Stigma Yang Bakal Membuat Hari Senin Itu Memang “Seram”

Stigma Yang Bakal Membuat Hari Senin Itu Memang “Seram”. Dalam setahun ada dua belas bulan. Dalam sebulan ada 30 hari, dan dalam seminggu terdapat 7 hari yang terus menerus kita lalui. Namun ada satu hal yang menarik untuk dikulik keberadaannya. Ya hari itu adalah senin. Ada apa dengan hari senin? Jika penasaran yuk mari kita simak beberapa ulasan artikel berikut, yang bakal dijamin menarik tentang hari senin ini.

Seperti yang diketahui adalah hari senin merupakan hari awal mula dalam menjalani rutinitas mingguan. Hari ini juga menjadi penanda dimulainya penilaian kinerja kita selama seminggu kedepannya. Jika orang akan cenderung berbahagia dengan hari sabtu pagi maka berbeda dengan minggu malam hingga pagi harinya.

Hal tersebut banyak terjadi di antara kita. Terlebih apabila diantara kita belum move on pasca hari libur. Atau bahkan ketidakmampuan kita untuk move on dari kasur yang lebih empuk, dibandingkan dengan kerasnya hari senin. Fakta tentang hari senin tersebut semakin lengkap manakala kita memiliki persepsi yang terbentuk secara otomatis bahwa hari senin adalah hari untuk memulai aktivitas pekerjaan yang panjang.

Perasaan yang telah terulang-ulang semenjak kita sekolah di bangku sekolah dasar ini lah, yang menjadi penyebab seramnya hari senin. Dalam ilmu psikologi kita mengenal tentang prasangka, stigma, dan juga pembentukan nilai internal diakibatkan oleh lingkungan. Prasangka kita terhadap kebahagiaan hari sabtu yang akan menyambut hari libur tak berbanding lurus dengan kebahagiaan untuk menyongsong awal mula menjalani aktivitas seperti bekerja ataupun skolah di hari senin.

Menyongsong pekerjaan berarti sama dengan kita telah “ditunggu” oleh beban berat yang bernama tugas. Entah itu tugas kantor, tugas sekolah, kuliah, hingga penagihan hutang bulanan. Hal-hal tersebut jugalah yang menyebabkan efek historis, bahwa hari senin ini merupakan hari yang tidak menyenangkan.

Tentunya hal tersebut menjadikan kita untuk berbeda dalam hal penyikapan hari-hari yang akan kita jalani. Sebagai manusia tentunya kita akan melewati hari-hari tersebut, dan tak dapat menghindarinya entah itu libur ataupun memulai aktivitas macam hari senin. Bagi anda yang masih menjadikan hari senin sebagai hari yang menyeramkan, yuk mulai sekarang dirubah dengan menanamkan motivasi diri dengan persangkaan yang baik. Agar nantinya kita mudah untuk melewati hari-hari senin dan juga selama seminggu kedepannya. By Muhamad Fadhol Tamimy