Sudah Siapkah Anak Umur 2,5 Tahun Masuk Pendidikan Anak Usia Dini

Sudah Siapkah Anak Umur 2,5 Tahun Masuk Pendidikan Anak Usia Dini

December 24, 2016 Off By admin

Sudah Siapkah Anak Umur 2,5 Tahun Masuk Pendidikan Anak Usia DiniNama : xxrni solfiana
E-mail : hxxsolfiana@yahoo.com
Judul : sekolah dini pd anak (Pendidikan Anak Usia Dini)
Isi Konsultasi : Mohon pencerahannya serta sarannya… Bagaimana jika anak 2, 5 dimasukin ke sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Desember nti anak saya genap 2 tahun.. Sdh 2 bulan in senang sekali ikut sekolah.sebelumnya cm ikut2an aja saat menyanyi.ketika masuk kelas saya bawa pulang.karna tidak enak nti dgn gurunya. Skrg dia rajin maunya sekolah asal habis mandi pagi.dan dia sdh bisa mengikuti yg ada disana.menyanyi dan senam bersama.di rumah pun ia belajar dgn saya dan ayahnya membaca doa2 cerita dan lainnya dia sdh mampu. Kalau thn ajaran baru nti saya masukan ke paud bgmna dampak nya baik dr sisi psikologis atau lainnya dgn masuk sekolah dini. Trima kasih

Jawaban

Pendidikan Anak Usia Dini – Pada dasarnya anak siap untuk di masukkan ke dalam pendidikan secara formal adalah pada saat anak tersebut telah siap. Untuk masuk ke sekolah Pendidikan Anak Usia Dini, tentunya sama saja yaitu adalah pada saat anak yang bersangkutan telah siap pula. Siap sang anak dalam artian anak dapat menerima segala hal yang berkaitan dengan kondisi sosial bersma rekan nantinya, hingga kesiapan menerima pembelajaran di kelas nantinya.

Indikasi anak telah siap untuk di masukan ke pendidikan anak usia dini (Paud) adalah ia telah mampu ikut serta menjalani hal-hal seperti yang di ajarkan di kurikulum pendidikan anak usia dini, seperti bermain, menyanyi, dan kemampuan bersosialisasi.

Jika hal tersebut dapat di lakukan dengan baik, terlebih lagi anak memang sudah menginginkannya, maka hal tersebut tidaklah menjadi masalah jika anak ingin di masukkan ke pendidikan anak usia dini (Paud) tersebut.

Yang menjadi masalah adalah pada saat anak ternyata hanya, menginginkannya sesaat saja. Menginginkan sesaat dalam artian, anak tersebut setelah menjalani beberapa hari ia justru enggan untuk mengikuti pelajaran hingga selesai. Namun jika hal tersebut terjadi maka tidak perlu memaksakan anak untuk harus mengikutinya hingga selesai. Sembari di berikan pengertian yang baik tentang pentingnya ia harus sekolah, sembari anda memberikan contoh-contoh melalui cerita, bagaimana tokoh yang diidam-idamkan anak, berhasil karena sekolah.  Psikologi Mania