Sebuah Problem Cinta Beda Status Sosial Dalam Kehidupan

Sebuah Problem Cinta Beda Status Sosial Dalam Kehidupan

December 18, 2016 Off By admin

Sebuah Problem Cinta Beda Status Sosial Dalam KehidupanNama : Putxxsxx
E-mail : sucxxx@gmail.com
Judul : Cinta beda status sosial
Isi Konsultasi : Assalamu\’alaikum. Malam. Saya perempuan 20 tahun. Saya punya masalah dengan percintaan karena status sosial. Klasik memang. Saya dan pacar saya sudah bersama. Keluarga saya bisa dibilang cukup terpandang di kota saya, ayah saya seorang kepala dinas dan orang paling dekat dengan walikota. Sedangkan pacar saya hanya anak dari kontraktor tanpa prusahaan/cv, atau sering disebut bossnya tukang. Kami dari awal telah berkomitmen untuk sukses bersama, menikah, dan punya anak, hidup sederhana.

Cinta beda status sosial

Tapi ayah saya punya keinginan lain, ayah saya ingin mendpatkan yang sebanding, dibandingkan pacar saya yang terlihat “memanfaatkan” saya. Padahal tanpa siapapun tau, pacar saya selalu berjuang agar bisa selaknya dipandang. Dulu sewaktu kami lulus SMA, dia belum bisa lanjut kuliah karena masalah ekonomi, dia dibicarakan. Dia menopang dan menyemangati saya agar duluan hingga semester 3. Karena saya selalu menjadi kebanggan ayah dan ibu dengan segudang prestasi, jadi jangan kecewakan mereka. Itu kata dia. Akhirnya dia berusaha kuliah, tapi saya sudah duluan. Karena kami terlalu sering jalan dengan motor saya, dibicarakan pula, dia berusaha hingga bisa membeli motor, orang tuanya juga prihatin akhirnya menabung untuk mencicil motor. Tapi ketika dia punya motor, dengan segala jerih payah orang tua saya, uang mereka telah cukup untuk membeli sebuah mobil. Karena hanya saya yang bisa bawa mobil, maka terlihatlah terlalu tinggi saya dibanding dia. Dia selangkah, saya justu 10 langkah di depannya. Saya bingung harus merasa bersyukur atau sedih.

Akhirnya kini, dia terpaksa memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan alasan agar keluarga saya bisa melihat bahwa dia berjuang dengan sungguh2 bukan dia bisa karena saya. Dia tidak ingin perasaan keluarganya terluka suatu saat jika mereka harus dibicarakan. Hidup saya berantakan, kuliah saya hancur, jikalau saya kuliah, saya dituntut hingga S2. Saya sekarang semester 5 tapi dengan IPK 3.6, Inshaa Allah tahun depan sudah bisa ujian jadi saya diharuskan mekanjutkan S2. Sedangkn dia, selesai hingga sarjana saja sedang mati-matian. Saya terlalu melangkah jauh dari dia. Saya dan pacar saya paham, ayah saya hanya ingin yang terbaik untuk putri kebanggannya, tapi saya sedih jika pacar saya dipandang sebelah mata.

Dua pria hebat yang saya cintai sedang beradu ideologi dan prinsip. Tapi karena saya selalu menangis, pacar saya tidak bisa benar2 pergi, dia masih ada disamping saya, walaupun komunikasinya tidak selancar dulu. Saya selalu bermohon agar tetap tinggal, semuanya akan baik-baik saja jika dilalui bersama.

Tapi dia tetap pada prinsipnya dan menipu hati agar kuat. Ayah saya pun tetap ingin melihat dia berjuang. Sedangkan saya? Haruskah saya pura-pura tidak tersiksa dengan keadaan ini? Pura-pura tidak tau, mungkin sebentar lagi saya lulus, lalu dengan gelar magister, lalu dia? Yang jadi pertanyaan saya, apakah ada jalan lain yg bisa kami tempuh tanpa harus ada yang terluka dan kcewa? Baik saya, dia, keluarga saya, ataupun keluarganya. Mohon solusinya. Saya hampir putus asa. Makasih.

Jawaban

Cinta beda status sosial – Terimakasih sebelumnya untuk mba put, saya memahami apa yang anda rasakan saat ini tentu adalah suatu hal yang sangat berat, dimana anda di posisikan berada di persimpangan antara dua pria yang sangat anda cintai dalam hidup anda. Disatu sisi anda harus memilih orang yang anda cintai, di satu sisi anda harus nurut pada orang tua yang telah membesarkan anda.

Perlu dicatat sebelumnya mba, hidup berumah tangga adalah fase panjang sebuah dalam hidup yang dilakukan oleh seseorang. Perjalanannya pun memiliki lika-liku tersendiri. Kadang rasa cinta itu seakan berkembang dan semerbak, namun di satu sisi tiba-tiba cinta itu akan berubah menjadi belati yang perlahan menyayat dengan memberikan luka dan sakit yang perlahan.

Dalam menyikapinya, tentu komunikasi adalah langkah awal yang harus di lakukan. Coba mba put, untuk meyakinkan orang tua mba put. Carilah momen yang tepat saat anda hendak membicarkan masa depan nantinya. Hindari membicarakan hal tersebut disaat ayah anda tengah melakukan beberapa pekerjaan ataupun kesibukan. Anda dapat memulainya saat, sendiri, tanpa adanya gangguan dari siapapun.

Cinta Beda Status Sosial

Alternatif lain saat membicarakan hal tersebut  adalah dengan bantuan dari ibu anda yang tentuya saat ibu anda sudah satu visi dengan anda. Jika belum, maka akan lebih dulu yakinkan ibu anda. Setelah itu barulah anda berdiskusi santai antara anak dengan seorang ayah. Dengan bantuan ibu maka harapannya keyakinan akan semakin kuat.

Minimal sampai pada saat mba put berhasil meyakinkan ayah untuk mempersilahkan orang yang anda cintai datang kerumah untuk berdiskusi. Sampai pada fase ini perjuangan anda belum berhenti.

Selanjutnya adalah meyakinkan dan berdiskusi dengan pasangan anda agar mau datang, dan menentukan poin-poin yang akan menjadi kesepakatan untuk didiskusikan. Jika perjuangan yang anda lakukan mendapatkan support dari pasangan anda maka hal itu adalah hal yang sangat baik.

Jelaskan juga tentang baiknya menikah, dimana pada dasarnya menikah adalah salah satu tuntutnan agama yang telah digariskan.

Yakinlah bahwa, kebahagiaan seseorang yang saling mencintai pada saat ia dipersatukan dalam satu ikatan halal nan suci.

Dan ada sebuah kata yang menarik bagi anda yang akan membina hubungan keluarga.

Pernikahan adalah tentang bagaimana belajar untuk memaafkan tak berkesudahan, menekan gulungan emosi yang tak mampu dicekal demi hadirnya ketenangan. Merelakann kebenaran disalahkan demi sebuah kedamaian. Kehidupan berumahtangga adalah waktu ke waktu yang pennuh kejutan. Siapa yang lulus melewati keegoisan dialah yang lolos untuk mempertahankan. Semoga sukses mba put. Psikologi Mania