X

Serba-Serbi Kocak Tentang Berhutang Di Sekitar Kita

Serba-serbi kocak tentang berhutang. Berhutang merupakan bentuk peminjaman barang ataupun sejumlah uang dari orang lain kepada orang yang lainnya. Tentunya hutang tersebut bersifat peminjaman, yang mana suatu saat barang yang di hutang harus di kembalikan kembali pada yang berhak.

Tak cuma itu saja, munculnya hutang pun bisa jadi disebabkan oleh beberapa perjanjian yang telah di sepakati oleh kedua belah pihak, hingga tercapailah sebuah kesepakatan yang mana para kedua belah pihak (oknum berhutang- dan oknum pemberi hutang) tersebut menyepakati sebuah waktu untuk pengembaliannya.

Namun terkadang perjanjian antara kedua belah pihak atau lebih tersebut, adakalanya meleset dari perkiraan. Dan lebih parah lagi bahkan hingga bertahun-tahun lamanya hutang tersebut tak jua di kembalikan pada yang berhak.

Berikut ini akan kita ulas tentang Serba-serbi berhutan yang di jamin menggelitik, namun syarat unsur moral yang terkandung di dalamnya.

Serba-serbi kocak tentang berhutang

Bentuk Ekspresi

Kalau lagi butuh saja biasanya orang yang berhutang, akan menampilkan sisi mirip para politisi yang mengumbar harpan. “boy gua beli dulu ya baju eluu, besok atau lusa gua bayar deh, pakek plus plus super cepat tanpa perantara” oke broo.

Saat di tagih “eh bro apa kabar, oh iya waktu seperti nya sudah besok atau lusa dari hari kemaren nih” “ maaf nih bro, gua lagi kagak ada uang, juga belum makan, banyak tagihan, dan lainnya nih, gua jatuh miskin tiba-tiba”..

Terenyuh dan ngenes dalam hati “yasudah dehh, semoga elu di mudahkan” sampai bertahun-tahun kemudian alasan pamungkas pun tetap sama saja. Yaelahhh nasib luu tong.

Momen Tersulit

Saat kebutuhan semakin meningkat, di saat tagihan semakin mencekat, dan di saat detik-detik harus menyiapkan konsumsi dosen penguji dan pembimbing, eh tiba-tiba ada yang berhutang, “bro, pinjemin gua duit sedikit aja, ga banyak deh Cuma 50 ribu” seketika buka dompet, ealahhh di dalam cuma nagkring gambar pahlawan bergolok “disitu saya kadang saya merasa sedih”

Perilaku Yang Sok Asik

Riset kecil-kecilan telah membuktikan bahwa, saat seseorang ditanya tentang seberapa banyaknya hutang, ia akan seketika terserang amnesia.

Bahkan orang yang super jenius sekalipun dengan tingkatan ingatan yang super akurat, bisa jadi mendadak lupa dengan hutangnya, saat ia ditagih hutangnya.

Di Antara Mitos dan Fakta

Teman anda meminjam uang dan menjanjikan besok akan di kembalikan? Hayoo, tebak hal tersebut sebuah mitos atau fakta?

Faktanya banyak tuh di sekitar kita yang saat berhutang dahulu menjanjikan esok hari pelunasannya. Namun setelah 1 tahun kemudian di besok hari yang kemarin pun, hutang belum terbayarkan juga.. Walah nasib bro, di tilep hutangmu.

Beragam Ekspresi

Mungkin gambar di atas adalah salah satu bentuk ekspresi yang menggambarkan kekagetan para penghutang saat tiba-tiba bertemu dengan penagih hutang. Tak hanya ekspresi yang pura-pura kaget, bahkan wajah memelas, sampai dengan bersedih pun siap untuk di pasang di depan sang penagih hutang.

Serba-Serbi Menarik Berhutang

Dunia akan hancur karena bom dengan kekuatan daya ledak yang luar biasa dasyat. Warung makan akan perlahan musnah dan hancur karena BON.

Dan persahabatan yang telah di bangun dengan mudahnya akan saling segan dan tak enakan karena hutang. Sebuah hutang yang di janji dan tak di tepati.

Saat Gajian Tiba

Gajian pun terkadang tak dapat begitu saja melepaskan hutang bagi sebagian orang. Saat orang tersebut nekat untuk melunasi hutang, tak jarang uang yang semestinya untuk kebutuhan yang lain pun akan ikut terkuras karenanya. Alhasil hutang kembali pun di lakukan, demi menyambung kehidupan.

Momen Tak Terduga

Sebuah momen tak terduga itu saat elu habis pamer di sosial media dengan menunjukkan gaya hidup hedon numpang pamer barang yang baru saja di beli, atau makan di restoran mewah sana-sini plus ngebosin beraneka ragam gebetan, dan saat itu pula anda di tagih hutang.

Super wow sekali bukan? Benar-benar Awakward Momen banget deh

Fenomena Ditagih Hutang

Saat di tagih hutang dan akan berjanji esok hari. “besok hari senin ya ane bayar hatangnya” esok hari senin “Oke bro sabar ya besok hari selasa deh ane bayar”,

Keesokan hari selasa “eh bro, dari mana aja, ada tugas ga, oh iya besok Ya hutang ane di bayarnya”,

Keesokan hari rabu “sori ya bentar lagi gua bayar, lupa bawa uang nih”,

Keesokan hari kamis “ sore aja ya pas gua sudah balik, kebetulan kagak bawa uang nih”,

Keesokan hari Jum’at “waduh kebetulan nih bro elu datang, cuma mau sampein kalo baru bisa besok bayar hutangnya ya”

Keesokan hari sabtu dan di lanjut hari minggu, “hehehe, anu mau kasih info aja, kebetulan belum bisa bayar hutang, soalnya bank hari sabtu dan minggu tutup”

Sirkulasi berputar terus menerus, nasib lu yaa, sebaiknya besok saat membuat perjanjian dan menghutangkan di selidiki dahulu track recordnya, atau buatlah perjanjian hitam di atas putih, walaupun ia teman, agar aman. Walaupun hal tersebut hanya bernilai kecil ratusan atau puluhan ribu rupiah, karena bukan besar atau kecilnya sebuah hutang, namun di dalam hutang terkandung sebuah kepercayaan dan integritas dari seorang manusia.

By: Muhamad Fadhol Tamimy