Selective Mutism dan Terapi Applied Behavior AnalysisNama : nia
E-mail : sheXXX@yahoo.com
Judul : selective mutism
Isi Konsultasi : hallo… mau tanya untuk terapi anak dengan selective mutism apa sudah tepat dengan terapi ABA? selain terapi tersebut dan dengan lebih mendorong anak untuk percaya diri apa yang bisa dilakukan lagi? tks Nia

Jawaban

Hai nia, apa kabarnya? Semoga selalu sehat ya.

Berbicara mengenai selective mutism, selective mutism merupakan sebuah gangguan psikologis yang muncul pada usia anak-anak. Selective mutism merupakan sebuah gangguan psikologis yang memunculkan gejala dimana seorang anak yang sudah fasih dan lancar berbahasa, mengalami kesulitan berbicara di situasi sosial tertentu. Beberapa gejala yang sering muncul pada selective mutism misalnya seperti :

  • Diam membisu di sekolah, padahal di rumah dan di keluarga cenderung cerewet
  • Berbisik-bisik

Anak-anak yang mengalami selective mutism adalah anak-anak dengan kemampuan berbahasa yang baik, jadi bukan mengalami masalah gangguan belajar atau gangguan berbicara.

Apa yang Menjadi Penyebab Selective Mutism?

Selective mutism sendiri penyebab pastinya belum diketahui. Namun beberapa penelitian dan studi kasus mengungkapkan bahwa gangguan ini lebih berpotensi terjadi pada anak yang mengalami beberapa hal berikut ini:

  • Terlambat berbicara
  • Ketidakcocokan dengan orangtua
  • Hubungan yang kurang baik dengan orangtua
  • Adanya kecenderungan traumatik

Jadi, kebanyakan penyebab dari munculnya selective mutism ini adalah faktor psikososial, sehingga untuk menanggulanginya lebih efektif menggunakan psikoterapi dibandingkan dengan obat-obatan.

Sudah Tepatkah Penggunaan Terapi ABA untuk Selective Mutism?

Sebelumnya, anda harus memahami terlebih dahulu bahwa penggunaan berbagai macam psikoterapi pada klien dilakukan atas pertimbangan tertentu. Seorang klien yang mengalami masalah, akan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh dari berbagai sisi, sehingga bisa ditentukan intervensi (terapi) apa yang kira-kira efektif. Jadi, bisa saja satu terapi diterapkan ke dalam berbagai macam gangguan psikologis.

Untuk hal ini, terapi ABA adalah terapi yang berbasis behavioral, alias perilaku individu. Secara umum, semua bentuk terapi behavioral, akan sangat efektif apabila diterapkan kepada anak-anak. Jadi, apabila anda menanyakan sudah tepat atau tidak, Jawabannya adalah tepat tepat saja. Hal ini dikarenakan memang terapi perilaku dan penerapannya dinilai sangat efektif untuk membantu menangani masalah psikologis anak.

Bagaimana Cara Untuk Mendorong Anak Supaya Lebih Percaya Diri?

Mendorong anak supaya lebih percaya diri itu memang susah-susah gampang. Satu hal yang pasti, supaya seorang anak bisa lebih percaya diri, anda sebagai orangtua wajib untuk mensupport si anak. Selalu ada untuk si anak apabila dia membutuhkan bantuan, memberikan motivasi dan dorongan penuh kepada si anak untuk lebih percaya diri.

Latihan tanggung jawab, berlatih berbicara dan pidato di depan umum, mengajak si anak untuk berani mengemukakan pendapat di depan ayah dan ibunya bisa menjadi salah satu cara sederhana yang dapat membangkitkan keinginan si anak untuk lebih percaya diri. Anak akan lebih percaya diri ketika diberikan dukungan penuh, dan juga kesempatan.

Selain itu, penerapan terapi behavior juga bisa anda terapkan. Anda bisa membaca artikel psikologi mengenai token economy yang sudah pernah dibahas sebelumnya, Token economy ini bisa menjadi salah satu bahan intervensi yang efektif untuk membuat anak menjadi lebih percaya diri. Selamat mencoba. Psikologi Mania