Tak Disangka Ternyata Gejala Depresi Orang Indonesia Dimulai Semenjak Usia Ini

Tak Disangka Ternyata Gejala Depresi Orang Indonesia Dimulai Semenjak Usia Ini

November 14, 2018 Off By Admin

Tak Disangka Ternyata Gejala Depresi Orang Indonesia Dimulai Semenjak Usia IniGejala Depresi orang indonesia – Depresi merupakan sebuah kondisi stress yang telah mencapai titik puncaknya atau telah mencapai kondisi stress parah. Depresi sendiri merupakan salah satu gangguan mental yang acapkali ada di seluruh dunia. Kondisi ini jika tak ditangani dengan baik maka akan berpotensi membuat penderitanya mengambil keputusan untuk melakukan bunuh diri.

Menurut WHO satu daripada 4 orang yang ada di dunia akan terjangkit oleh gangguan kejiwaan ataupun neurologis. Sekarang ini hampir 450 juta orang mengalami gangguan mental, dan dari satu juga orangnya melakukan aktivitas bunuh diri setiap harinya. Sebuah angka yang massif dan besar jika melihat jumlahnya.

Dalam sebuah catatan data Riskesdas 2013 yang dilakukan oleh kemenkes RI menunjukkan bahwasanya gejala depresi maupun kecemasan sendiri telah dideteksi semenjak usia 15 tahun. Sementara itu untuk presentasi depresi sendiri diketahui mencapai 6% atau sebanyak 14 juta orang. Sedangkan untuk pravalensi gangguan jiwa berat seperti gangguan skizofrenia terdapat 1,7 per 1000 penduduk atau ditotal mencapai 400 ribu orang.

Terapi Depresi Dengan Kemajuan Teknologi dan Inovasi

Di validasi oleh temuan dari beberapa universitas di lintas negara seperti di universitas Amsterdam, Groningen di belanda, dan di indonesia sendiri di lakukan di universitas Atma jaya menemukan bahwasanya terapi perilaku guna membantu mereka yang mengalami gangguan psikologis ternayata dapat dilakukan melalui interaksi di dunia maya atau online.

Ketiga penelitian yang dilakukan oleh 3 universitas tersebut menemukan bahwasanya metode terapi psikologis melalui dukungan internet mampu untuk membantu mereka keluar dari permasalahan psikologis. Metode tersebut dinamakan dengan Guided Act and Feel Indonesia (GAF-ID), sebuah terapi psikologis berbasis internet yang mana memberikan sebuah dukungan ataupun panduan dari para konselor awam namun terlatih dan dijalankan dengan berbasis protocol terapi aktivasi perilaku. Dan terapi ini juga diadaptasi dari konteks budaya keindonesiaan.

Dalam sebuah uji coba secara klinis acak, oleh ketiga peneliti dari 3 universitas tersebut menginvestigasi sebuah eektivitas terapi perilaku dengan adanya dukungan konselor awam yang dibandingkan dengan psikoedukasi minimal yang diberikan lewat jalur online tanpa adanya dukungan konselor pada 313 partisipan di indonesia.

Hasilnya pun mengejutkan dimana rata-rata gejala depresi dilaporkan lebih rendah secara signifikan setelah melalui 10 minggu dan juga peluang dari diagnosis depresinya dilaporkan 50% ebih tinggi di kelompok GAF-ID dibandingkan dengan kelompok psikoedukasi online. Menariknya efek dari hal tersebut dapat memiliki dampak jangka panjang dengan besar efek 0,27 pada pengukuran di bulan keenam.

Penelitian ini pun akhirnya membuka sebuah cara baru untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan dan juga ketersediaan layanan mental di negara-negara berkembang yang bisa dibilang kurang ideal, “menurut professor claudi baockting, dari University of Amsterdam.

Fasilitas yang kurang merata untuk menangani kesehatan mental di indonesia sendiri banyak terjadi. Dan dari hasil temuan seperti ini maka ada sebuah peluang yang dapat dilakukan lewat jalur inovatif yaitu teknologi. Dan psikoma hadir untuk membantu masyarakat indonesia yang mengalami problem kesehatan mental. Minimal dengan adanya psikoma masyarakat dapat lebih aware terkati dengan informasi terkait psikologi dan kesehatan mental. Semoga bermanfaat dan sukses selalu. By: Muhamad fadhol tamimy

Sumber:

Depkes.go.id

marketeers.com