Sekilas Mengenai WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale)WAIS merupakan salah satu alat test psikologi inteligensi dan kecerdasan yang cukup populer digunakan di kalangan psikologi. WAIS, merupakan alat test inteligensi atau kecerdasan yang ditemukan oleh David Wechsler. WAIS merupakan alat test inteligensi yang dikembangkan dan diperkenalkan pada tahun 1981, dengan nama WAIS – R, merupakan modifikasi dan edisi penerus dari Wechsler – Bellevue Intelligence Scale yang dibuat pada tahun 1939.  WAIS –R merupakan skala inteligensi yang terdiri dari dua bentuk, yaitu :

  1. Skala Verbal

Merupakan skala yang digunakan untuk mengukur kemampuan verbal individu, pengetahuan umum, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan fungsi verbal indivdu.

  1. Skala Performance

Skala performance lebih mengarah kepada bagaimana individu mampu untuk menyelesaikan masalah praktis, dan kemampuan performance dari individu dalam melakukan suatu hal.

Kedua bentuk skala tersebut digabungkan ke dalam satu buah alat test WAIS – R yang terdiri dari 11 buah subtes, yang terdiri dari 6 subtest verbal dan 5 subtest performance. Berikut ini adalah ke 11 subtest yang ada pada WAIS – R

Subtest Verbal :

  1. Informasi

Subtest pertama ini berisi 24 buah pertanyaan, dimana masing – masing pertanyaan mencakup informasi – informasi pegnetahuan umum, seperti nama pahlawan, ibukota Negara, dan pertanyaan – pertanyaan lain yang sifatnya umum dan juga universal. Subtest ini nantinya akan mengukur seberapa jauh pengetahuan umum yang dimiliki oleh individu secara general.

  1. Pengertian

Subtest kedua ini berisi 14 buah pertanyaan, dimana masing pertanyaan berisi tentang situasi dan kondisi kehidupan sehari – hari, serta masalah – masalah umum yang biasa dihadapi. Subtest ini menuntut kemampuan individu dalam bernalar, dan menggunakan logika berpikir, serta kemampuan memecahkan masalah yang baik, serta bagaimana individu mampu untuk menerapkan pengetahuan umum yang dimilikinya dalam kehidupan sehari – hari.

  1. Hitungan

Sesuai dengan namanya, subtest ini merupakan subtest yagn berhubungan dengan kemampuan untuk melakukan operasi matematika dan berhitung. Terdapat 14 buah pertanyaan atau soal hitungan yang harus dijawab secara lisan oleh individu, tanpa menggunakan alat bantu hitung apapun. Individu dituntut untuk mampu berkonsentrasi terhadap soal, dan mampu mengolah pertanyaan sehingga mendapatkan jawaban yang tepat.

  1. Persamaan

Pada subtest ini, individu diminta untuk memberikan persamaan yang ada diantara dua buah benda. Misalnya persamaan antara Jeruk dan juga Pisang. Terdapat 13 pasang kata, yang harus dicari persamaannya. Kemampuan bernalar dan juga pengetahuan umum juga dibutuhkan oleh individu dalam subtest ini.

  1. Rentangan Angka

Terdapat dua bagian dari subtest rentang angka ini, yaitu rentang ke depan, dan juga rentang ke belakang. Nantinya, individu akan diminta untuk mengulangi serangkaian angka yang disebutkan oleh tester dengan tepat. Kemampuan dalam berkonsentrasi penuh mutlak dimiliki dalam menjalankan subtest ini.

  1. Perbendaharaan Kata

Subtest ini memiliki 40 buah kata, dimana individu harus memberikan pengertian dari masing – masing kata yang diberikan oleh tester. Pertanyaan dimulai dari kalimat “Apa yang dimaksud dengan………” Jawaban dari individu tergantung dari pemahaman diri mereka sendiri, sehingga jawaban yang muncul bisa bervariasi antar individu. Kemampuan dalam memahami fungsi suatu benda, serta pegnetahuan juga dibutuhkan dalam subtest ini.

Subtest Performance wais

  1. Simbol Angka

Pada subtest ini, individu akan dihadapkan pada 10 buah pola, dan juga angka 1 sampai 10. Masing – masing angka merepresentasikan pola tertentu. tugas dari individu adalah mengisi kotak kosong di atas angka – angka yang tersedia, sesuai dengan symbol – symbol yang direpresentasikan. Merupakan bentuk battery test, karena individu diberikan waktu 90 detik untuk menyelesaikan semampunya.

  1. Melengkapi Gambar

Subtest ini menghadirkan 21 buah gambar, dimana masing – masing gambar terdapat satu bagian penting yang hilang, Tugas peserta atau individu adalah mencari dan menemukan bagian penting apa yang hilang dari gambar tersebut. Pengalaman dan juga pengetahuan umum dibutuhkan untuk menyelesaikan subtest ini dengan lancar.

  1. Rancangan Balok

Pada subtest ini, tester akan menggunakan 9 buah balok, dimana masing – masing balok memiliki pola berwarna merah, putih, setengah merah, dan setengah putih. Tugas dari individu atau peserta adalah menyusun balok – balok tersebut, dengan pola atau warna yang sesuai dengan contoh yang diberikan. Terdapat 10 buah kartu yang berisi pola – pola yang harus diikuti oleh individu atau peserta.

  1. Mengatur Gambar

Subtest ini merupakan salah satu subtest dimana peserta dapat berekspresi dan menunjukkan kemampuan pemecahan masalah dan juga kemampuan analisis mereka. terdapat 8 buah soal, dimana masing – masing soal terdiri dari gambar – gambar yang tersusun secara acak. Tugas dari peserta adalah menyusun gambar – gambar tersebut hingga menjadi satu kejadian yang tersusun secara sistematis atau berurutan.

  1. Merakit Objek

Merupakan subtest terakhir, yagn berbentuk potongan – potongan puzzle atau bentuk. Tugas peserta adalah menggabungkan potongan – potongan tersebut, sehingga menjadi satu bentuk objek yang real dan nyata. Terdapat 4 soal / 4 objek yang harus disusun oleh peserta pada subtest ini.

Skoring dan Interpretasi pada WAIS

Setelah semua subtest berhasil diselesaikan oleh peserta atau individu, maka langkah selanjutnya adalah melakukan skoring. Skoring dilakukan dari subtest pertama hingga 11, dengan melihat kunci jawaban dan kriteria skor yang tersedia di dalam buku manual WAIS – R. Setelah skoring selesai, maka tester akan menjumlahkan skor masing – masing subtest, dan menuliskannya di dalam lembar penilaian (short form). Setelah mendapatkan skor total, yang dinamakan sebagai Raw Score, maka kemudian tester akan merubah atau mengkonversi Raw Score tersebut ke dalam Scale Score atau angka skala, menggunakan Tabel yang ada pada buku manual WAIS –R.

Setelah Scaled Score pada masing – masing subtest selesai, kemudian tester menjumlahkan masing – masing scaled score pada subtest verbal dan juga performance, sehingga nantinya, tester akan memperoleh nilai verbal score, dan juga performance score. Setelah itu, tester menjumlahkan verbal dan performance score, untuk mendapatkan total score.

Langkah selanjutnya adalah mengkonversi verbal score, performance score, dan juga total score ke dalam IQ. Konversi dilakukan dengan cara mengubah masing – masing skor tersebut ke dalam IQ yang tersedia pada buku manual WAIS – R, sesuai dengan usia dari peserta. Dengan begitu didapatkanlah IQ Verbal, IQ Performance, serta IQ Total dari peserta test WAIS. Terdapat beberapa kategori IQ yang dikemukakan oleh Wechsler, yaitu :

  1. Very Superior (>130)
  2. Superior (120 – 129)
  3. High Average (110 – 119)
  4. Average (90 – 109)
  5. Low Average (80 – 89)
  6. Borderline (70 – 79)
  7. Extremely Low (<69)

Itulah sekilas mengenai WAIS – R, subtest, dan juga kategori IQ yang dikemukakan oleh David Wechsler.