Saat Permasalahan Hidup Membuat Ku Ingin Menyakiti Diri SendiriNama : anonymous-542
E-mail : anonymooous542@gmail.com
Judul :  Lelah dengan permasalahan hidup ini
Isi Konsultasi : assalamu\’alaikum. saya gadis berusia 16 tahun yang tidak bisa saya sebutkan siapa di sini. jika diperkenankan, saya ingin mengekspresikan diri. 4 tahun lalu, merupakan awal depresi saya, saat itu juga merupakan pertama kalinya saya melakukan self-harm, entah kenapa tapi saya merasa lelah. saya lelah sama permasalahan hidup. beberapa tahun sebelumnya, orang tua saya sering kali bersikap keras, mungkin karena kesalahan saya, tapi bukan tindakan hal seperti itu yang saya inginkan, bahkan mereka mengeluarkan kata-kata yang menurut saya menyakiti hati, saya pernah mengutarakan hal tersebut tapi mereka menganggap kalo saya berlebihan.

hingga akhirnya saya memutuskan untuk bersikap tidak peduli, karena saya seringkali mendengar bahwa jika kita bersikap seperti yang saya katakan sebelumnya, rasa sakit hati dapat dihindari. beberapa tahun setelahnya, saya merasa hidup saya semakin berat, mulai dari kehilangan teman-teman terbaik, percintaan, bahkan sekarang saya merasa bahwa saya kehilangan motivasi hidup. sebuah kalimat yang paling saya ingat dari mama saya adalah menyatakan bahwa saya tidak punya hati. saya bingung, saya harus apa. seolah-olah semua yang saya lakuin salah. dan sekarang, hal ini kembali terjadi lagi, papa saya mengatakan bahwa sama memiliki mental tempe, bahkan mempermalukan beliau. saya harus gimana? saya mau pulang, berkali-kali saya bilang ke tuhan bahwa saya mau pulang tapi saya sayang mereka. seringkali saya ingin kabur dari rumah tapi saya ngga mau menambah beban mereka, saya ngga mau mereka khawatir.

beberapa kali ini juga saya menahan diri untuk menyakiti diri sendiri, saya gamau mempermalukan mereka. tapi saya capek. saya capek sama diri saya. setiap saya merasa senang, beberapa saat kemudian saya merasa ingin menangis. dan itu berkepanjangan. saya selalu diam. saya ngga mau orang tua saya tau dan malah menambah beban mereka. mungkin benar, bahwa life isn\’t for everyone. wassalam.

Jawaban

Permasalahan hidup: Hay mba anonymous. Sebelumnyaa saya turut prihatin atas apa permasalahan hidup yang terjadi pada diri anda.  Permasalahan internal dalam keluarga yang anda hadapi, diiringi pula dengan kesedihan dimana anda ditinggalkan sahabat anda, hingga orang yang anda cintai. Namun ingatlah bahwa setiap manusia pada dasarnya memiliki permasalahan dalam hidup yang harus di selesaikannya. Berat ataupun ringan.

Saat anda kesulitan untuk menyelesaikan permasalahan yang di hadapi, ada 3 hal yang sebaiknya dicermati dan dilakukan.

Yang pertama dan yang paling utama adalah, mencari letak permasalahan yang ada dalam diri sendiri dahulu. Sebenarnya apa yang anda inginkan, dan apa yang anda tidak inginkan. Setelahnya, coba renungkan lagi bagaimana dampak keinginan yang anda miliki dengan lingkungan sekitar. Barangkali apa yang kita inginkan berdampak pada orang lain.

Pun jika apa yang kita inginkan tersebut pada dasarnya adalah sebuah keinginan yang wajar dan baik-baik saja, coba perhatikan lagi cara kita dalam menggapai keinginan tersebut. Apakah cara yang digunakan tersebut berdampak buruk pada orang lain ataukah tidak.

Dalam kasus yang anda ceritakan, saya melihat permasalahan yang terjadi antara anda dengan orang tua anda sebagian diantaranya disebabkan oleh permasalahan harapan dari kedua orang tua yang belum dapat anda penuhi. Entah itu karena standard yang di harapkan terlalu tinggi dari orang tua menurut anda, atau memang orang tua anda ingin anda memahami dengan sendirinya harapan yang mereka inginkan dari diri anda khususnya, dan anak-anaknya pada umumnya.

Permasalahan menjadi semakin komplit dirasa, saat problem di dalam keluarga belum terselesaikan namun telah muncul lagi problem lain yang anda hadapi dengan teman-teman terbaik hingga pacar anda.

Walaupun disini anda belum menceritakan, maksud ditinggalkan disini oleh teman-teman terbaik anda  dan pacar anda dikarenakan apa (ex: perselisihan, dimusuhi, dikhianati, dicurangi, dan lain sebagainya), namun tentu saja hal tersebut semakin membuat anda merasakan beban yang berat.

Jika apa yang anda rasakan tersebut terasa sulit untuk di selesaikan cobalah untuk menyelesaikan/ menghadapi satu persatu.

Selain melalui diri sendiri langkah selanjutnya adalah meminta bantuan.

Meminta bantuan di sini dapat dilakukan dengan siapapun. Dan yang utama dan paling utama sebagai manusia yang beriman, mintalah kepada yang maha menciptakan seluruh alam, Allah. Mintalah, dan berkeluh kesahlah sepuas anda dalam doa.

Dalam doa yang anda ucapkan dengan sungguh-sungguh, terdapat unsur penyaluran emosi negative yang sedang anda rasakan tersebut. Setelah emosi negative yang anda rasakan telah tersalur maka pikiran akan lebih tenang. Saat pikiran tenang maka anda bisa lebih jernih dalam berfikir. Lihat permasalahan dari sudut pandang secara menyeluruh.

Minta bantuan juga bisa dilakukan dengan orang yang anda percayai. Minimal ada teman yang masih bersikap netral dalam kasus anda dengan teman-teman anda yang lainya. Kerabat, sepupu, rekan kerja, atau siapapun itu. Minimal anda dapat mengambil manfaat dan dukungan sosial dari sana.

Yang ketiga adalah jangan sungkan untuk meminta maaf

Ada kalanya secara sengaja ataupun tidak sengaja kita berbuat kesalahan. Oleh karenanya jangan sungkan dan malu untuk meminta maaf atas perbuatan yang pernah kita lakukan. Pada hakikatnya setiap orang memiliki rasa untuk menganggap diri benar, jadi akan sangat sulit jika kita memulai membuka komunikasi yang terganggu dengan mendahulukan atau menyampaikan pendapat yang diyakini benar dan orang lain salah.

Selain meminta maaf dengan orang lain, cobalah untuk memaafkan diri sendiri. Maafkanlah kekurangan yang anda miliki dengan ikhlas dan sabar. Buat diri anda merasa nyaman dengan diri anda sendiri agar anda dapat percaya diri dalam membuka hubungan dengan orang lain. Dengan kepercayaan diri, maka energy positif akan menyelimuti diri anda.

Dan yang terakhir adalah jangan menunda untuk membuka kembali komunikasi dengan orang lain, entah itu sahabat, pacar, dan yang paling utama adalah keluarga. Jangan menunda, namun anda juga harus pilih momentum yang tepat. Momentum yang tepat untuk berkomunikasi dengan orang tua anda bisa dilakukan saat mereka tengah bersantai. Hindari waktu-waktu saat mereka tengah lelah.

Untuk teman-teman dan sahabat anda bisa disesuaikan dengan waktu yang pas. Misalnya anda bisa mengajak mereka bertemu di suatu tempat, atau langsung mendatangi kediaman mereka. Semoga apa yang menjadi permasalahan hidup anda dapat terselesaikan dengan baik.

Ingat melakukan self-harm bukanlah solusi untuk melampiaskan emosi negative yang tengah anda rasakan. Melakukan self-harm hanya akan membuat permasalahan baru muncul pada diri anda. Ingat anda adalah orang yang berarti bagi orang lain. Dan anda adalah sosok terbaik bagi diri anda, dan bagi orang lain. Oleh sebab itu tetap semangat dalam berbuat kebaikan. Salam. Psikologi Mania