Sebab-Sebab Persahabatan Tak Secair Dahulu Pasca KonflikNama : Iin
E-mail : zhi.ixxx@yahoo.com
Judul : Konsul
Isi Konsultasi : Assalamualaikum wr.wb Saya dulu pernah buat menjauh dari teman teman saya karna ada satu hal yg tidak sesuai dngn kehendak saya atau pola pikir saya. Tapi pada saat saya menjauh teman2 saya tidak juga menjauh tapi mereka tetap mengajak saya, memanggil saya dll. Tapi saya sendiri yg selalu mengabaikan hal itu ke mereka, ketika 6bulan lamanya saya merindukan mereka ingin memperbaiki semua nya. Saya coba mmulai komunikasi meminta maaf lewat bbm, tapi pas saya ketemu di kampus sama mereka saya binggung harus gimna karna satu sama lain canggung. Tpi ada lah bbrpa kali yg kita bisa bicara walaupun tidak seintens dulu. Tpi masalah itu pun blm clear disitu saja ada lagi masalah yg dtng seakan mmbuat kita untuk mmutuskan friendship kami. Pada saat Saya mencoba untuk masuk lagi ke prtemanan itu mau bilng mereka menerima menerima mau blng tidak pun saya tidak tau. Tapi mereka sperti tidak menganggap saya, tidak mau ada eye contact dngan saya, kalo mereka ngobrol dan saya menyambung obrolan mereka obrolan itu langsng trdiam dan tak menganggap ucapan saya, kdng kalo sya tanya ke mereka mereka pun jawab hnya sekedarnya tnpa ada ucapan lagi. Saya binggung sbegitu berdosa kah saya Sampai mereka tau mau mngganggap saya? Sebgitu kasarkah lisan saya sampi mereka tidak mau ngobrol dng saya? Sebgitu jijik kah saya sampai mau berdampingan berjalan dng saya pun merek tidak mau?

Jawaban: trimakasih sebelumnya pada mba iin, pertemanan yang telah terjalin memang memiliki gejolkanya tersendiri. Kadang suka ngambek, kadang tertawa bareng, hingga kadang suka ngelantur ga jelas kesana-kemari. Namun itu semua merupakan warna-warni dari persahabatan. Perbedaann pun kerapkali terjadi, bahkan akibat dari perbedaann tersebut tak sedikit yang akhirnya menjadi renggang persahabatannya, namun lebih banyak pula yang mampu mengatasi problem perbedaan tersebut.

Untuk mba in, memang apa yang di rasakan tentu berat, karena anda harus berada di antara rasa tidak enakan dan sebal karena seolah-olah anda di cuekin oleh teman-teman anda. Namun mba in yakinlah bahwa, apa yang dirasakan tersebut merupakan hal yang sementara waktu saja terjadi. Tidak seintensnya interaksi anda dengan teman-teman anda seperti dahulu, itu sebenarnya hanya dikarenakan anda dan teman-temannya masih mencoba untuk menyelaraskan kembali ritme interaksi seperti dahulu kala.

Karena setiap persahabatan yang tak mampu untuk mengatasi perbedaan atau kesalahpahaman akan berbeda ketika ia mencoba kembali memperbaikinya. Mungkin saja persahabatannya bisa balik lagi, namun proses untuk akrab seperti dahulu kala memerlukan waktu dan proses seperti awal kali kenal atau bahkan 2x lipat.  Hal tersebut terjadi Karena biasanya antara sahabat yang bertikai seringkali memperlama waktu untuk kembali bermaaf-maafan. Hal tersebut akhirnya memunculkan “jeda” waktu untuk tidak berinteraksi kembali. Sehingga pada akhirnya antara sahabat yang tengah bertikai masing-masing mengembangkan bentuk-bentuk pembelaan diri dan meyakini yang lainnya salah. Ketika hal tersebut telah kadung terjadi, hal itulah yang menjadi penyebab dari berbedanya rasa persahabatan seperti dahulu kala.

Namun bagi mba iin bersabarlah, karena segala sesuatu itu membutuhkan proses. Tinggal mba iin mau untuk berusaha untuk bertahan dengan ikhlas atau mundur dan mencari teman baru yang lainnya. Namun yakinlah bahwa setiap teman itu adalah orang terpenting dalam hidup kita, ia akan menjadi seorang penolong tiba-tiba di saat kita membutuhkannya. Berfikir positif adalah langkah yang bisa di lakukan, ambillah dari segala sudut pandang ketika anda merasa di kucilkan dalam lingkungan kelompok. Mungkin saja saat anda berbicara lalu, mereka berdiam sebenarnya mereka menunggu apa yang anda ucapkan selanjutnya dan mencoba untuk meyakinkan diri mereka bahwa memang andalah sahabat mereka yang selama ini dirindukan.

Semoga tetap semangat mba, dan persahabatannya kembali akur seperti sedia kala 🙂

Psikologi Mania