Sebuah Makna dan Arti Cinta Dalam Kajian Ilmu Psikologi

Sebuah Makna dan Arti Cinta Dalam Kajian Ilmu Psikologi

December 5, 2016 Off By admin

Sebuah Makna dan Arti Cinta Dalam Kajian Ilmu PsikologiArti Cinta Dalam Psikologi – Anda pastinya sudah sering mendengar istilah cinta bukan? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan cinta? Ada beberapa pandangan dan juga pemahaman mengenai cinta menurut ilmu psikologi mengenai apa itu cinta. Menurut ilmu psikologi, cinta bukanlah sekedar perasaan biasa antar dua manusia, namun memiliki arti yang lebih dari itu. Ingin tahu seperti apa arti cinta menurut ilmu psikologi? Yuk simak penjelasan mengenai apa itu cinta di bawah ini menurut ilmu psikologi.

Apa Arti Cinta Menurut Ilmu Psikologi?

Ada banyak tokoh psikologi yang mendefinisikan dan juga memberikan pemahaman mengenai apa itu arti cinta. Beberapa pengertian ini mungkin akan menambah pemahaman anda mengenai arti dari cinta.

Salah satu tokoh psikologi humanistik, yaitu Abraham Maslow mengatakan arti cinta, bahwa cinta terbagi ke dalam dua jenis, yaitu D-Love, dan juga B-Love. D-Love atau deficiency love merupakan bentuk cinta yang muncul karena adanya rasa kekurangan. Cinta D-Love ini muncul karena adanya kebutuhan seseorang akan cinta. Misalnya, anda sedang kesepian, lalu anda mencari pasangan untuk menghilangkan rasa kesepian anda. D-Love lebih berfokus pada kepentingan diri sendiri, dan juga lebih banyak memperoleh daripada memberi.

Sedangkan B-Love atau being love merupakan bentuk cinta dimana seseorang jatuh cinta kepada orang lain dan menerima apa adanya, tanpa adanya keinginan untuk merubah dan juga memanfaatkan orang lain. Merupakan bentuk cinta yang tidak berniat memiliki, tidak mempengaruhi, dan berfokus pada penerimaan diri dan perasaan dicintai dan mencintai.

Tokoh lainnya, yaitu Rubin mendefinisikan cinta sebagai suatu sikap terhadap orang lain. Rubin menyebutkan ada tiga poin utama dalam cinta, yaitu:

  • Attachment atau kelekatan dengan orang yang dicintai

  • Keinginan untuk memberikan perhatian pada seseorang

  • Rasa percaya dan pengungkapan diri kepada orang yang dicintai.

Sternberg dan Barners mengatakan bahwa cinta pada dasarnya adalah unik, karena keadaan yang dirasakan oleh individu dan juga keadaan yang dipikirkan oleh individu akan sangat kompleks dan ketika merasakan cinta. Jadi, berbeda orang, berbeda juga persepsi dan pandangan mengenai cinta.

Lebih lanjut, Sternberg juga mengungkapkan tiga komponen penting dalam cinta, yaitu :

  • Passion atau hasrat

  • Commitment atau komitmen

  • Intimacy atau keintiman

Tiga komponen cinta tersebut dapat saling mempengaruhi dan juga melengkapi satu sama lain, dimana cinta yang terjadi antara dua orang bisa saja terdiri dari satu komponen, atau ketiga komponen sekaligus. Untuk lebih jelasnya mengenai komponen cinta dari Strenberg, Psikoma sudah pernah membahasnya pada artikel psikologi mengenai komponen cinta.

Pada intinya, ilmu psikologi memandang cinta sebagai sikap, perilaku, emosi, dan juga proses kognitif sekaligus. Hal ini disebabkan karena munculnya cinta juga dipengaruhi oleh multifaktor, alias banyak faktor, seperti misalnya proses kognitif di dalam pikiran seseorang, proses afeksi yang menyebabkan seseorang tertarik dengan orang lain, dan sebagainya.

Itulah pemahaman mengenai arti cinta yang diungkapkan oleh beberapa tokoh ilmu psikologi. Jadi, semoga pemahaman tambahan mengenai arti dari cinta menurut ilmu psikologi ini dapat menambah wawasan anda mengenai apa itu cinta, dan juga arti dari cinta.

Cinta tak selalu memiliki dan mengerti. Terkadang cinta butuh dilepas, bebas, dan independent dalam kehidupan. Karena makna dalam sebuah arti kata cinta adalah, pemaknaan dan sebuah rasa. Ia akan menjadi bahagia saat mengembang bersama seiring sejalan dalam mengarungi kerasnya kehiudpan. Namun ia akan menjadi perih seakan diri teriris sembilu, saat sang cinta seiring sejalannya muncul dan ada, karena tekanan, pemaksaan, dan kesombongan (tamimy). By: Muhamad Fadhol Tamimy