Sering Pindah Rumah Meningkatkan Resiko Bunuh DiriResiko Bunuh Diri – Meskipun terkadang menimbulkan stres, pindah ke rumah baru dapat menjadi waktu yang menyenangkan. Hal ini menyajikan kesempatan untuk memulai sesuatu yang baru dan membersihkan kekacauan yang telah terakumulasi selama beberapa tahun terakhir.

Namun di dalam sebuah studi terbaru menyoroti sebuah hal tak terduga dalam hal anak-anak yang mengikuti orang tuanya berpindah-pindah rumah: hal itu bisa mempengaruhi kesehatan mereka ketika dewasa. Kondisi tersebut adalah kondisi yang selama ini tak terprediksikan oleh beberapa kalangan, namun dalam penelitian yang telah di lakukan oleh Dr. Roger T.W., Ph.D telah membuktikan bahwa ternyata pindah rumah memiliki dampak bagi kesehatan mental

Keluarga yang Sering Berpindah Rumah

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa berpindah-pindah rumah selama masa kanak-kanak dapat berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan dalam usia pertengahan.

Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Roger T. W., Ph.D., dari Pusat Kesehatan Mental dan Keselamatan di Universitas Manchester di Inggris.

Beliau dan rekan-rekannya menerbitkan temuan mereka di American Journal of Preventive Medicine, dengan implikasi serius bagi anak, remaja, dan layanan kesehatan mental dewasa.

Resiko Bunuh Diri

Mereka melakukan studi jangka panjang pada anak-anak Denmark yang lahir dari 1971 hingga 1997 yang diikuti hingga mereka dewasa. Setiap perpindahan rumah dari lahir sampai usia 14 tahun dimasukan menjadi data.

Selain itu, setiap gerakan dihubungkan dengan usia masing-masing anak sehingga peneliti bisa membandingkan dampak bergerak di kehidupan awal dengan bergerak selama masa remaja.

Denmark adalah satu-satunya negara di mana saat ini mungkin untuk melakukan seperti penyelidikan nasional yang komprehensif dari masa kanak-kanak dalam hal mobilitas perumahan dan risiko hasil yang merugikan di kemudian hari,” kata Dr Roger. “Negara tersebut memiliki sistem unik yang lengkap dan akurat untuk mendata perubahan perumahan penduduknya.”

Karena ada beberapa pendaftar nasional yang komprehensif tersedia bagi mereka, para peneliti juga mampu mengukur peristiwa berikutnya yang merugikan di masa dewasa, yang mencakup mencoba bunuh diri, perilaku kekerasan, penyakit jiwa, penyalahgunaan obat terlarang, dan kematian baik alami maupun tidak alami.

Risiko Bunuh Diri Meningkat Sesuai Pertambahan Usia

Menariknya, risiko mencoba bunuh diri tumbuh dengan bertambahnya usia pada saat berpindah rumah. Risiko ini terus meningkat terutama jika mereka atau remaja tersebut berpindah rumah beberapa kali setiap tahun selama masa remaja awal.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, bunuh diri adalah penyebab utama ketiga kematian bagi pemuda di Amerika Serikat, yang  sekitar 4.600 nyawa hilang setiap tahun.

Dengan demikian, para peneliti mengatakan bahwa kewaspadaan yang meningkat diindikasikan untuk remaja yang direlokasi dan keluarga mereka, dengan maksud untuk mencegah hasil yang merugikan jangka panjang pada populasi ini. Karena dengan mencegah maka akan lebih baik, dibandingkan dengan saat kondisi telah kadung terlanjur terjadi. By: Mierza Miranti