Saat Mantan Hadir Membayangi Hubungan PercintaanNama : Emha
E-mail : rahmaxxx@gmail.com
Judul : Bagaimana agar saya tahu bahwa keputusan yang saya ambil sudah tepat? (Hubungan Percintaan)
Isi Konsultasi : Salam. Saya Emha (22th), terimakasih sebelumnya utk kesempatan ini, masalah yg sy hadapi tdk lain adalah diri sy sndiri. Saat ini sy sedang mnjlin hubungan dengan sseorg yg baik. Namun org dr masalalu sy kmbali setelah dia sakiti saya dengan sangat. Sy bingung, tiba2 sy tdk yakin dengan perasaan sy thdp org yg saat ini menemani sy. Sy suka marah tdk jelas dan apapun yg dia lakukan selalu salah. Sbnrnya apa yg terjadi sm sy sy bingung. Mohon penjelasannya. Sy harus bagaimana? Trimakasih. Wassalam.

Jawaban

Hubungan Percintaan – Untuk mba emha yang baik hati. Dalam menjalin hubungan ada baiknya kita meninjau dahulu niat yang hendak kita capai. Apakah dalam menjalin hubungan tersebut, kita hendak merasakan bahagia saja, membahagiakan orang lain, ataukah saling membahagiakan di antara keduanya. Permasalahan yang mba hadapi terkadang beberapa orang pun merasakan hal yang sama, dimana hadirnya orang dari masalalu selalu menghiyasi pikiran tersebut.

Dalam hubungan percintaan mungkin saja ia hadir tanpa menimbulkan rasa, namun terkadang ia hadir dengan sejuta rasa. Hal tersebut adalah wajar dan normal terjadi. Tinggal bagaimana kita memegang teguh komitmen dalam menjalin hubungan. Dan saling percaya atas segala kondisi dan berusaha memperjuangkan krikil yang menghadang di persimpangan jalan.

Saya paham, mungkin saja orang dari masa lalu yang hadir dalam kehidupan mba emha tersebut, walaupun menghadirkan rasa sakit yang sangat luar biasa, namun di sisi lain ada sisi cinta dan kenangan yang sulit untuk di lupakan. Terlalu indah tuk di lupakan, terlalu sedih tuk di kenang. Barangkai sepenggal nostalgia tembang lawas dari ruth sahanaya tersebut dapat mewakili perasaan anda saat ini.

Namun sudahkah anda yakin untuk meyakini rasa tersebut sebagai suatu rasa cinta? Ataukah hal tersebut hanya sebatas luapan emosional cinta sesaat?

Saran saya sebagai orang yang peduli atas hal yang terjadi pada diri anda adalah, mengintrospeksi ulang niat dan tujuan anda dalam menjalin hubungan. Merasa bahagia, membahagiakan, ataukah saling membahagiakan. Dan juga apakah hubungan anda tersebut hanya sebatas hubungan tanpa makna, ataukah hubungan percintaan yang akan melenggang ke jenjang pernikahan?

Jika memang apa yang anda lakukan menuju jenjang pernikahan, maka segeralah untuk membuat komitmen. Singkirkan perasaan gejolak emosional cinta sesaat yang tiba-tiba muncul dan datang menghampiri. Agar anda semakin yakin, anda dapat mencoba mulai dari sekarang bersama pasangan anda berjuang mengumpulkan modal dan upaya agar dapat meyakinkan masing-masing orang tua.

Karena hubungan yang di landasi dengan cinta kasih hanya akan sempurna saat ia berada dalam satu ikatan yang sah yaitu pernikahan. Sudah saatnya di umur yang sudah dewasa saat ini untuk segera menurunkan ego, untuk terciptanya hubungan yang lebih dewasa dan bijaksana. Semoga di mudahkan bagi Anda untuk menjalin hubungan percintaan menuju jenjang pernikahan dengan kekasih tercinta Anda. Psikologi Mania