Solusi Mendidik Anak SMP Yang Membandel dan Tidak Mau Mengerjakan TugasNama : Nagisa
E-mail : divxxx@gmail.com
Judul : Pendidikan anak (bagaimana solusi mendidik anak smp)
Isi Konsultasi : Hallo sahabat psikoma.. Saya mau nanya pendapat rekan” nih, kebetuluan saya mengajar disekolah smp, disini anak”nya susah sekali kalau dikasih tugas tidak pernah dkerjakan padahal sudah dibilang akan dtggu juga tetap saja tidak mengerjakan.. menurut kawan” gimana ya caranya memberitahu anak agar mau untuk mengerjakan tugasnya ? Sebelumnya terimakasih ^^

Jawaban

Bagaimana solusi mendidik anak smp – Trimakasih untuk mba nagisa. Sebelum menerapkan berbagai cara untuk membuat anak menurut, tentunya kita harus memahami dahulu karakteristik perkembangan dan tugas apa saja yang harus dicapai dalam perkembangan di usia smp tersebut.

Anak usia smp biasanya berada pada rentang umur 10 sampai dengan 14 tahun, dimana usia tersebut dapat digolongkan kedalam masa remaja awal. Di usia tersebut selain daripada bentuk secara biologis berubah ia juga akan mengalami sebuah perubahan secara psikologis. lantas bagaimana solusi mendidik anak smp agar tidak membandel dan mau mengerjakan tugas?

Sebelum sampai kesana yuk mari kita tela’ah hal berikut ini

Permasalahan psikologis yang harus ditangani

Perubahan secara psikologis tersebut misalnya anak remaja mulai mengalami sebuah kegelisahan, dimana angan-angan mereka atau keinginan mulai muncul agar dapat diwujudkan di masa yang akan datang. Mereka mulai merasakan sebuah kegelisahan jikalau apa yang diimpikan dan di bayangkan tersebut tidak mampu ia dapatkan.

Impian untuk memiliki bentuk fisik seperti sang idola, cita-cita untuk menjadi popular, dihargai, disukai oleh lawan jenis adalah beberapa hal yang umumnya ada di benak para remaja. Untuk mencapai hal tersebut, seorang anak remaja yang kurang mendapatkan edukasi akan melakukan beberapa hal yang justru merugikan orang lain. Misalnya dengan membandel, melawan perintah, dan apapun untuk mencari perhatian orang disekitarnya hingga ia mendapatkan label seperti apa yang ia impikan.

Permasalahan yang terjadi tersebut dapat dicoba untuk mengatasinya dengan kemampuan sang pendidik, dan akan sangat baik lagi jika dapat bekerjasama dengan para orang tua di rumah untuk selalu membimbing kekhawatiran, cita-cita, impian, kepopuleran yang mereka dambakan dengan arahan yang baik.

Sebagai seorang guru misalnya sebelum memberikan tugas, dapat menyisipkan komunikasi seperti motivasi, kisah, atau apapun itu untuk memberikan gambaran kesuksesan yang dapat mereka dapatkan jika giat belajar dan mengerjakan tugas. Jelaskan pula kepada mereka alasan mengapa mereka harus mengerjakan tugas tersebut, misalnya dalam tugas tersebut terkandung hal-hal yang bisa menjadi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari, presentasi nilai yang akan didapatkan, dan yang tak kalah penting adalah penjelasan sebuah pilihan konsekuensi yang akan mereka dapatkan jika mereka memilih mengerjakan atau tidak mengerakan.

Sebagai orang tua, tutur komunikasi dan dukungan menjadi penguat keberhasilan didikan guru di sekolahnya. Ajak anak anda ngobrol walaupun sebentar. Cari waktu-waktu terbaik dan luang, misalnya saat makan malam bersama, santai bareng keluarga, hinga waktu-waktu yang hanya ada anda (ibu atau bapak) dengan anak.

Masa Remaja Yang Mengalami Pertentangan

Selain itu masa remaja juga merupakan masa dimana mereka akan mengalami sebuah pertentangan dalam diri mereka dan lingkungan sekitar. Pertentangan yang dihadapi biasanya terkait dengan identitas remaja. Secara fisik remaja tidak dapat dikatakan sebagai orang dewasa, namun ia juga tidak bisa dikatakan sebagai anak kecil.

Celakanya terkadang orang tua, guru maupun lingkungan sekitarnya seringkali membimbing mereka keranah kebingungan yang nyata. Misalnya di lain waktu mereka diberikan tanggung jawab sembari di nasehati bahwa ia sudah dewasa, yang harus mampu berpikir yang baik dan benar. Namun di lain waktu saat mereka menentukan pilihan dan berpendapat, justru mereka di hardik habis-habisan bahwa mereka masih kecil yang tidak seharusnya melawan anjuran dari orang tua.

Pertentangan inilah yang terkadang membuat kebingungan identitas, sehingga berpotensi membuat anak mengalami pertentangan dan membuat anak memberontak dengan beragam sikap dan perilaku.

Saran untuk mengatasi hal tesebut, ada baiknya orang tua maupun guru memberikan tanggung jawab yang jelas dan hal apa saja yang belum waktunya untuk mereka lakukan. Apabila mereka melakukan hal yang menurut anda tidak benar, tidak perlu lantas mengungkit tentang kedewasaan ataupun belu dewasanya sang anak.

Jika anda seorang guru yang hendak memberikannya tugas, berikan aturan dan batasan yang jelas serta konsekuensi dari apa yang mereka lakukan (mengerjakan atau tidak mengerjakan).

Aktivitas Kelompok dan Keinginan Mencoba hal baru

Hal yang menjadi karakteristik remaja berikutnya adalah adanya aktivitas kelompok dan keinginan untuk mencoba hal yang baru.

Namanya juga usia remaja, aktivitas untuk selalu berkumpul adalah hal yang menuntut untuk disalurkan. Dalam hal ini, anda dapat sesekali memberikan tugas dengan mengelompokkan anak untuk kerjasama dalam mengerjakan tugas yang anda berikan. Cobalah dalam mendidik anak smp, dengan hal baru namun tentu saja masih dalam konteks pelajaran yang sedang anda ajarkan.

Beberapa hal untuk mendidik anak memang akan maksimal jika ada kerjasama yang baik antara sekolah dan juga orang tua. Oleh sebab itu, maka selain mendidik anak, cobalah untuk menjalin komunikasi dan kerjasama dengan orang tua anak dirumah.

Mendidik seorang anak juga merupakan pekerjaan yang membutuhkan mental yang kuat serta kemauan pantang menyerah. Mendidik anak adalah pekerjaan yang tidak bisa dilakkan secara instan. Ia merupakan pekerjaan yang membutuhkan sokongan dari berbagai aspek kehidupan. Semoga apa yang anda lakukan sebagai seorang pendidik diberikan kemudahan dan keberhasilan. Tetap semangat untuk mencerdaskan generasi. Salam Psikologi Mania