media sosial dapat memuakkan mata yang memandang, apalagi kamu yang belum menikah namun sudah mengumbar kata mamah papah di media sosial. Think again! By: Muhamad Fadhol Tamimy