Lakukanlah Self Disclosure Dengan Baik, Untuk Keberhasilan Memulai Pembicaraan

Lakukanlah Self Disclosure Dengan Baik, Untuk Keberhasilan Memulai Pembicaraan

April 13, 2017 Off By admin

Lakukanlah Self Disclosure Dengan Baik, Untuk Keberhasilan Memulai PembicaraanSelf disclosure atau keterbukaan diri merupakan salah satu sikap, dan juga kemampuan yang harus dimiliki siapapun dalam melakukan interaksi sosial. Ada juga beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan keterbukaan diri seseorang. Self disclosure bisa menjadi sebuah awal dari pembicaraan antara anda dengan lawan bicara anda, sehingga anda harus mampu memperhatikan beberapa hal. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa anda terapkan untuk memulai pembicaraan dan melakukan self disclosure dengan baik dan benar:

  1. Gunakan motivasi yang tepat dan sesuai

Motivasi dalam berinteraksi adalah hal yang sangat penting. Usahakan anda melakukan self disclosure (membuka diri) atau memulai obrolan dengan orang lain berlandaskan motivasi yang baik dan bertujuan untuk memperkuat hubungan / interaksi dengan lawan bicara anda.

Hindari interaksi / proses keterbukaan diri apabila sejak awal, motivasi anda adalah untuk menyakiti lawan bicara anda. Misalnya, anda tidak berniat untuk mengajak seseorang berkencan, namun anda melakukan metode membuka diri secara berlebihan. Atau, anda melakukan self disclosure untuk mengorek keterangan / informasi yang tidak sesuai untuk didiskusikan dengan lawan bicara anda.

  1. Pertimbangkan konteks pembicaraan anda

Sebelum memulai proses keterbukaan diri, anda harus pandai melihat situasi, atau konteks yang ada. Apakah ini waktu yang tepat untuk memulai pembicaraan? Apakah topik yang saya angkat sudah sesuai dan pantas dengan kondisi lawan bicara saya? Akankah topik yang anda angkat menyakiti lawan bicara anda? semua itu harus anda pertimbangkan dalam memulai pembicaraan dan melakukan self disclosure dengan lawan bicara anda.

  1. Beri kesempatan lawan bicara anda untuk merespon

Mengobrol bisa menjadi hal yang baik untuk self disclosure. Namun, usahakan anda tetap memberikan kesempatan pada lawan bicara anda untuk memberikan respon atau feedback atas topik atau pembicaraan anda. Jangan sampai anda berbicara seperti kereta api yang sedang lewat dan tidak mampu dihentikan. Beri juga kesempatan lawan bicara anda untuk melakukan self disclosure nya sendiri dengan merespon anda. Hal ini akan membentuk suatu komunikasi interpersonal yang baik, dan tentu saja akan membangun sebuah relasi yang kuat antara anda dan lawan bicara anda.

  1. Pertimbangkan resiko yang akan muncul

“Saya sering menjadi kurir narkoba loh” mungkin topik ini bisa diangkat untuk melakukan self disclosure, karena merupakan sebuah pertanyaan jujur, dan mampu mengungkapkan diri anda sebenarnya. Tapi pertimbangkanlah, apakah topik ini tidak beresiko bagi anda, atau lawan bicara anda? Anda perlu mempertimbangkan apakah hal yang akan anda bahas memiliki potensi resiko yang besar, apalagi dengan masalah hukum. Jangan sampai, topik pembicaraan anda menjadi bumerang bagi anda, atau lawan bicara anda. Niat ingin melakukan self disclosure, malah membuat diri sendiri terjerat dalam masalah besar.

Nah, it adalah 4 hal yang bisa anda lakukan sebagai tips dalam mengembangkan self disclosure, atau memulai pembicaraan dengan orang lain. Sejatinya manusia adalah makhluk yang tergantung untuk berinteraksi dengan orang lain. Oleh sebab itu, memulai pembicaraan sebenarnya semua orang telah miliki bakat terkait bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Tinggal bagaimana anda selalu melatih dan tak pernah lelah untuk mencoba. Selamat mencoba! By: Eduardus Pambudi