Seputar Masalah Keluarga Dan Sifat Egois PasanganNama : zi
E-mail : zXXX@xxail.com
Judul : curhat istri (Seputar masalah keluarga)
Isi Konsultasi : Mau curhat ini seputar masalash keluarga dan masalah sifat watak egois.q sdh menikah sdh 1thn pny suami yg memiliki watak yg super sulit ditebak trlalu tersembunyi bisa diblng egois, saat ini q sdng hamil 8bln niatnya mau lhran dirmh ortu soalnya kalo dirmh mertua tdk ada yg ngurus dan maunya dirmh skt krn ada kendala sama bayiku hrs srng di USG,suami slalu apa2maunya sendiri dirmh ibunya tiap kali q ajak dirmh ortuku paling susah paling tdk suka tinggal lama2dirmh ortu,pdhl tdk krj suami anggap cuma bikin cpk bolak balik dr rmh ke rmh ortu pdhl dkt tdk jauh hny 1jm saja.suami hnya mikirin ibunya dan rmhnya apa2 maunya dirmh. Sana lha skrg ini usia kehamilan 8bln sdh seminggu dirmh ortu q minta suami kesini,mslhnya suami gmau kesini kermh ortu,katanya cpk bolak balik pdhl suami tdk prnh krj,disuruh jemput gmau.q bingung hrs gmana,apa q biarin saja dan q bertahan dirmh ortu sampai lhran.tolong beri q sebuah motivasi atau saran supaya q bisa tenang.terima ksh

Jawaban

Seputar Masalah Keluarga – Trimakasih sebelumnya untk mba zi dan saya ucapkan selamat akan hadir keluarga baru di tengah keluarga anda. Apa yang anda rasakan tentu merupakan hal yang berat, terlebih saat mengandung hingga melahirkan nantinya seorang wanita butuh sekali kasih sayang, dan perhatian dari lingkungan sekitar. Khsusnya pasangan yang ia cintai.

Problem yang terjadi adalah, saat anda meminta ia untuk tinggal di rumah orang tua anda sejenak, agar nanti ada yang mengurus. Namun keengganan suami menjadi penghalang, sehingga anda akhirnya memutuskan untuk tinggal sendiri di rumah orang tua anda, tanpa hadirnya suami.

Seperti yang anda ceritakan, dimana sang suami tidak kerja, barangkali hal itulah yang membuat suami enggann untuk tinggal di rumah mertuanya (orang tua anda). Karena tentu sebagai seorang kepala rumah tangga, sudah selayaknya menafkahi keluarga. Bisa jadi ia enggan dikarenakan menghindari untuk dituntut bekerja oleh orang tua anda. Meskipun sekali lagi kewajiban suami adalah, melindungi, mengayomi, memberikan cinta, dan juga MENAFKAHI istri dan anak-anaknya.

Ada baiknya, coba mba zi, utarakan diskusi dengan suami, namun mencari momen-momen yang tepat dalam berdiskusi. Misalnya saja momen dimana sang suami sedang tenang, memperhatikan anda (perhatian) atau saat ia sedang menggebu-gebu hasrat seksual terhadap anda. Karena disitulah letak komunikasi yang tepat untuk anda berdua, jauh dari andil ikut campurnya orang lain dalam komunikasi anda.

Utarakan harapan anda dengan baik, maksud, serta kondisi bayi yang ada dalam kandungan saat ini. Dimana jika anda stress, maka bayi yang ada dalam kandungan pun akan berdampak yang tidak baik nantinya.

Untuk mba zi, tenangkan diri mba. Selain berusaha untuk berkomunikasi dengan suami, coba untuk pasrahkan diri kepada sang pencipta. Utarakanlah doa, dan keluh kesah yang anda miliki saat ini. Sembari anda berusaha berbakti pada sang suami, selalu berbuat baik adalah obat paling mujarab untuk menenangkan batin.

Karena saat anda berbuat baik, disitulah ucapan syukur dan terimakasih dari orang di sekitar kita di panjatkan.

Berfikirlah positif dengan apa yang terjadi saat ini. Ambil segala hal yang terjadi dari sisi baik dan sudut pandang yang berbeda. Apabila hal itu sulit, maka cobalah untuk mengalihkan kepada hal yang membuat anda lebih baik, namun tidak merugikan orang lain. Semoga Seputar Masalah Keluarga yang mba zi alami dapat dimudahkan untuk menghadapinya.

Semoga pula untuk mba zi, bayi yang dilahirkan nanti menjadi anak yang membahagiakan untuk keluarga, dan menjadi anak yang berbakti bagi kedua orang tuanya. Salam Psikologi Mania


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia