Sebuah Cerita Inspiratif Dari Kesabaran Wanita Yang Di Aniaya

Sebuah Cerita Inspiratif Dari Kesabaran Wanita Yang Di Aniaya

February 8, 2017 Off By admin

Sebuah Cerita Inspiratif Dari Kesabaran Wanita Yang Di AniayaCerita Inspiratif – Dikisahkan oleh pandai besi yang sangat hebat di zamannya. Saat ia tengah membakar besi dan juga timah ke dalam tungku bara api yang menyala, tangannya tidak urung ikut diceburkan di dalam luapan api tersebut. Namun, tak sedikitpun tangan itu terluka. Bahkan, ia pun tak merasakan hawa panas daripadanya.

Suatu hari ada seorang laki – laki, sebut saja ia fulan, tengah mendatanginya, lalu ia melihat kehebatan dari pandai besi tersebut. Sesampainya di kediaman pandai besi, nampak nyatalah apa yang dikatakan oleh kebanyakan orang tentang kehebatan darinya. Ia pun heran dan cukup takjub melihat apa yang disaksikan, dimana tangan pandai besi tersebut dimakan oleh api yang menyala-nyala.

Ia pun terus mengamati apa yang dikerjakan oleh pandai besi tersebut. Dalam hatinya ia berkata “mungkin kesaktian yang dimiliki oleh pandai besi tersebut hanya dimiliki oleh para ahli sihir ataukah ia yang salah melihat”. Akan tetapi setelah dilihat berkali-kali secara seksama, barulah ia percaya jika panai besi tersebut tak melakukan amalan khusus.

Cerita Inspiratif

Guna memastikan apakah benar pandai besi tersebut mengerjakan amalan yang secara khusus atau tidak, maka ia memutuskan untuk meminta izin bermalam di rumah sang pandai besi.

“aku seorang musafir. Bolehkah aku bertamu di rumahmu untuk mala mini,” kata si fullan.

“dengan segala hormat, silahkan menjadi tamuku,” jawabnya sambil tersenyum ramah. Si pandai besi pun mempersilahkan masuk ke dalam rumah untuk bercengkrama. Masing – masing dari mereka berbagi kisah dan cerita sampai mereka tertidur. Akan tetapi, si tamu tersebut di malam hari sengaja untuk tidak tidur, karena penasaran memperhatikan gerak-gerik dari si pandai besi tersebut.

Namun lagi-lagi ia tak menemukan hal-hal aneh dari si pandai besi tersebut. Melainkan si pandai besi tersebut hanya mengerjakan amalan-amalan fardhu sebagai seorang muslim yaitu sholat lima waktu saja. Karena ia tak menemukan hal-hal aneh, maka si fullan mencoba untuk meminta izin tinggal satu malam lagi. Untuk kesekian kalinya si fulan harus kecewa, karena tidak menemukan hal yang di curigai.

Oleh karena rasa penasaran yang membumbung di hatinya, akhirnya si fulan mengambil inisiatif bertanya pada si pandai besi tersebut. “hay saudaraku, aku telah mendengar kehebatanmu. Tentunya engkau memiliki amalan khusus yang mana tidak pernah ku lihat 2 hari ini bukan?”

Cerita Inspiratif, Buah Kesabaran Wanita Yang Teraniaya

Cerita inspiratif – Akhirnya pandai besi tersebut bercerita, “dahulu aku memiliki seorang tetangga wanita yang cantik jelita dan aku pun sangat berhasrat kepadanya. Beragam cara telah ku tempuh agar ia menuruti semua keinginanku agar ia mau melakukan perbuatan nista. Namun tidak sedikitpun ia terperdaya dengan semua usaha maupun rayuanku. Ia adalah seorang wanita shalihah yang berpegang teguh atas agamanya.

“hingga di satu waktu, datanglah musim kemarau hebat melanda kampungku. Sandang pangan pun sangat sulit dan berkurang. Banyak daripada penduduk yang mengalami kelaparan. Di saat aku tengah duduk santai tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumahku. “siapa? Tanyaku, ‘Aku tetanggamu,’ jawab di balik pintu tersebut. Aku pun akhirnya keluar dan membuka pintu mendatangi suara merdu tadi. Tak disangka ternyata ia adalah wanita pujaanku, yang selama ini aku idam – idamkan. Aku tau tentang sebab kedatangannya secara tidak langsung.

“Ada apa?” tanyaku.

“Aku ada beberapa keperluan denganmu,” jawabnya singkat.

“Kalau begitu silahkan masuk dahulu,” kataku sambil senyum.

“Nanti apa yang akan dikatakan orang jika aku masuk? Ujarnya.

“Oke baiklah, jika begitu katakana saja keperluanmu?” ujarku sambil merendah.

“Aku membutuhkan belas kasihmu. Sekiranya engkau dapat memberikan aku sedikit makanan. Aku yakin engkau memaklumi musim kemarau yang panjang ini dan kelaparan yang sedang melanda negeri ini,” terangnya sembari dengan nada memohon.

“Bolehlah. Apa saja yang akan engkau minta tentu akan aku berikan, asalkan engkau setuju dengan beberapa permintaanku,” jawabku

“emmm permintaan apa?” tanyanya penuh dengan keheranan.

“Engkau pasti mengerti, selama ini aku telah mendambakanmu dan juga sangat berhasrat padamu!” ungkap ku sembari menjelaskan isi hati ku. “Bila engkau tak keberatan menyerahkan dirimu padaku, maka apapun yang engkau kehendaki akan ku berikan.”

“Walaupun harus mati, aku pun tak akan melakukan perbuatan keji tersebut. Kau manusia yang tidak takut Allah,” tegasnya.

Berkali-kali ia datang ke rumahku, akan tetapi tetap saja wanita tersebut bersikukuh pada pendiriannya. Sampai pada suatu waktu ia tidak lagi kuat untuk berjalan. Ia tak seperti kedatangannya di awal dahulu yang mana ia berani menantang dan juga membentakku dengan kata-kata yang kasar. Kali ini ia pun terus saja masuk menuju kea rah yang telah aku tunjukkan. Ia pun duduk di tempat yang tadi aku duduki. Aku pun segera membawakan wanita tersebut makanan dan juga minuman enak lagi lezat. Aku pun yakin jika kali ini ia tak dapat lagi menahan rasa lapar dahaga, terlebih lagi hidangan yang ku suguhkan sangatlah membangkitkan selera.

Tangannya yang telah dijulurkan menuju hidangan tersebut, namun sekejab tiba-tiba wanita tersebut berucap “Apakah semua hidangan ini kau berikan karena Allah? Berkatalah ia dengan lirih menahan kepiluan dengan air mata yang meluncur deras dari wajahnya.

“Makan saja, janganlah engkau sungkan, bukankah kau ini sedang lapar?” jawabku. “Ya,” jawabnya.

“Akan tetapi hatiku seakan tak rela jika bukan karena Allah,” ujarnya menambahkan.

Hingga akhrinya ia tak jadi memakan hidangan yang telah ku sajikan tadi.

Aku tak menyangka jika sang wanita tersebut datang kembali. Kali ini ia terlihat dalam kondisi yang sangat lemah dari sebelumnya. “Bukankah engkau tetanggaku?” katanya. “Bukankah sesama tetangga harus saling tolong menolong, terlebih jika tetanggamu sedang mengalami penderitaan?” ujarnya menambahkan.

“Aku mau menolongmu akan tetapi kau selalu kekeh menolaknya,” jawabku berpura – pura sembari menunjukkan perasaan belas kasih padanya.

“Akan tetapi kau selalu menginginkan sesuatu dariku yang mana aku takut untuk melakukannya,” jawabnya sembari suara yang terputus.

“Jikalau kau tak mau juga, mengapa engkau tak meminta saja kepada orang lain yang akan memenuhi keinginanmu?” kataku dengan suara yang keras.

“Aku telah berusaha tapi tak seorang pun yang dapat ku minta. Tolonglah.” Ia memohon dengan turunnya linangan air mata.

Dari raut mukanya, aku tau kalau ia sudah mengambil keputusan menyerah. Lalu aku suruh wanita ini untuk istirahat. Sambil ku masakkan wanita ini.

Aku merasakan kebimbangan yang luar biasa dan aku tak tau mengapa hal ini terjadi. Hatiku tiba-tiba gelisah dan pikiranku dalam keadaan kacau tiba-tiba. Padahal aku telah berusaha dengan beragam cara menjerat mangsaku ini. Bahkan, kini ia pun telah berada di dalam genggamanku. Akan tetapi mengapa aku sangat ketakutan.

Saat makanan dan minuman telah ku hidangkan, ia pun tak menolak dan tak lagi bertanya apa-apa. Ia memakan dengan perlahan sambil menangis. Tak berapa lama, wanita itu menjerit sekeras-kerasnya. Akupun kaget dibuatnya. Aku takut, apa mungkin dikarenakan aku belum pernah memandang orang yang menjerit sambil menangis dengan keras begini?

Aku pun mencoba untuk membujuknya, agar wanita tersebut menghentikan tangisnya Aku baru sadar jika selama ini aku telah menyiksa wanita ini. “Ya Allah, engkaulah maha tau hati hambamu yang lemah ini.” Aku telah berusaha keras mencoba menahan diri daripada bujuk rayu syetan yang terkutuk. Akan tetapi aku sudah tidak kuasa lagi, aku makan makanan ini bukanlah karena ingin mengikuti hawa nafsuku. Aku sudah tak mampu lagi menahan lapar dan menghindari kebinasaan yang Engkau melarangnya. Mohon Ampunilah aku daripada memberanikan diri datang pada lelaki buas ini. Aku sudah tidak tahan lagi. Ia pun terus menangis sembari menghentak –hentakkan kakinya.

Setiap kata yang keluar dari mulutnya seakan menggoreskan hatiku. Mengapalah aku seperti binatang? Aku pun terdiam membiarkannya menangis sepuasnya, hingga akhirnya ia menghentikan tangisnya.

Suasana pun akhirnya hening. “Makanlah,” Aku mencoba untuk membujuknya lagi. “Terimakasih, aku tak mau makan lagi,” jawabnya lembut. “Kalau begitu, bawalah makanan ini kedalam rumahmu”

“Buat apa?,” tanyanya. “Untuk kau makan malam,” jawabku.

“Aku sudah kenyang,” ujar wanita tersebut

“Baru makan beberapa suap kau telah kekenyangan?” tanyaku dengan heran.

“Aku tak perlu makanan lagi yang kotor, yang engkau berikan kepadaku bukan karena Allah melainkan untuk perbuatan keji. Akan tetapi apa boleh buat, aku terpaksa telah memakannya.” Mendengar kata itu pun air mataku menetes kembali. Bukan dikarenakan kasihan, akan tetapi karena aku telah sadar telah menganiaya wanita ini.

Singkat cerita aku pun meminta maaf atas segala kesalahan yang aku perbuat, dan mempersilahkan wanita tersebut memakan kembali dan mempersilahkan ia untuk membawa semua makanan yang telah aku hidangkan tersebut. Wanita tersebut pun, terharu dan ikhlas dengan apa yang aku lakukan. Hingga akhirnya ia mendoakan aku “Ya Allah! Jika benar apa yang dikatakan orang ini adalah hal yang benar, Maka haramkanlah jasadnya tersentuh panasnya api di dunia dan akherat.” Aku pun mengaminkannya.

Tak lama setelah ia mendoakan, aku terkejut mendapatkan dapur ku kebakaran. Rupanya aku terlupa mematikan api setelah aku memasak tadi. Dengan sesegera dan sebisa ku, aku pun berusaha untuk memadamkannya, dan secara ajaib tanganku menyentuh bara api dan aku pun tak merasakan panas sama sekali.

Hingga saat itu aku pun tersadar, bahwa doa seorang wanita tadi aku menjadi seperti ini. doa wanita yang telah aku dzalimi ternyata telah di ijabah oleh Allah. Cerita inspiratif

Cerita inspiratif ini diambil dari cerita inspiratif untaian kisah para wali Allah. Sumber referensi dari majalah Hidayah. By: Muhamad Fadhol Tamimy