Sekilas Mengenai Alat Test SSCT (Sack’s Sentence Completion Test)

Sekilas Mengenai Alat Test SSCT (Sack’s Sentence Completion Test). SSCT merupakan salah satu alat test kepribadian berbentuk proyeksi yang menggunakan stimulus berupa kalimat – kalimat yang belum selesai. Berbeda dengan Test Grafis yang memiliki stimulus kertas kosong dan juga tanda kecil, atau TAT dan Rorschach yang memiliki stimulus visual berupa gambar dan juga bentuk – bentuk abstrak, SSCT membutuhkan kemampuan membaca dan memahami yang baik dari sisi klien atau peserta. SSCT tidak dapat diberikan kepada mereka yang belum mengenal baca dan juga tulis.

Sama seperti kebanyakan tes proyeksi lainnya, SSCT tidak menggunakan batasan waktu yang standar, itu artinya, peserta atau klien bolem “take time” atau menggunakan waktu sesuai dengan kebutuhan masing – masing. Hal in akan membuat klien dan peserta menjadi lebih nyaman dalam menyelesaikan test, karena tidak dikejar – kejar oleh waktu.

Prinsip utama dari SSCT adalah untuk melihat masalah – masalah yang muncul pada individu. masalah yang muncul ini dinilai dengan menggunakan rating – rating per komponen, dimana terdapat 15 komponen yang dirating, yaitu :

  1. Sikap terhadap ibu
  2. Sikap terhadap ayah
  3. Sikap terhadap anggota keluarga
  4. Sikap terhadap wanita
  5. Sikap terhadap heterose__ks__ual
  6. Sikap terhadap teman dan kenalan
  7. Sikap terhadap atasan
  8. Sikap terhadap bawahan
  9. Sikap terhadap rekan sejawat
  10. Sikap terhadap rasa takut
  11. Sikap terhadap perasaan bersalah
  12. Sikap terhadap kemampuan diri
  13. Sikap terhadap masa lalu
  14. Sikap terhadap masa depan
  15. Sikap terhadap cita – cita

Ke – 15 sikap dan komponen tersebut diacak dan dibuat ke dalam 60 buah pernyataan yang belum selesai. Pernyataan – pernyataan tersebut bisa dibilang frontal dan tidak basa basi, sehingga klien atau peserta akan langsung menuliskan hal apa yagn pertama kali dirasakan atau dipikirkan ketika membaca dan mengisi pernyataan tersebut.

Administrasi dari SSCT

SSCT dapat dilakukan secara klasikal, namun membutuhkan koordinasi yang tepat, karena tidak semua orang mampu menyelesaikan test ini dalam waktu tertentu. SSCT paling cocok dilakukan secara individual. Pada saat mengerjakan, klien atau peserta diharuskan untuk mengisi semua pernyataan yang ada, sebanyak 60 pernyataan, tanpa berpikir panjang. Jadi, pikiran pertama yang muncul dalam benak klien atau peserta, itulah yang harus dituliskan oleh mereka untuk melengkapi pernyataan yang ada.

Selama mengerjakan, klien diperkenankan untuk dibantu dalam memahami pernyataan. Tester dapat membantu klien untuk memberikan penjelasan mengenai pernyataan yang ada, namun tidak diperkenankan untuk memberikan analogi ataupun contoh kepada klien. Setelah klien atau peserta selesai mengerjakan, maka tester harus melihat seluruh jawaban, dan memastikan tidak ada pernyataan yagn terlewat dan masih kosong.

Skoring dan interpretasi dari SSCT

Skoring dan juga interpretasi dari SSCT cenderung subjektif, yaitu berdasarkan pemahaman dari tester ataupun interpreter. Yang pasti, dalam melakukan skoring, tester, ataupun psikolog / psikiater . interpereter / assessor, harus mengelompokkan terlebih dahulu masing – masing pernyataan ke dalam 15 kategori yagn sudah ada, setelah itu memberikan rating atau penilaian, kepada masing – masing kategori dan juga pernyataan, dengan menuliskan :

  1. Rating 0, apabila tidak terdapat masaah atau gangguan terhadap kategori
  2. Rating 1, apabila terdapat masalah pada kategori, namun tidak membutuhkan intervensi psikologis secara spesifik
  3. Rating 2, apabila terdapat masalah, dan gangguan pada kategori, dan membutuhkan psikoterapi / intervensi, dan penanganan secara psikologis

Setelah melakukan rating, maka dilakukan interpretasi berdasarkan hasil rating, berupa komponen atau kategori apa saja yang bermasalah dan membutuhkan intervensi atau psikoterapi, bagaimana cara klien dan peserta menyelesaikan masalah, serta kondisi kepribadian dari klien ataupun peserta secara umum. SSCT sendiri merupakan test proyeksi yang cukup sederhana, simple, dan mudah untuk diinterpretasikan. SSCT mampu secara gamblang memperlihatkan komponen dan kategori yagn bermasalah pada individu, dan sangat membantu intervensi psikologis dan penanganan selanjutnya apabila terlihat kemunculan suatu masalah.

Itulah beberapa uraian mengenai Test SSCT (Sack’s Sentence Completion Test), yang dapat kita ketahui.

By: Psikologi Mania